Momen Imlek identik berbarengan dengan turunnya hujan di Indonesia. Lantas, apa alasannya?
Hari Raya Imlek (Xinjia) atau Tahun baru China akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Momen ini merupakan hari penting bagi para keturunan Tionghoa di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Imlek sendiri identik dengan turunnya hujan. Jadi jangan heran jika saat Imlek nanti, hujan turun di wilayahmu.
Dalam kepercayaan Tionghoa, turunnya hujan saat Imlek dianggap sebagai suatu keberkahan. Akan tetapi, banyak orang bertanya-tanya, mengapa saat Imlek biasanya turun hujan?
Alasan Turun Hujan Saat Imlek
Secara ilmiah, Hari Raya Imlek selalu bertepatan pada bulan Januari atau Februari. Nah menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bulan-bulan tersebut termasuk dalam periode musim hujan di Indonesia.
Perayaan ini juga biasanya jatuh pada puncak musim hujan dengan curah yang tinggi, khususnya di Indonesia. Itulah alasan Imlek sering turun hujan karena memang perayaannya jatuh pada musim penghujan, demikian seperti dilansir dari laman Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Turunnya Hujan Saat Imlek Menurut Ahli Feng Shui
Berdasarkan ahliFengShui, hujan deras saat Imlek dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Terutama bagi yang wilayahnya diguyur hujan maka keberuntungan akan melimpah ruah. Namun, jika yang turun adalah hujan badai, maka artinya adalah kurang beruntung karena dapat menyebabkan musibah.
Sementara, jika yang turun adalah hujan gerimis, maka akan datang keberuntungan, tetapi dalam jumlah sedikit. Meski begitu, gerimis yang turun seharian dipercaya akan membawa keberuntungan sepanjang tahun.
Dijelaskan dalam Antara, turunnya hujan juga dipercaya dengan mitos turunnya Dewi Kwan Im untuk menyiram bunga Mei Hwa. Artinya, turunnya hujan merupakan berkah dari langit. Bunga Mei Hwa adalah bunga yang ditanam oleh Dewi Kwan Im menjelang Hari Raya Imlek.
(nir/nir)











































