Jelang lebaran, Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan mudik 2026 mencapai 143,9 juta orang. Pemudik terbanyak berasal dari wilayah Jawa Barat dengan mencapai 30,97 orang.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini jalur arteri dan tol sudah lebih disiapkan oleh pemerintah. Hal ini turut disampaikan oleh Peneliti di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dwi Ardianta Kurniawan, ST, MSc.
Bahkan, pada Lebaran 2026, sebanyak empat ruas jalan tol fungsional baru di jaringan Trans-Jawa telah disiapkan untuk pemudik secara gratis. Tujuannya yaitu untuk memecah kepadatan di titik-titik krusial (bottleneck).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapannya waktu tempuh perjalanan darat dapat dipangkas secara signifikan untuk mengakomodasi mobilitas ratusan juta pemudik," terangnya, dikutip dari laman resmi UGM.
Tujuan Utama Pemudik Lebaran 2026
Menurut data Kemenhub, pemudik Lebaran 2026 mengalami penurunan sekitar 1,7 persen dibanding 2025 lalu. Meski begitu, tahun ini diperkirakan akan mengalami dua puncak arus mudik yakni pada 14-15 Maret dan 18 Maret 2026, sedangkan arus balik pada 24 Maret 2026.
Adapun tujuan utama pemudik yaitu:
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Jawa Barat
- DI Yogyakarta
- Sulawesi Selatan
Pada Lebaran 2026, Kemenhub bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk memfungsikan sekitar 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik sebagai rest area tambahan. Selain itu, sebelumnya sudah ada fasilitas lain yang akan beroperasi 24 jam dari H-7 sampai H+7.
"Semua dipersiapkan agar bisa menjadi alternatif strategis bagi pemudik ketika rest area resmi di jalan tol mengalami penumpukan kendaraan. Selain itu, memastikan setiap pengemudi tetap memiliki ruang untuk melepas penat dan beribadah dengan nyaman," ujar Kurniawan.
Imbauan untuk Para Pemudik
Bagi yang akan menjalani mudik Lebaran 2026, Kurniawan mengimbau untuk mengecek kendaraan secara detail dan menyeluruh. Mulai dari ketebalan profil ban, tekanan angin, pengereman, oli, radiator, dan sebagainya.
"Mengabaikan kesiapan teknis ini sama halnya dengan membuka peluang besar terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya," ucapnya.
Hal yang tak kalah penting, yaitu manajemen diri selama di perjalanan. Menurut Kurniawan, setiap pemudik harus beristirahat minimal 15-20 menit setelah mengemudi 4 jam.
Pengemudi juga disarankan untuk memanfaatkan rest area tol yang telah dipersiapkan.
"Manfaatkan rest area tol atau ribuan masjid yang telah disiapkan pemerintah untuk sekadar meregangkan otot, minum air putih, dan memulihkan fokus sebelum melanjutkan perjalanan," sarannya
Kurniawan menjelaskan bahwa mudik Lebaran harus dimaknai kembali esensinya. Untuk merayakan dan bersilaturahmi, maka perjalanan mudik harus aman dan lancar.
Untuk menunjang itu, pemudik wajib mempersiapkan kendaraan seaman dan senyaman mungkin. Termasuk perbekalan dan kotak P3K berisi obat-obatan pribadi.
"Perlu juga disiapkan perbekalan yang esensial secara terorganisir, mulai dari kotak P3K berisi obat-obatan pribadi, camilan dan air minum yang cukup, hingga variasi hiburan untuk menjaga mood penumpang agar tetap terjaga dengan baik meski harus menghadapi antrian di gerbang tol," tutur Kurniawan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































