Dari Thailand ke Tailan, Guru Besar Linguistik UI Angkat Bicara

ADVERTISEMENT

Dari Thailand ke Tailan, Guru Besar Linguistik UI Angkat Bicara

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 22 Jan 2026 14:00 WIB
Dari Thailand ke Tailan, Guru Besar Linguistik UI Angkat Bicara
Ilustrasi Tailan. Foto: Getty Images/iStockphoto/tawanlubfah
Jakarta -

Perubahan penulisan nama Thailand menjadi Tailan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) sempat menjadi perhatian publik. Banyak yang mempertanyakan alasan dibalik perubahan tersebut, bahkan menilai kebijakan itu ganjil.

Namun sebaliknya, keputusan ini lahir dari proses standardisasi nama geografis internasional oleh United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN), yaitu salah satu organisasi yang menata berbagai penamaan dari semua negara anggota PBB di seluruh dunia.

"Setiap negara diminta untuk melaporkan penamaan semua negara berdasarkan bahasa di negara masing-masing," ujar Prof. Dr. Multamia R.M.T. Lauder, S.S., Mse., D.E.A,seorang Guru Besar Geolinguistik Universitas Indonesia, yang terlibat proses penyusunan eksonim dalam wawancara bersama tim detikEdu, Rabu (21/01/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan dari tiap negara dikumpulkan oleh UNGEGN. Jadi setiap negara punya hak untuk menamai tempat di luar wilayahnya sesuai sistem bahasanya sendiri," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Eksonim dan Hak Bahasa Setiap Negara

Multamia menjelaskan bahwa keputusan penulisan seperti Tailan termasuk dalam kategori eksonim, yaitu penamaan tempat di luar wilayah suatu negara.

"Eksonim itu adalah hak setiap negara untuk memberi nama tempat sesuai dengan sistem ejaan dan pelafalan bahasanya," ujarnya.

Dari pengertian eksonim tersebut, perubahan ini bukanlah bentuk penyimpangan dari nama asli, melainkan wujud dari praktik linguistik internasional yang dilakukan oleh semua negara. Ia juga mencontohkan bagaimana bentuk eksonim Belanda yang secara internasional dikenal sebagai The Netherlands.

"Kok tiba-tiba dalam Bahasa Indonesia disebut Belanda? Bagaimana proses perubahannya dari The Netherlands? Memang nggak ada perubahan bunyi, nggak ada kemiripan. Ya boleh-boleh aja. Belanda itu sebetulnya kita pinjam dari Bahasa Portugis yaitu Holanda, dan kita melafalkannya sebagai Belanda," ucapnya.

Bahasa, Bunyi, dan Identitas Nasional

Perubahan penulisan Thailand menjadi Tailan tidak dilakukan sembarangan. Perubahan tersebut mengikuti kaidah fonotaktik bahasa Indonesia yaitu aturan tentang bagaimana bunyi-bunyi bahasa tersusun dalam sebuah sistem ejaan. Perlu diketahui bahwa setiap bahasa mempunyai sistem ejaan yang berbeda.

Dalam sistem bunyi bahasa Indonesia, tidak dikenal konsonan beraspirasi seperti "th-" pada awal kata Thailand maupun gugus konsonan "-nd" di akhir kata. Dengan begitu, ketika disesuaikan dengan struktur fonotaktik bahasa Indonesia, bunyi "th-" beradaptasi menjadi "t", sedangkan "-nd" beradaptasi menjadi "n" saja. Hasilnya, menjadi bentuk yang sesuai dan familiar dengan konstruksi bahasa Indonesia yaitu Tailan.

Menurut Multamia, prinsip adaptasi ini berlaku untuk semua nama negara dan juga untuk semua unsur serapan kata asing maupun kata daerah.

"Kalau ada kata asing masuk ke dalam khazanah bahasa Indonesia, ya harus tunduk dengan konstruksi bunyi bahasa Indonesia. Jadi ada aturan yang kita pegang, jadi itu bukan ngarang," katanya.

Ia menjelaskan, proses penyesuaian ini merupakan bagian dari kaidah morfofonemik bahasa Indonesia yang menjaga agar kata-kata pinjaman tetap terasa alami dan mudah diucapkan oleh penutur lokal.

Selain teknis linguistik, keputusan ini juga mencerminkan afirmasi identitas kebahasaan. Dengan menuliskan Tailan, bahasa Indonesia menunjukkan kemampuannya untuk menyerap, menyesuaikan, dan menamai dunia dengan caranya sendiri, tanpa kehilangan ciri khas fonetik dan sistem bunyinya.

Perubahan semacam ini juga menjadi simbol kedaulatan bahasa, yaitu bahasa Indonesia tidak sekadar meniru bentuk dan bunyi asing, tetapi memiliki aturan profil linguistik yang mapan berdasarkan struktur dan konstruksi bahasa.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads