Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan, Hujan Lebat-Ekstrem di Daerah Ini

Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan, Hujan Lebat-Ekstrem di Daerah Ini

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 27 Jan 2026 13:30 WIB
Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan, Hujan Lebat-Ekstrem di Daerah Ini
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk hujan lebat hingga 1 Februari 2026. Warga diminta waspada terhadap risiko bencana. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi cuaca masih signifikan di wilayah RI. Perkiraan ini menyusul hujan lebat dan hujan ekstrem di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan pada 23-26 Januari 2026 kemarin.

BMKG dalam unggahan Instagram resminya mengimbau warga untuk tetap waspada. Di samping itu, warga diminta melakukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko dampak bencana akibat cuaca ekstrem bagi diri sendiri, diri, keluarga, dan lingkungan, termasuk banjir, genangan, banjir bandang, dan longsor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor Cuaca Sepekan ke Depan

Kedeputian Bidang Meteorologi, Direktorat Meteorologi Publik BMKG menjelaskan, cuaca sepekan ke depan di antaranya dipengaruhi El NiΓ±o-Southern Oscillation (ENSO) menguat pada fase negatif. Sistem iklim dari perubahan pola suhu permukaan Samudra Pasifik ini memengaruhi curah hujan, suhu, dan pola cuaca global.

Kondisi ENSO saat ini menandakan suhu muka laut di Pasifik timur dan tengah menjadi lebih dingin dari normalnya, yang disebut fenomena La NiΓ±a, dalam intensitas. Keberadaan La NiΓ±a lemah berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang bisa memicu terbentuknya awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama bagian timur.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, aktivitas monsun Asia diperkirakan masih muncul hingga 10 hari pertama Februari 2026. Aktivitas ini salah satunya memicu hujan ekstrem pada 23-26 Januari lalu di Jakarta.

Cuaca sepekan ke depan juga akan dipengaruhi fenomena aliran angin dari Laut Cina Selatan yang melintasi garis khatulistiwa, Cross Equatorial Northerly Surge (CENS). Faktor lainnya yaitu daerah tekanan rendah yang berpotensi terbentuk di Samudera Hindia selatan Banten, Teluk Carpentaria, dan daratan Australia barat laut, sehingga membentuk daerah perlambatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan.

Prediksi Cuaca 27-29 Januari 2029

Hujan Sangat Lebat-Hujan Ekstrem (Awas)

  • Jawa Barat

Hujan Lebat-Sangat Lebat (Siaga)

Bengkulu

Banten

Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Hujan Sedang

Sumatera Barat

Jambi

Sumatra Selatan

Kepulauan Bangka Belitung

Bengkulu

Lampung

Banten

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Tengah Kalimantan Timur

Kalimantan Utara

Kalimantan Selatan

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan

Maluku Utara

Maluku

Papua Barat Daya

Papua Barat

Papua Tengah

Papua Pegunungan.

Angin Kencang

Bali

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Kalimantan Barat

Prediksi Cuaca 29 Januari - 1 Februari 2026

Hujan Lebat-Sangat Lebat (Siaga)

Sumatera Barat

Jawa Timur

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Sulawesi Selatan

Papua Pegunungan.

Hujan Sedang (Waspada)

Sumatera Barat

Jambi

Sumatera Selatan

Kepulauan Bangka Belitung

Bengkulu

Lampung

Banten

Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur

Kalimantan Utara

Kalimantan Selatan

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan

Maluku Utara

Papua Barat Daya

Papua Tengah

Papua Pegunungan

Papua.

Angin Kencang

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Sulawesi Selatan

Maluku

Papua Barat Daya.

Prediksi Cuaca Jabodetabek 27 Januari - 2 Februari 2026

Berikut prediksi cuaca Jabodetabek per pukul 07.00 WIB hingga 07.00 WIB keesokan harinya.

Cuaca Jabodetabek 27-28 Januari 2026

Hujan Lebat

Jakarta Pusat

Jakarta Barat

Jakarta Timur

Jakarta Utara

Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bogor

Kota Tangerang

Kabupaten Tangerang

Hujan Sedang

Jakarta Selatan

Kepulauan Seribu

Kota Bekasi

Kota Depok

Kota Tangerang Selatan

Kota Bogor

Cuaca Jabodetabek 28-29 Januari 2026

Hujan Lebat

Jakarta Selatan

Jakarta Timur

Kota Bekasi

Kota Depok

Kota Tangerang

Kota Tangerang Selatan

Hujan Sedang

Jakarta Pusat

Jakarta Barat

Jakarta Utara

Kepulauan Seribu

Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bogor

Kota Bogor

Kabupaten Tangerang

Cuaca Jabodetabek 29-30 Januari 2026

Hujan Lebat

Kabupaten Tangerang

Hujan Sedang

DKI Jakarta

Kota Bekasi

Kabupaten Bekasi

Kota Depok

Kabupaten Bogor

Kota Bogor

Kota Tangerang

Kota Tangerang Selatan

Cuaca Jabodetabek 30-31 Januari 2026

Hujan sedang

Jakarta Selatan

Jakarta Timur

Kabupaten Bekasi

Kota Bekasi

Kabupaten Bogor

Kota Depok

Kota Tangerang Selatan

Hujan Ringan

Jakarta Pusat

Jakarta Barat

Jakarta Utara

Kepulauan Seribu

Kota Bogor

Kota Tangerang

Kabupaten Tangerang

Cuaca Jabodetabek 31 Januari - 1 Februari 2026

Hujan Sedang

Jakarta Barat

Jakarta Selatan

Kepulauan Seribu

Kota Tangerang

Kabupaten Tangerang

Kota Tangerang Selatan

Kabupaten Bogor

Kabupaten Bekasi

Kota Depok

Hujan Ringan

Jakarta Pusat

Jakarta Timur

Jakarta Utara

Kota Bekasi

Kota Bogor

Cuaca Jabodetabek 1-2 Februari 2026

Hujan Sedang

Jakarta Barat

Jakarta Utara

Kepulauan Seribu

Kabupaten Bogor

Kota Tangerang

Kabupaten Tangerang

Hujan Ringan

Jakarta Pusat

Jakarta Selatan

Jakarta Timur

Kabupaten Bekasi

Kota Bekasi

Kota Depok

Kota Bogor

Kota Tangsel

Penyebab Hujan Ekstrem 23-26 Januari 2026

Sementara itu, cuaca ekstrem sepekan terakhir antara lain dipengaruhi aktivitas Monsun Asia. Pada fenomena ini, kecepatan angin meningkat di Laut Cina Selatan, sementara massa udara dari Asia bergerak ke arah selatan dan memasuki wilayah Indonesia.

Berdasarkan temuan di Laut China Selatan dan Selat Karimata, hal tersebut membentuk pola awan memanjang karena pertemuan dua massa udara atau konvergensi antartropis (InterTropical Convergence Zone_ITCZ) dari wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu, Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Arafura.

Sedangkan siklon tropis Luana TC melemah menjadi Pusat Tekanan Rendah. Kondisi ini juga memicu terbentuknya pola awan yang memanjang. Pembentukan ini juga didorong kelembapan yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Indonesia.

Labilitas atmosfer yaitu kondisi saat massa udara di atmosfer bebas bergerak naik sehingga menciptakan awan yang memicu hujan lebat. Fenomena ini khususnya terpantau lebih masif di bagian selatan RI , sehingga memicu serangkaian bencana hidrometeorologis sepekan terakhir.




(twu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads