Bulan purnama Snow Moon muncul di langit sejak 1 Februari 2026. Di Indonesia, fenomena langit ini akan paling jelas terlihat pada Senin malam, 2 Februari 2026.
Bulan purnama ini istimewa karena Bulan tampak lebih besar dan lebih oranye ketika baru terbit dan berada di cakrawala. Fenomena ini disebabkan oleh ilusi Bulan, yaitu efek optik Bulan tampak lebih besar ketika berada di dekat horizon, dikutip dari laman Pendidikan Sains, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips Mengamati Bulan Purnama Snow Moon
Kenampakan Bulan yang besar dan terang bisa dinikmati warga maupun fotografer profesional yang ingin mengabadikannya lewat foto. Berikut sejumlah tips menyaksikan Snow Moon:
- Saksikan bulan pada fase purnama di langit timur sejak matahari tenggelam dan langit mulai gelap, antara Senin petang-awal malam, 2 Februari 2026 sampai 3 Februari 2026 dini hari
- Cari tempat menyaksikan dengan cakrawala timur yang luas, tidak terhalang bangunan atau pohon
- Cari tempat dengan pemandangan langit yang lebih terhindar dari polusi cahaya lampu bangunan maupun lampu kota
- Saksikan dengan mata telanjang
- Untuk melihat fenomena yang lebih detail, gunakan teleskop sederhana atau binokular jika ada
- Abadikan lewat foto, dengan memerhatikan:
- Coba manfaatkan siluet pohon, bangunan, dan gunung di sekitar untuk masuk satu frame dengan Bulan
- Sesuaikan eksposur agar gambar Bulan tetap tajam
- Hati-hati dan awas dengan lingkungan sekitar, utamakan keselamatan saat mengambil foto.
- Saat menyaksikan Bulan, ajak teman, anak, orang tua, adik, atau lainnya untuk mendiskusikan fase Bulan, orbit Bulan terharap Bumi, dan pengaruh posisi Bulan pada fenomena alam di Bumi.
Tentang Bulan Purnama Snow Moon
Snow Moon di Bumi terlihat seperti objek bundar sangat terang yang sepenuhnya menghadap Bumi. Pada fase ini, Bulan memantulkan sinar Matahari sangat terang.
Kondisi ini dapat terjadi karena Bulan berada pada sisi yang berlawanan dari Bumi terhadap Matahari. Karena itu, seluruh permukaan Bulan yang terlihat dari permukaan Bumi bisa disinari Matahari sepenuhnya.
Dikutip dari BBC Sky at Night, Bulan purnama ini dianggap sebagai yang terbaik sepanjang tahun karena posisinya paling tinggi, sementara posisi Matahari paling rendah. Dengan begitu, fenomena ini bisa disaksikan hingga dini hari.
Di samping itu, posisinya yang sempurna berlawanan dengan Matahari tersebut juga membuat cahayanya sangat terang.
Asal-usul nama Snow Moon muncul lantaran peristiwanya yang dialami penduduk Amerika saat musim salju. Jika langit tidak ditutupi awan tebal, fenomena ini dapat dinikmati juga oleh warga Belahan Bumi Utara.
(twu/nwk)











































