Cara Membedakan Foto AI dan Foto Asli

ADVERTISEMENT

Cara Membedakan Foto AI dan Foto Asli

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 07 Jan 2026 07:30 WIB
Cara Membedakan Foto AI dan Foto Asli
Foto: Site News
Jakarta -

Foto yang dihasilkan alat kecerdasan buatan atau foto AI kini muncul sebagai ancaman. Tak hanya menggunakan sosok palsu, orang juga kini menggunakan wajah manusia asli untuk ditempel ke badan, kegiatan, atau tempat lain dalam sebuah foto.

Masalah ini turut disorot peneliti Dr Katie Gray dari University of Reading dan rekan-rekan lantaran menimbulkan risiko keamanan.

"Wajah-wajah tersebut telah digunakan untuk membuat profil media sosial palsu, melewati sistem verifikasi identitas, dan membuat dokumen palsu," jelasnya, dilansir dari Phys.org.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gray menambahkan, masalahnya, foto AI generasi terbaru sangat realistis. Akibatnya, orang sering menilai wajah yang dihasilkan AI lebih realistis daripada wajah manusia sebenarnya.

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana cara membedakan foto AI dengan foto orang asli?

Cara Membedakan Foto AI dan Foto Asli

Cek Kesalahan pada Foto

Peneliti menjelaskan, fotoi AI biasanya menunjukkan kesalahan minor di sana-sini. Contohnya seperti gigi dan garis rambut yang janggal, serta bentuk telinga dan anting yang tidak sama atau tidak serasi.

Dikutip dari laman University of Miami, contoh lainnya yaitu:

  • Rambut terkumpul alih-alih terurai atau terlihat helaiannya secara natural
  • Rambut blur atau justru terlalu halus, tidak terurai natural
  • Gedung-gedung latar menunjukkan asimetri yang janggal atau detail yang salah atau 'ngasal'
  • Detail tungkai atau sendi seperti tekukan siku dan lutut tidak alami
  • Kelebihan atau kekurangan sendi, jari, atau lengan di tempat yang janggal
  • Tulisan pada foto blur, terdistorsi, salah ejaan, atau bukan kata-kata sebenarnya

Cek Konsistensi dan Inkonsistensi

Pakar dari University of Miami School of Communication menjelaskan, AI juga masih kesulitan untuk menjaga konsistensi visual. Di sisi lain, foto hasil AI terkadang masih terlalu konsisten sehingga jadi janggal.

Professor Lindsay Grace mencontohkan, pada foto kelas penuh mahasiswa, semua orang jadi memakai celana jeans biru, beberapa saling bertatapan padahal seharusnya semua menatap ke depan. Beberapa kaki meja juga hanya tiga buah, bukan empat.

Berikut kejanggalan lainnya dari foto AI:

  • Terlalu sempurna seperti sosok yang ditampilkan terlalu halus, mulus, glossy, atau bercahaya di area badan/wajah yang janggal
  • Wajah sempurna, tetapi benda-benda di latar punya bentuk yang janggal, tidak realistis, atau terlalu realistis, dengan cahaya yang tidak alami pada titik-titik tertentu

Cek Foto AI atau Asli Pakai Tools

Google reverse search alias mencari foto orang dengan Google Image juga bisa digunakan untuk mengecek apakah foto seseorang dipakai untuk catfish atau pemalsuan identitas. Opsi lainnya yaitu:

  • Sightengine
  • AI or Not
  • TinEye

Latihan Deteksi Pakai AI agar Jeli

Dalam laman Penn Enginering, University of Pennsylvania dijelaskan, AI tools seperti thispersondoesnotexist.com bisa dicoba untuk melatih kejelian untuk membedakan foto AI dan foto asli.

Situs pembuat foto palsu tersebut dimotori deep learning model Generative Adversaliar Network (GAN) yang dikembangkan NVIDIA, StyleGAN. Dilatih dengan ribuan foto asli, tools ini menghasilkan foto AI yang mirip asli.

Namun, dari hasil situs ini, tetap ada cara membedakan foto AI dengan foto asli. Contohnya seperti susunan gini yang tidak pas, pantulan cahaya pada mata yang tidak sejajar atau tidak pas, serta latar belakang tempat yang janggal atau terlalu palsu.

Selaras, berdasarkan riset Gray dan rekan-rekan yang dipublikasi pada jurnal Royal Society Open Science (2025), berlatih 5 menit saja cukup ampuh meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi wajah-wajah palsu buatan software AI StyleGAN3.

Pada latihan tersebut, pengamat diminta membedakan foto-foto yang asli dan buatan AI dari berbagai latar etnis dan jenis kelamin. Foto orang kulit putih lebih mudah teridentifikasi sebagai foto AI lantaran banyak 'sumber belajar' software AI mengambil foto asli orang-orang kulit putih.

Sementara itu, orang masih kesulitan mengidentifikasi foto AI etnis lainnya. Di samping itu, foto yang hiperrealistis masih diartikan sebagai foto asli, padahal tidak selalu begitu.




(twu/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads