Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu di Indonesia pada 2026 bakal lebih hangat. Walau demikian, kondisi iklim sebagian besar wilayah diprediksi akan normal sepanjang tahun.
Pada Januari hingga Maret, iklim Indonesia masih dipengaruhi La Nina lemah. Baru selanjutnya iklim RI diperkirakan akan netral dan stabil hingga akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah-wilayah yang Suhunya Bisa Lebih dari 28 Derajat Celsius
BMKG memperkirakan suhu udara rata-rata tahunan pada 2026 sekitar 25-29 derajat Celsius. Apabila dibanding normalnya (1991-2020), maka sebagian wilayah diprediksi lebih hangat 0,2-0,6 derajat Celsius.
Berikut ini wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami suhu lebih tinggi dan lebih rendah:
1. Suhu Lebih Tinggi (>28 Derajat Celsius)
- Sebagian selatan Sumatera
- Kalimantan Timur
- Kailmantan Tengah
- Pesisir utara Jawa
- Sebagian Papua Selatan
2. Suhu Lebih Rendah (19-22 Derajat Celsius) di Dataran Tinggi
- Bukit Barisan
- Pegunungan Latimojong
- Pegunungan Jaya
Curah Hujan 2026 di Indonesia
Melalui unggahan media sosialnya, BMKG menyebut curah hujan pada 2026 akan lebih bersahabat. Pada tahun ini, 94,7% wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan normal (1.500-4.000 mm/tahun). Sedangkan 5,1% wilayah lainnya diperkirakan mengalami curah hujan lebih tinggi dari biasanya (di atas normal).
Berikut beberapa potensi hingga antisipasi di berbagai sektor yang perlu dipersiapkan, menurut BMKG:
1. Kualitas Udara
- Kondisi: Curah hujan yang cukup akan membantu membersihkan polusi udara secara alami.
- Perlu diwaspadai: Antisipasi potensi kabut asap karena kebakaran hutan dan polusi industri ketika musim kemarau.
2. Kebencanaan
- Awal tahun (Januari-Maret): Waspada banjir dan longsor pada periode akhir La Nina lemah.
- Pertengahan tahun: Antisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan pada periode kering.
3. Kesehatan
- Kondisi: Suhu hangat dan kelembapan tinggi dapat mengakibatkan udara terasa lebih gerah dan tidak nyaman.
- Perlu diwaspadai: Genangan air pada awal tahun berpotensi meningkatkan kasus demam berdarah. Warga perlu menjaga kebersihan lingkungan.
4. Pertanian
- Potensi: Iklim mendukung peningkatan produksi. Waktu yang pas untuk optimalisasi masa tanam.
- Antisipasi: Pastikan saluran irigasi berfungsi dengan baik, khususnya di wilayah yang diperkirakan mendapat curah hujan di atas normal.
5. Perkebunan
- Potensi: Cuaca yang tak terlalu basah akan memudahkan pemanenan dan pengangkutan sawit.
- Antisipasi: Petani tebu dan tembakau perlu waspada potensi hujan yang masih turun ketika musim kemarau.
6. Air dan Energi
- Potensi: Ketersediaan air diprediksi aman untuk irigasi pertanian dan operasional PLTA.
- Antisipasi: Mengelola simpanan air dengan bijak untuk musim kemarau.
