Studi Ungkap Lava Bawah Laut Bisa Menyerap Karbon Dioksida, Begini Caranya

ADVERTISEMENT

Studi Ungkap Lava Bawah Laut Bisa Menyerap Karbon Dioksida, Begini Caranya

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Sabtu, 10 Jan 2026 16:00 WIB
Studi Ungkap Lava Bawah Laut Bisa Menyerap Karbon Dioksida, Begini Caranya
Foto: Live Science/Kawah dasar laut
Jakarta -

Laut berperan penting dalam penyerapan karbon dioksida (CO2) global. Sebuah studi baru mengungkapkan, sisa-sisa lava dari aktivitas vulkanik bawah laut bahkan bisa menyerap karbon cukup besar.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience pada 24 November 2025, para peneliti berhasil menganalisis sampel inti batuan diambil dari bawah Samudra Atlantik bagian selatan. Hasilnya, ditemukan bahwa sisa-sisa lava hasil aktivitas vulkanik di dasar laut mampu menyimpan karbon dioksida dalam skala sangat besar dan bertahan selama jutaan tahun.

Bahkan lava tersebut, bisa menyimpan karbon dioksida dua hingga 40 kali lebih banyak dibandingkan kerak atas dasar samudra. Sebelumnya, kerak bagian atas samudra dikenal sebagai penyerap karbon di laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Sisa Lava Bawah Laut Bisa Menyerap Karbon?

Penulis studi dan peneliti kerak samudra di Universitas Southampton di Inggris, Rosalind Coggon, mengatakan di bawah laut, terdapat puing-puing vulkanik yang kaya akan mineral atau biasa disebut breksi. Melalui puing-puing tersebut, peneliti bisa mengetahui bagaimana bawah laut berperan penting dalam penyerapan karbon dioksida.

ADVERTISEMENT

"Air laut mengalir melalui retakan di lava yang mendingin selama jutaan tahun dan bereaksi dengan batuan, mentransfer unsur-unsur antara samudra dan batuan. Proses ini menghilangkan CO2 dari air dan menyimpannya dalam mineral seperti kalsium karbonat di dalam batuan," ungkap Coggon, dikutip dari Live Science.

Untuk mengetahui hal ini, Coggon dan timnya, melakukan pengeboran ke dalam kerak bumi di dasar laut di Samudra Atlantik. Mereka kemudia mengumpulkan sampel sisa lava untuk diteliti.

Bahkan, tim peneliti berhasil mengumpulkan inti batuan dari kerak samudra berusia sekitar 61 juta tahun yang terdiri atas lapisan sedimen dan breksi. Inti batuan ini berpori dan rapuh, dengan pecahan yang menunjukkan pertumbuhan kalsium karbonat di ruang-ruang terbuka dan di antara fragmen batuan.

Alasan Puing Lava Bawah Laut Bisa Menyimpan Karbon Dioksida

Kemampuan breksi menyimpan karbon dioksida dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kadar karbon dioksida di laut, ketebalan lapisan breksi, serta kecepatan pergerakan lempeng tektonik di punggungan tengah samudra.

Perubahan faktor-faktor tersebut di masa lalu diduga turut memengaruhi siklus karbon dan pembentukan iklim Bumi. Para peneliti menegaskan bahwa cadangan karbon dalam puing lava ini sebelumnya belum pernah diperhitungkan.

Bagi peneliti, temuan ini membuka pemahaman baru tentang peran lava bawah laut dalam menjaga keseimbangan iklim Bumi pada masa lalu.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads