- 11 Budaya Dunia yang Tak Rayakan Tahun Baru di 1 Januari 1. Tahun Baru Imlek (Chinese New Year) 2. Tahun Baru Korea (Seollal) 3. Tahun Baru Saka (Hari Raya Nyepi) 4. Tahun Baru Persia/Iran (Nowruz) 5. Tahun Baru Telugu dan Kannada, India Selatan (Ugaadhi) 6. Tahun Baru Sinhala, Sri Lanka (Aluth Avurudda) 7. Tahun Baru Tamil (Puthandu) 8. Tahun Baru Marwari dan Gujarati (Diwali) 9. Tahun Baru Yahudi (Rosh Hashanah) 10. Tahun Baru Islam (Ra's as-Sanah al-Hijriyah) 11. Tahun Baru Suku Murador, Australia (Murador New Year)
Tahun Baru di kalender Gregorian atau Masehi yang dipakai global jatuh setiap 1 Januari. Namun, ternyata, tidak semua budaya di dunia memulai tahun baru pada 1 Januari. Ada yang April?
Beberapa negara dan komunitas memiliki sistem penanggalan sendiri, baik berbasis perhitungan Bulan (lunar), Matahari (solar), maupun kombinasi keduanya. Salah satu yang paling terkenal yaitu Tahun Baru Imlek yang jatuh sekitar akhir Januari atau Februari.
Selain Imlek, ada juga Tahun Baru Saka atau yang dikenal dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Berikut 11 budaya di dunia yang merayakan tahun baru di luar 1 Januari, dilansir SBS News.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
11 Budaya Dunia yang Tak Rayakan Tahun Baru di 1 Januari
1. Tahun Baru Imlek (Chinese New Year)
Tahun Baru Imlek dirayakan sekitar akhir Januari atau Februari. Biasanya Tahun Baru Imlek menandai awal musim semi dalam kalender Lunar China.
Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi bagi-bagi angpau merah, sajian kue bulan, tarian naga, dan pesta keluarga besar. Tahun baru ini juga dikenal dengan perayaan Spring Festival.
2. Tahun Baru Korea (Seollal)
Biasanya bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, Seollal dirayakan selama tiga hari di Korea Selatan. Warga mengenakan hanbok, menyajikan makanan leluhur lewat upacara charye, dan berkumpul bersama keluarga besar untuk memberi hormat pada orang tua.
3. Tahun Baru Saka (Hari Raya Nyepi)
Tahun Baru Saka bagi umat Hindu termasuk masyarakat Bali dirayakan dengan cara berbeda yaitu sehari penuh keheningan total. Saat Nyepi di Bali, bandara tutup, jalanan sepi, dan warga berdiam diri untuk introspeksi diri. Malam sebelumnya, diadakan upacara api (ogoh-ogoh) sebagai simbol membakar hal buruk.
4. Tahun Baru Persia/Iran (Nowruz)
Tahun Baru Persia jatuh setiap sekitar 20 Maret, bertepatan dengan titik ekuinoks musim semi. Dirayakan oleh masyarakat Iran, Zoroastrian, dan Baha'i.
Nowruz identik dengan simbol kesegaran, yaitu adanya telur berwarna, biji kecambah, dan sup mi Ash-e Reshteh. Tradisi "spring cleaning" juga menjadi bagian penting perayaannya.
5. Tahun Baru Telugu dan Kannada, India Selatan (Ugaadhi)
Warga di negara bagian Karnataka, Telangana, dan Andhra Pradesh merayakannya di awal April dengan pakaian baru, kembang api, dan hidangan khas Ugaadhi pachadi (saus mangga manis-asam yang melambangkan rasa hidup).
6. Tahun Baru Sinhala, Sri Lanka (Aluth Avurudda)
Dirayakan pada 14 April, bertepatan dengan pergerakan matahari di atas Sri Lanka. Momen ini menandai akhir musim panen. Warga menyiapkan kue minyak kavum, menyambut tamu tanpa memandang status sosial, dan berpartisipasi dalam lomba tradisional seperti balap kereta sapi.
7. Tahun Baru Tamil (Puthandu)
Tahun Baru Tamil jatuh pada 14 April, Puthandu dirayakan di Tamil Nadu (India Selatan) dan komunitas Tamil di Sri Lanka, Malaysia, serta Singapura. Warga membuat kolam (gambar dari tepung beras di depan rumah), memakai baju baru, dan berbagi hidangan manis.
8. Tahun Baru Marwari dan Gujarati (Diwali)
Meski dikenal sebagai Festival Cahaya, bagi masyarakat Marwari dan Gujarati, Diwali juga menandai awal tahun baru. Mereka berdoa kepada Dewi Lakshmi, dewi kemakmuran, serta menyalakan lampu minyak sebagai simbol kemenangan cahaya atas kegelapan.
9. Tahun Baru Yahudi (Rosh Hashanah)
Dirayakan pada awal musim gugur (biasanya September-Oktober), Rosh Hashanah menandai awal ciptaan dunia menurut kitab Kejadian. Tradisinya meliputi doa di sinagoga, tiupan shofar (tanduk domba), dan menyantap apel dengan madu sebagai lambang tahun yang manis.
10. Tahun Baru Islam (Ra's as-Sanah al-Hijriyah)
Tahun Baru Islam dimulai pada 1 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Hari tersebut memperingati hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Perayaan dilakukan dengan doa, dzikir, dan kegiatan keagamaan, biasanya tanpa pesta besar, tetapi tetap khidmat.
11. Tahun Baru Suku Murador, Australia (Murador New Year)
Suku Murador, penduduk asli Australia Barat, dahulu merayakan Tahun Baru mereka sekitar 30 Oktober bersamaan dengan pergantian musim. Hari itu menjadi waktu untuk berdamai, bersyukur, dan mempererat persahabatan. Walau suku ini kini punah, tradisi mereka masih dikenang lewat peninggalan budaya dan lukisan batu.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































