Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terus berupaya memperkaya entri atau kata yang ada didalamnya. Pada pembaruan terakhir di Oktober 2025, jumlah entri KBBI tercatat mencapai 210.595 kata.
Berbagai entri baru yang masuk dalam pembaruan terakhir itu sempat menarik perhatian publik. Sebut saja adanya galgah yang berarti merasa segar setelah minum hingga kapitil yang menjadi lawan kata kapital.
Namun, bisakah sebuah kata yang sudah masuk ke dalam KBBI dihapuskan? Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Badan Bahasa Kemendikdasmen) Dora Amalia beri jawaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghapusan Kata di KBBI
Dora menyebut beberapa entri baru yang hadir di pembaruan KBBI pada Oktober 2025 lalu memang menarik perhatian. Bahkan ia menerima pandangan bila entri tertentu seharusnya dihapuskan saja.
"Ada beberapa pandangan bahwa entri baru yang masuk ke dalam KBBI pada Oktober yang lalu itu ada beberapa pandangan yang mengatakan lebih baik itu entrinya dihapus saja," tuturnya dalam acara Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan di Gedung Arjuna, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (23/1/2026) ditulis Sabtu (24/1/2026).
Secara umum penghapusan entri tidak bisa dilakukan begitu saja oleh masyarakat. Ketentuan akhir yang menyatakan apakah sebuah kata bisa dihapus atau tidak jatuh di tangan tim redaksi KBBI.
Namun, masyarakat tetap bisa ambil peran untuk prosesnya. Dora menyebut masyarakat bisa memberikan usulan kepada KBBI terkait penonaktifan entri.
"Nah ini (penghapusan entri/kata) bisa masuk dalam usulan penonaktifan," ujarnya.
Setelah menerima usulan, tim redaksi akan menggelar rapat untuk membicarakan hal itu. Rapat tersebut berakhir pada sebuah keputusan apakah entri itu akan di nonaktifkan atau dibuang dari KBBI.
Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga menegaskan bila tim redaksi KBBI menggelar rapat secara rutin. Tujuannya agar semua usulan yang masuk dari masyarakat bisa terselesaikan seluruhnya.
Baca juga: Kapital Punya Lawan Kata Nih Gaes, Apa Ya? |
Proses Kerja Tim Redaksi KBBI
Pada kesempatan itu, Dora membocorkan dapur tim redaksi KBBI. Ia menyebut hingga Januari 2026 jumlah usulan entri/kata yang masuk dalam KBBI adalah 256.692 usulan, di mana sekitar 70%nya sudah disunting.
"Selainnya ada yang masih diproses, ada yang diarsipkan artinya ditunggu dulu ini belum akan diproses, ada yang dialihkan, dan ada yang ditolak sehingga total usulannya adalah 256 ribu," urainya.
Tak sembarangan, tim KBBI bisa menyunting sebanyak 53 entri dalam satu hari. Proses penyuntingan bisa cepat atau bisa berhari-hari lantaran tim perlu mencari sumber rujukan.
"Kadang satu entry itu bisa didiskusikan berhari-hari, ada yang harus mencari sumber rujukan sampai jauh ke belakang. Tapi secara rata-rata tim redaksi di KBBI itu dapat menyuting 53.77 entri per hari," paparnya.
Kendati demikian, Dora menegaskan prinsip kerja tim KBBI adalah harus memeriksa berbagai usulan, termasuk dari masyarakat. Baik itu usulan penambahan entri, perbaikan makna, atau usulan penonaktifan kata.
(det/pal)











































