×
Ad

Setelah Kematian Khamenei, Begini Mekanisme Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 03 Mar 2026 07:30 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Foto: Office of the Iranian Supreme Leader via AP
Jakarta -

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kediamannya di Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Puluhan bom disebut menghujani lokasi tersebut. Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi kabar wafatnya Khamenei dan menyatakan pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

"Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur setelah serangan yang dilakukan rezim Zionis dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi," tulis IRNA dalam laporannya, Minggu (1/3/2026).

Wafatnya Ali Khamenei, menandai momen politik paling penting dalam sejarah Republik Islam itu sejak revolusi 1979. Peristiwa ini memicu pertanyaan besar soal mekanisme suksesi kepemimpinan Iran pascakematian tokoh sentral yang lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, sebuah kota di wilayah timur laut Iran itu.

Dilansir dari BBC, posisi Supreme Leader adalah jabatan paling berkuasa di Iran yang bertugas mengawasi pemerintah, militer, dan kebijakan luar negeri. Setelah kekosongan jabatan ini, perhatian kini tertuju pada bagaimana Iran menentukan penggantinya dan siapa yang berpeluang menduduki posisi tertinggi negara tersebut.

Kepergian Khamenei memunculkan satu pertanyaan besar: bagaimana sebenarnya Iran menentukan pemimpin tertingginya dan siapa yang berpeluang menggantikan posisi tersebut?

Pemilihan Pemimpin Tertinggi di Iran Tidak Lewat Pemilu Langsung

Menurut laporan BBC Monitoring, pemimpin tertinggi Iran tidak dipilih langsung oleh rakyat. Dalam kondisi normal, prosesnya dilakukan oleh Majelis Pakar (Assembly of Experts) atau sebuah lembaga beranggotakan 88 ulama senior yang dipilih lewat pemilu.

Para kandidat Majelis Pakar harus lebih dulu disetujui oleh Dewan Penjaga (Guardian Council). Menariknya, sebagian anggota Dewan Penjaga ini justru ditunjuk oleh pemimpin tertinggi sebelumnya, menjadikan prosesnya sangat internal dan berlapis pengaruh politik serta agama.

Setelah kematian Khamenei, Dewan Kepemimpinan Sementara dibentuk untuk menjalankan peran pemimpin tertinggi sampai Majelis Pakar memilih penerusnya. Dewan ini terdiri dari Presiden, Kepala Kehakiman, dan seorang ulama anggota Dewan Penjaga. Mereka bertugas menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional selama masa transisi.



Simak Video "Video: Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru"


(rhr/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork