Sejumlah kolaborasi riset tengah dijalankan Inggris dan Indonesia. Salah satunya menyoroti penguatan kapasitas SDM RI untuk hilirisasi riset, yang memastikan hasil penelitian bisa menjadi solusi masalah saat ini.
Country Director at British Council Indonesia & Southeast Asia, Summer Xia mengatakan kolaborasi riset Inggris-Indonesia berfokus pada kesehatan, masa depan Bumi, teknologi transformatif, dan pengembangan talenta riset masa depan. Di samping fokus global ini, kolaborasi Inggris-Indonesia juga meliputi fokus RI saat ini.
"Kami ingin memastikan kolaborasi ini mendukung fokus Indonesia, seperti teknologi yang tengah berkembang, kecerdasan buatan (AI), engineering biology, telekomunikasi masa depan, quantum technology, dan semikonduktor," kata Xia di Kantor British Council Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riset Kesehatan
Ia menjelaskan, pada UK-Indonesia Research Translation Forum yang digelar Rabu (4/3/2026), lebih dari 180 perwakilan institusi riset, akademisi, industri, dan pemerintah kedua negara membahas pembangunan jalur inovasi sektor kesehatan dan pengembangan obat.
Sebagai contoh, pada isu penyakit tropis, kolaborasi ini dapat melibatkan ahli bidang penemuan obat, didukung kapasitas riset Inggris. Sementara itu, data riil dari Indonesia yang berlokasi di kawasan tropis dengan populasi besar memungkinkan riset ini dapat dikembangkan.
Semikonduktor dan Prioritas RI
Xia mengatakan, kolaborasi riset bidang sains dan teknologi sejalan dengan prioritas pemerintah RI saat ini. Salah satunya pada kolaborasi terkait semikonduktor.
Dikutip dari laman Setkab RI, pada Senin (23/2/2026) lalu, Badan Pengelola Investasi Danantara dan perusahaan desain semikonduktor Arm Limited meneken perjanjian kerangka kerja di London, disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Prabowo menginstruksikan penguatan penguasaan teknologi nasional secara mandiri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menjelaskan, Arm menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan AI. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.
"Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain," sambungnya.
Ia merinci, enam pengembangan desain chip nasional rencananya akan difokuskan pada bidang intellectual property (IP) strategis. Keenamnya antara lain untuk teknologi otomitif, internet of things, data center, home appliance, kendaraan nirawak, dan quantum computing.
(twu/nah)











































