Belajar Bahasa Asing di Usia Dewasa vs Anak-anak, Mana Lebih Efektif?

Belajar Bahasa Asing di Usia Dewasa vs Anak-anak, Mana Lebih Efektif?

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Selasa, 03 Mar 2026 09:00 WIB
ilustrasi belajar Bahasa Inggris
Ilustrasi belajar bahasa asing Foto: Freepik
Jakarta -

Selama ini, anak-anak dianggap lebih unggul dalam mempelajari bahasa asing dibandingkan orang dewasa. Namun, benarkah kemampuan belajar bahasa ditentukan oleh usia seseorang?

Menurut penelitian, umur memang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam belajar bahasa asing. Tapi, bukan berarti orang dewasa tidak cukup baik dalam mempelajarinya. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing tergantung strategi belajar yang mereka lakukan.

Seorang pakar bahasa dan peneliti di Griffith University di Brisbane, Australia, Dr Karen Stollznow menuliskan dalam bukunya, bahwa usia bukan batasan mutlak kemampuan seseorang dalam berbahasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah Usia Jadi Faktor Penentu Belajar Bahasa?

Pada periode sensitif (usia 0-6 tahun), otak memang lebih mudah meresap berbagai jenis hal baru termasuk bahasa asing. Kepekaan bayi dan anak-anak dengan pola bunyi suara, memudahkan mereka untuk meniru fonetik halus yang sulit dilakukan orang dewasa.

"Hal ini membantu menjelaskan mengapa anak-anak yang tumbuh bilingual seringkali terdengar seperti penutur asli dalam kedua bahasa tersebut," tulis Karen seperti dikutip dari Phys.org. Aksen inilah yang membedakan hasil belajar bahasa asing saat masih kecil dan ketika dewasa.

ADVERTISEMENT

Menurut penelitian, orang yang mempelajari bahasa keduanya sejak kecil akan lebih mudah beralih antar bahasa. Sementara orang dewasa, harus betul-betul berkonsentrasi dalam mengucapkan bahasa keduanya.

Namun, belajar bahasa asing bagi orang dewasa memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki anak-anak. Karena pada usia tersebut, kemampuan bahasa mereka sudah sepenuhnya berkembang.

Logika orang dewasa sudah mampu memahami pola bahasa, karena mereka mempelajarinya dengan kesadaran penuh. Ini yang membuat proses belajar pada orang dewasa lebih terencana, mereka dapat menghafal bahasa yang dipelajarinya.

Kemampuan membaca dan menulis yang sudah terbentuk, juga mendukung proses belajar bahasa asing pada orang dewasa. Karena pada dasarnya, kemampuan berbahasa akan berkembang seiring berjalannya waktu.

Meski aksen penutur asli sulit ditiru, orang dewasa tetap dapat menguasai tata bahasa, kosakata, dan kelancaran berbahasa saat belajar bahasa asing.


Mengapa Anak-anak Lebih Percaya Diri Mengucapkan Bahasa Baru?

Anak-anak biasanya berbicara tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Kemampuan bahasa mereka juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan emosional, sehingga mereka lebih mudah mempelajari bahasa secara langsung.

Saat orang dewasa takut salah mengucapkan kata baru, anak-anak justru tidak peduli benar atau salah terhadap apa yang mereka ucapkan. Namun, hal tersebut justru membuat mereka lebih mudah belajar bahasa asing.

Menurut penelitian, semakin seseorang terbiasa untuk berkomunikasi dengan bahasa asing, maka semakin mudah untuk menguasainya. Sebaliknya, kecemasan hanya akan menghalangi perkembangan kemampuan bahasa seseorang.

Rasa takut salah mengucap pada orang dewasa, mungkin muncul dari pengalaman buruknya dari stigma buruk dari orang lain. Mereka merasa, belajar bahasa asing yang benar artinya harus terdengar sama dengan penutur asli.

Alasan dan Motivasi

Setidaknya ada dua alasan mengapa seseorang mempelajari bahasa baru, karena tertarik secara personal atau hanya bersifat praktis saja. Prose dan hasil dari keduanya jelas berbeda.

Selain itu, ada juga orang yang memiliki bakat dalam berbahasa, yang dengan mudah memahami pola bunyi setiap bahasa. Ini tentu saja bukan penunjang utama, hanya saja bakat seperti itu mempermudah proses belajar bahasa asing. Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bahasa baru juga tak kalah penting.

Jadi, belajar bahasa asing akan tetap efektif saat usia anak-anak maupun dewasa, tergantung usaha dan motivasi belajarnya. Karena sesungguhnya, kemampuan berbahasa asing adalah pencapaian dan bukan perlombaan siapa yang paling baik.




(sls/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads