7 Penemuan Penting pada 2025, Termasuk Superkomputer Tercepat di Dunia

7 Penemuan Penting pada 2025, Termasuk Superkomputer Tercepat di Dunia

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 04 Jan 2026 08:00 WIB
7 Penemuan Penting pada 2025, Termasuk Superkomputer Tercepat di Dunia
Penampakan di Planet Mars. Foto: (NASA)
Jakarta -

Selama 2025, ada banyak penemuan baru di dunia sains, mulai dari spesies baru, munculnya kembali spesies langka, hingga penemuan terkait dinosaurus.

Beberapa di antara penemuan penting pada tahun lalu adalah sederet hal di bawah ini. Adakah penemuan yang kira-kira menarik untukmu, detikers?

7 Penemuan Penting Selama 2025

1. Superkomputer Tercepat di Dunia

Pada Januari, superkomputer tercepat di dunia diresmikan di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore di California. Dinamai sebagai El Capitan, komputer ini adalah komputer ketiga yang pernah mencapai kecepatan komputasi exascale dengan performa puncaknya 2,79 exaFLOPS (2,79 kuintiliun perhitungan per detik).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Superkomputer ini akan digunakan untuk mengatur persediaan senjata nuklir Amerika dan meneliti desain senjata nuklir baru. Konstruksinya dimulai pada Mei 2023 dan menelan biaya $600 juta saat itu.

2. Pergeseran Planet

Pada Januari lalu diungkap, 2024 adalah tahun kalender pertama yang tercatat dengan suhu rata-rata global 1,6Β°C (2,8Β°F) di atas tingkat zaman pra-industri. Fakta ini terungkap hampir satu dekade setelah 195 negara mengadopsi Perjanjian Iklim Paris. Pada perjanjian ini mereka sepakat untuk mengambil langkah-langkah guna membatasi suhu global yang disebabkan oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia, hingga 1,5Β°C di atas rata-rata zaman pra-industri.

ADVERTISEMENT

Kemudian pada tahun yang sama, pada Juni, para ilmuwan mengumumkan pengasaman laut telah melampaui batas yang dapat ditangani planet Bumi. Ini adalah batas ketujuh dari sembilan batas planet yang telah kita lampaui sejak 2009. Jika kita melewati kesembilan batas tersebut, maka dapat timbul keruntuhan lingkungan.

3. Terobosan dalam Bidang HIV

Jalan menuju potensi penyembuhan HIV terungkap pada Mei ketika para peneliti di Melbourne, Australia, mengumumkan mereka telah menemukan cara untuk memaksa virus keluar dari sel manusia. Sebelum penemuan mereka, salah satu tantangan utama dalam pengobatan HIV adalah kemampuannya untuk menyembunyikan diri di dalam sel darah putih, yang berarti virus tersebut dapat aktif kembali kapan saja.

Para peneliti menggunakan teknologi mRNA untuk membuat virus bisa terlihat. Terobosan ini sebelumnya dianggap mustahil.

Hampir 40 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV dan harus minum obat untuk menekan virus agar tidak menularkannya. Para peneliti juga berpikir penemuan mereka dapat membantu mengobati penyakit lain yang melibatkan sel darah putih, termasuk kanker.

4. Tanda-tanda Kehidupan di Mars

Sebuah studi mendetail tentang 'bintik macan tutul' pada batuan Mars mengungkap, pola rumit tersebut adalah tanda kehidupan paling jelas yang pernah ditemukan di Mars. Hal ini dijelaskan oleh pelaksana tugas administrator NASA, Sean Duffy, pada September.

Batuan tersebut, yang diperkirakan berusia sekitar 3,5 miliar tahun, ditemukan oleh wahana penjelajah Perseverance milik NASA selama eksplorasinya di Kawah Jezero pada Juli 2024.

Dikutip dari BBC Science Focus, sejak saat itu para ilmuwan planet telah mencoba mencari tahu apa yang mengakibatkan tanda-tanda tersebut. Teori utamanya adalah tanda-tanda itu berasal dari mikroba purba di Mars.

5. Hamburan Neutrino Teramati

Pada Juli, sebuah efek yang melibatkan neutrino (partikel dasar) akhirnya teramati setelah 50 tahun pencarian. Pertama kali diteorikan pada 1974, hamburan neutrino-inti elastis koheren (CEvNS), di mana neutrino tersebar secara koheren dalam reaktor nuklir terhadap inti atom (bukan reaktor), menciptakan rekoil nuklir yang sangat kecil.

Para ilmuwan mengatakan, mengukur hal ini mirip dengan mencoba menentukan perubahan gerak mobil yang bergerak setelah memantulkan bola pingpong di atasnya.

Namun, sebuah detektor di Swiss kini telah menangkap CEvNS dengan kejelasan yang belum pernah ada sebelumnya. Detektor tersebut dapat memiliki aplikasi yang ampuh, termasuk mengungkap gaya atau partikel baru yang hanya berinteraksi dengan neutrino.

6. Rekaman Pertama Embrio Manusia

Untuk pertama kalinya terekam kamera, momen embrio manusia menanamkan dirinya ke dalam rahim buatan. Kabar ini datang pada September.

Para peneliti yang mengambil gambar tersebut berharap dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang proses tersebut dan dapat membantu meningkatkan hasil kesuburan, baik dalam konsepsi alami maupun fertilisasi in vitro (IVF).

7. Alam Semesta Melambat

Sesuai dengan teori yang telah diketahui sebelumnya, alam semesta sedang mengembang. Namun, kemudian juga diketahui laju percepatannya secara bertahap menurun.

Pada Juni, anggota Proyek Kosmologi Supernova menerbitkan analisis baru yang tampaknya memperkuat temuan pada bulan Maret itu.

Jika ekspansi alam semesta memang melambat, konsekuensinya akan sangat besar. Para ilmuwan mungkin terpaksa meninjau kembali model standar fisika partikel yang sudah mapan.

Terlebih lagi, lintasan tersebut mengisyaratkan kemungkinan skenario baru tentang akhir dari alam semesta kapan pun itu terjadi, yakni sebuah 'Big Crunch' yang dahsyat di mana ekspansi akhirnya berbalik dan seluruh kosmos runtuh.




(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads