Masa kuliah terkadang menjadi titik awal mahasiswa mulai mengatur keuangannya. Bagi sebagian anak muda, proses belajar mengelola uang saku, uang kebutuhan kuliah, dan pengeluarannya sehari-hari bisa terasa tricky.
Merespons dinamika ini, mahasiswa IPB University Hafizh Purnama Putra berbagi pengalaman mengelola uang saku selama kuliah. Ia mengatakan bisa bertahan dengan pengeluaran bulanan sekitar Rp 950 ribu.
Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan IPB itu menuturkan, pengeluarannya tersebut mencakup biaya makan, kuota internet, dan kebutuhan harian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rinciannya makan Rp 750 ribu, kuota Rp 100 ribu, dan lain-lain Rp 100 ribu," kata Hafizh, dikutip dari keterangan kampus, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, gaya hidup sederhana menjadi kunci utama agar dompet tetap aman hingga akhir bulan.
Strategi Hemat Saat Kuliah
Menurut Hafizh, pengeluaran terbesar biasanya berasal dari makan dan transportasi. Untuk menekan biaya makan, ia menyarankan mahasiswa menyiapkan stok bahan makanan dan sesekali memasak sendiri.
"Beli juga mi sekardus, buat ganjel lapar mendadak," ujarnya berseloroh.
Hafizh juga menekankan pentingnya mencari warung dengan harga bersahabat.
"Harus pandai juga nyari makanan berat under Rp 15 ribu," tambahnya.
Mengikuti kegiatan kampus yang menyediakan konsumsi juga baginya cara cerdas untuk menekan pengeluaran makan harian.
Hafizh mengeluarkan sekitar Rp 120 ribu per bulan untuk bensin sepeda motor. Bagi yang tidak punya kendaraan pribadi, manfaatkan bus gratis yang disediakan kampus untuk sampai ke gedung kuliah tujuan atau kafetaria fakultas tetangga, hingga pulang ke kos.
Pemasukan Tambahan
Selain berhemat, mahasiswa juga bisa menambah pemasukan melalui kerja freelance atau paruh waktu.
"Bisa jadi MC, moderator, pembicara, atau content creator," ujarnya.
Kos, Asrama, hingga Rumah Beasiswa
Soal tempat tinggal, cari yang biayanya terjangkau. Hafizh menyebut, kos standar di sekitar Dramaga berada di kisaran Rp 500 ribu-Rp 850 ribu per bulan, tergantung fasilitas.
Namun, ada juga opsi lebih hemat seperti Rumah Sigap Armada, tempat Hafizh tinggal. Hunian beasiswa tersebut hanya memungut uang kas Rp 100 ribu per bulan, sudah termasuk listrik, air, dan Wi-Fi.
Selain itu, coba juga cari asrama yang dibuka organisasi daerah atau keilmuan. Di IPB, ada sejumlah asrama dengan biaya ringan seperti Asrama Pondok Inspirasi, Rumah Quran, Asrama Global Leadership, Asrama Minang, dan Rumah Inisiatif.
Opsi asrama kampus juga bisa dicek sebelum mencari kos. Di samping berbiaya relatif terjangkau, mahasiswa berpeluang kenal lebih banyak rekan lintas prodi dan fakultas.
Di IPB sendiri ada asrama resmi yang dikelola Unit Pengelola Asrama Mahasiswa IPB (UPAMI). Untuk mahasiswa tingkat pertama, tersedia Asrama Mahasiswa PKU dengan biaya Rp 2 juta per tahun.
Sementara Leadership Dormitory untuk mahasiswa tingkat dua dibanderol Rp 1,6-2 juta per tahun, tergantung jenis asrama.
Alternatif lain, mahasiswa dapat memilih asrama luar Dramaga seperti Felicia, Ekasari, dan Sukasari dengan biaya sekitar Rp 150 ribu per bulan.
Itulah tips hemat saat kuliah dari mahasiswa IPB. Bagaimana detikers, sudah siapkan trik versi kamu?
(rhr/twu)











































