Legenda Monster Nian dan Alasan Warna Merah Jadi Ikon Imlek

ADVERTISEMENT

Legenda Monster Nian dan Alasan Warna Merah Jadi Ikon Imlek

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 16 Feb 2026 10:00 WIB
Pemain barongsai beraksi saat pentas menyambut perayaan Imlek di SD Warga, Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Pertunjukkan tersebut digelar sebagai upaya edukasi pengenalan keberagaman seni dan budaya khas warga keturunan Tionghoa di tanah air ke
Barongsai dalam perayaan sambut Imlek di Solo. Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Jakarta -

Tahun baru Imlek identik dengan warna merah. Pada perayaan ini juga biasanya ada kembang api.

Apakah detikers tahu alasannya? Ternyata ada cerita di balik kedua hal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Legenda Monster Nian

Ada legenda menarik berlatar China kuno. Dahulu kala pada zaman itu ada monster buas bernama Nian.

Kepala Nian menyerupai singa dengan tanduk tajam yang dapat digunakan untuk menyerang mangsanya. Ia hidup di dasar laut hampir sepanjang waktu dan hanya akan naik ke darat pada hari terakhir tahun lunar untuk memakan manusia dan ternak.

ADVERTISEMENT

Pada hari itu setiap tahun, orang-orang makan lebih awal, mengunci gerbang ternak dengan rapat, lalu melarikan diri ke pegunungan yang jauh untuk menghindar agar tidak dimakan oleh Nian.

Kemudian suatu saat, seorang lelaki tua berambut putih datang kepada salah satu penduduk desa dan berjanji untuk mengusir monster yang kejam itu. Namun, semua penduduk desa terlalu takut untuk mempercayainya dan tetap melarikan diri sebelum malam tiba.

Dikutip dari Confucius Institute for Scotland, University of Edinburgh, dalam kisahnya Nian menerobos masuk ke desa seperti biasa. Tepat ketika ia siap untuk menyembelih mangsanya dan melahapnya, tiba-tiba terdengar suara petasan bersamaan dengan nyala api yang terang.

Nian gemetar dan tidak berani melangkah maju. Kemudian lelaki tua itu melangkah maju mengenakan pakaian merah.

Hal tersebut membuat Nian menjadi ketakutan. Monster itu melarikan diri.

Pada hari kedua, setelah penduduk desa kembali dan mendapati rumah serta ternak mereka selamat, mereka menyadari lelaki tua itu adalah makhluk surgawi yang datang untuk membantu mereka. Lelaki tua itu juga memberi tahu mereka tiga senjata rahasia untuk mengusir Nian, yaitu benda-benda berwarna merah, lampu terang, dan petasan.

Sejak saat itu, pada hari terakhir tahun lunar, orang-orang memasang untaian-untaian merah, menggantung lampion merah, menyalakan petasan, menyalakan lampu, dan begadang untuk menjaga diri dari Nian. Seiring waktu, kebiasaan ini menyebar ke hampir setiap sudut China dan berkembang menjadi salah satu festival terpenting masyarakat China, yaitu malam tahun baru Imlek.

Kapan Tahun Baru Imlek Ditetapkan?

Tahun Baru Imlek memiliki sejarah sekitar 3.500 tahun. Tanggal awal pastinya tidak tercatat.

Sebagian orang percaya tahun baru Imlek berasal dari Dinasti Shang (1600-1046 SM), ketika orang-orang mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur di awal atau akhir setiap tahun.

Dikutip dari Wake Forest University, istilah Nian sendiri pertama kali muncul pada Dinasti Zhou (1046-256 SM). Telah menjadi kebiasaan untuk mempersembahkan kurban kepada leluhur atau dewa, dan menyembah alam untuk memberkati panen di pergantian tahun.

Sementara, tanggal festival musim semi, hari pertama bulan pertama dalam kalender lunar China, ditetapkan pada Dinasti Han (202 SM - 220 M). Kegiatan perayaan tertentu juga menjadi populer, seperti membakar bambu untuk menghasilkan suara retakan yang keras.




(nah/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads