Sebelumnya, ilmuwan tahu lebih banyak tentang permukaan Mars dan Venus dibanding lapisan tanah di bawah es Antarktika. Kini, penelitian terbaru dari University of Edinburgh akhirnya mengungkap pemandangan tersembunyi di bawah benua es itu, dari pegunungan besar, ngarai yang dalam, hingga sekitar 30 ribu lembah dan bukit bawah es yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Dilansir oleh laman resmi universitas, peta baru ini dibuat dengan teknik Ice Flow Perturbation Analysis (IFPA) yang menggabungkan data satelit canggih. Hasilnya memberi gambaran tentang dunia beku yang selama jutaan tahun tersembunyi di bawah lapisan es setebal beberapa kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dunia yang Lebih Misterius dari Mars
Permukaan bawah es Antarktika selama ini hampir sepenuhnya tidak terpetakan. Kesulitannya terletak pada ketebalan lapisan es, yang membuat pengamatan ilmiah sangat terbatas.
Dr Helen Ockenden, peneliti dari University of Edinburgh yang kini berbasis di Institut des Géosciences de l'Environnement, Grenoble, mengatakan metode baru ini memungkinkan para ilmuwan menembus keterbatasan tersebut.
"Karena melakukan pengamatan ilmiah menembus lapisan es itu sulit, kita tahu lebih sedikit tentang lanskap tersembunyi di bawah Antartika dibanding permukaan Mars atau Venus," ujarnya.
"Jadi sangat menggembirakan bahwa metode baru ini memungkinkan kami menggunakan pengukuran satelit untuk mengisi celah dalam peta dan mengungkap detail baru tentang pegunungan, ngarai, dan batas geologis," tambahnya.
Dengan teknik ini, para ilmuwan bisa mengidentifikasi lebih dari 30 ribu formasi alam baru yang terdiri dari bukit kecil, lembah dalam, dan jajaran gunung purba. Data ini penting karena area dengan permukaan kasar seperti lereng gunung atau bukit dapat memperlambat aliran es menuju laut.
Gunung dan Lembah yang Terbentuk Selama Jutaan Tahun
Dalam publikasinya, peneliti menjelaskan, bentuk-bentuk dasar di bawah es Antarktika terbentuk selama jutaan tahun akibat proses pengikisan dan pergerakan gletser. Kini, dengan teknik IFPA, bentuk-bentuk itu bisa dipetakan secara menyeluruh dan jelas.
Profesor Robert Bingham, Ketua Bidang Glasiologi dan Geofisika di University of Edinburgh, menilai bahwa hasil riset ini menjadi tonggak penting dalam pemahaman tentang sejarah geologi Antartika.
"Dengan teknik ini, kami bisa mengamati untuk pertama kalinya sebaran relatif dari lanskap yang sangat bervariasi di seluruh benua," katanya.
Sementara itu, Profesor Andrew Curtis, Ketua Bidang Geosains Matematika di universitas yang sama, berpendapat bahwa kemampuan memproyeksikan informasi dari permukaan hingga ke dasar es juga memberikan cara baru untuk mempelajari benua beku ini.
"Metode ini memberikan cara baru untuk melihat serta menembus lapisan es dan penerapannya di seluruh Antarktika menunjukkan kekuatannya," jelasnya.
Peneliti berharap peta baru ini akan menjadi panduan utama untuk survei ilmiah berikutnya. Peta ini juga diharapkan dapat membantu memperkirakan bagaimana perubahan iklim akan memengaruhi lapisan es Antartika dan kenaikan permukaan laut global.
Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science dengan judul "Complex mesoscale landscapes beneath Antarctica mapped from space", 15 Januari 2025.
