Matematikawan Dunia Buktikan AI Belum Mampu Pecahkan Soal Penelitian Konkret

ADVERTISEMENT

Matematikawan Dunia Buktikan AI Belum Mampu Pecahkan Soal Penelitian Konkret

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Senin, 09 Mar 2026 09:00 WIB
Ilustrasi matematika
Ilustrasi matematika. Foto: Getty Images/nicolas_
Jakarta -

Kecerdasan buatan memang menimbulkan kekhawatiran akan menggantikan semakin banyak peran. AI dapat memecahkan soal olimpiade matematika, merangkum ribuan literatur, bahkan menemukan solusi untuk sejumlah persoalan rumit. Namun, ternyata di garis depan penelitian matematika yang benar-benar konseptual, AI masih kalah jauh dari manusia.

Untuk menelusuri hal ini, Lauren Williams, profesor matematika di Harvard sekaligus penerima MacArthur Genius Grant, bersama sepuluh matematikawan dunia lainnya meluncurkan proyek First Proof.

Dilansir dari The Harvard Gazette, peneliti menantang sistem AI memecahkan sepuluh persoalan yang baru saja mereka selesaikan sendiri, tetapi belum dipublikasikan. Hasilnya akan menjadi ukuran seberapa jauh AI benar-benar memahami matematika, bukan hanya meniru sumber atau jawaban yang sudah ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantangan Baru, Batas Kreativitas Manusia Vs AI

Dalam proyek ini, para ilmuwan dari Harvard, Stanford, Yale, UC Berkeley, hingga Columbia menyiapkan persoalan dari berbagai bidang, dari teori bilangan hingga topologi. Mereka menyimpan solusinya secara terenkripsi dan membuka tantangan bagi AI untuk menemukan jawabannya sendiri.

ADVERTISEMENT

Dalam uji awal, AI yang mereka tes mengalami kesulitan dalam menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan peneliti.

Menurut peneliti, hal ini berarti AI belum mahir dalam memecahkan persoalan yang berada jauh di luar jenis masalah yang sudah pernah diselesaikan.

"Sistem AI publik terbaik saat ini kesulitan menjawab sebagian besar pertanyaan kami," ujar Mohammed Abouzaid, profesor matematika di Stanford sekaligus penggagas proyek ini.

Williams mengaku kerap menemukan batas kemampuan AI saat mencoba bertanya dalam bidang yang ia kuasai. Ia merasa AI memberikan jawaban yang kurang tepat ketika diberikan pertanyaan yang peneliti kuasai.

"Setiap kali saya bertanya sesuatu yang belum saya pahami, jawabannya terlihat membantu. Tapi ketika saya menanyakan hal yang dekat dengan keahlian saya, saya mulai melihat kesalahan," katanya.

Ia bahkan sempat menemukan AI memberikan informasi yang tidak akurat. AI menyebut adanya makalah yang konon ditulis olehnya, padahal Williams yakin makalah itu tidak pernah ia buat.

"Kadang AI bahkan berhalusinasi dan berkata, 'Jawaban itu ada di makalah yang saya tulis,' padahal saya tidak pernah menulis makalah itu," ungkapnya.

Matematika yang Belum Bisa Digantikan Mesin

Meskipun AI terampil dalam tugas-tugas bersifat algoritmik, bidang terdepan dalam matematika tetap membutuhkan intuisi dan pemahaman manusia. Williams menilai, kecerdasan buatan memang cakap meniru pola atau hasil yang sudah ada sebelumnya, tetapi belum mampu mengikuti dinamika riset matematika yang benar-benar baru.

"AI bisa sangat baik dalam meniru hal-hal yang sudah dilakukan sebelumnya, atau menggabungkan hasil-hasil yang sudah dikenal untuk sampai pada kesimpulan yang logis. Jika sifatnya algoritmik, AI unggul," ujar Williams. "Tapi itu bukan wilayah terdepan dalam riset matematika."

Martin Hairer, profesor matematika murni di EPFL dan Imperial College London, menentang pandangan AI mampu menaklukkan seluruh bidang matematika.

Ia menegaskan, keberhasilan AI memecahkan soal-soal olimpiade matematika tidak bisa dijadikan bukti bahwa mesin tersebut dapat menyelesaikan semua persoalan matematika atau menggantikan peran matematikawan sepenuhnya.

"Menurut saya, gagasan bahwa matematikawan akan digantikan oleh AI sepenuhnya tidak masuk akal. Mungkin di masa depan akan berubah, tetapi sulit membayangkan model yang kita miliki sekarang tiba-tiba mampu menghasilkan wawasan yang benar-benar baru," tegasnya.



(nah/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads