Istilah mens rea trending di mesin pencarian Google, Jumat (9/1/2026) usai stand up comedy special berjudul serupa karya komika Pandji Pragiwaksono rilis di platform streaming. Buntut materi komedinya yang digelar 2025 lalu tersebut, ia kini dipolisikan.
"Laporan itu tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan Pandji di 'Mens Rea'," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, dilansir detikPop dari CNN Indonesia, Jumat (9/1/2026).
Mens rea sendiri rupanya merupakan istilah hukum. Apa itu mens rea?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Mens Rea
Mens rea berasal dari bahasa Latin, yang secara harfiah artinya adalah pikiran bersalah. Bentuk jamak dari mens rea adalah mentes reae, dikutip dari laman Legal Information Institute (LII), Cornell Law School.
Pakar hukum dan perancang awal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia Baru Prof Sudarto mengatakan, mens rea adalah keadaan psikis seseorang ketika melakukan tindak pidana, seperti dikutip dari laman MARI News Mahkamah Agung.
Mens rea merupakan salah satu aspek dari kesalahan pidana. Kesalahan sendiri juga meliputi aspek kemampuan bertanggung jawab, yang sangat berkaitan dengan kondisi psikis normal dan matang.
Mens rea dalam konteks kesalahan dapat mewujud berbentuk kesengajaan (dolus) dan kealpaan atau kelalaian (culpa). Kesengajaan artinya pelaku mengetahui dan menghendaki terwujudnya perbuatan pidana.
Sedangkan kealpaan atau kelalaian terjadi lantaran orang bersangkutan kurang hati-hati atau tidak memperhitungkan akibat sehingga muncul tindak pidana.
Karena itu, mens rea berhubungan dengan sikap batin jahat yang ditujukan, atau setidaknya disadari, dapat menimbulkan tindak pidana. Hal ini selaras dengan pengertian mens rea menurut ahli hukum Ernst Utrecht, yakni sikap batin pelaku tindak pidana.
Contoh Mens Rea
1. Contoh Mens Rea pada Motor Pinjaman untuk Tindak Pidana
A meminjamkan motor pada B, kemudian B menggunakan motor pinjaman itu untuk menganiaya C dengan cara menabraknya. Perlu dilihat sikap batin A saat meminjamkan motor:
- Jika tidak tahu motor akan digunakan untuk tindak pidana, A tidak memiliki mens rea, maka tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
- Jika A terbukti tahu tujuan penggunaan motornya untuk tindak pidana, maka ada mens rea dan ia dapat dianggap membantu tindak pidana
2. Contoh Mens Rea Saat Mengendarai Motor Ugal-Ugalan
A mengendarai motor dengan kecepatan tinggi di jalanan pasar yang ramai hingga menabrak B sampai meninggal dunia. Kendati A tidak menabrak korban, tindakan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi di tempat ramai secara akal sehat merupakan bentuk kelalaian, sehingga:
- A memiliki mens rea berbentuk kealpaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain
- A dapat dimintai pertanggungjawaban pidana
Menentukan Mens Rea
Menetapkan mens rea seorang pelaku biasanya diperlukan untuk membuktikan kesalahan dalam persidangan pidana, di samping actus reus. Actus reus sendiri sederhananya adalah unsur fisik kejahatan, sedangkan mens rea merupakan unsur pikiran atau batin.
Penentuan ada-tidaknya tidaknya mens rea merupakan kewenangan hakim dalam proses pemeriksaan dan pembuktian di persidangan. Dalam hal ini, pihak yang berhak menilai kesalahan pidana adalah hakim, bukan penyidik atau penuntut umum.
(twu/nwk)











































