Ilmuwan Temukan Praktik Pemakaman Era Romawi, Diplester 'Semen'

Ilmuwan Temukan Praktik Pemakaman Era Romawi, Diplester 'Semen'

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 28 Des 2025 20:00 WIB
Ilmuwan Temukan Praktik Pemakaman Era Romawi, Diplester Semen
Foto: Seeing the Dead Project/University of York and York Museums Trust/Para peneliti menemukan sidik jari dan bekas seret jari pada plester di sebuah makam Romawi.
Jakarta -

Di Yorkshire, Inggris, para arkeolog berhasil menemukan sidik jari dari ribuan tahun lalu yang masih jelas terlihat pada gips cair yang dioleskan ke jenazah pada era Romawi. Seperti apa jejaknya?

Sidik jari yang ditemukan, diduga merupakan salah satu praktik pemakaman era Romawi di wilayah Britania sekitar 1.800 tahun lalu. Praktik tersebut yakni dengan membuat campuran bahan untuk plester dan mengoleskannya ke seluruh tubuh jenazah.

Praktik ini terungkap berkat sidik jari yang ditemukan di sebuah makam kuno di wilayah Yorkshire.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jejak-jejak yang baru ditemukan ini mengungkapkan pendekatan langsung terhadap praktik pemakaman pada abad ketiga dan keempat Masehi," kata para arkeolog, dikutip dari Live Science.

Plester Semen Terbuat dari Bahan Apa?

Tim peneliti proyek 'Seeing the Dead' di Universitas York, Inggris, telah menyelidiki praktik misterius penggunaan gips cair untuk mengisi peti mati batu dan timah milik orang-orang yang hidup di Yorkshire selama Kekaisaran Romawi.

ADVERTISEMENT

Mereka menemukan sedikitnya 70 makam gips cair. Salah satunya sebuah sarkofagus batu yang ditemukan pada tahun 1870-an yang belum pernah dipelajari secara menyeluruh sebelumnya.

"Ketika kami mengangkat selubung dan mulai membersihkan serta melakukan pemindaian 3D, kami menemukan jejak tangan dengan jari-jari dan sangat terkejut," kata Maureen Carroll , seorang arkeolog Romawi di Universitas York dan peneliti utama proyek Seeing the Dead.

Mereka menemukan penggunaan gipsum sebagai plester. Gipsum adalah mineral berbasis kalsium yang merupakan bahan utama dalam plester dan semen kuno.

Caranya yakni dengan memanaskan gipsum dan dicampur dengan air, sehingga menghasilkan cairan kental. Setelah itu, dituangkan ke atas mayat dan mengeras.

Plester tersebut meninggalkan lapisan seperti cetakan jenazah, mirip dengan cetakan di Pompeii.

Sidik Jari Mengubah Persepsi Bahan Semen

Dengan asumsi awal penggunaan gips cair yang dipanaskan, temuan sidik jari mengubah persepsi. Sebab, keberadaan sidik jari menunjukkan campuran gips kemungkinan berupa pasta lunak yang dihaluskan dengan tangan di dalam peti.

Gips dioleskan hingga sangat dekat dengan tepi peti sehingga sidik jari baru terlihat setelah cetakan diangkat. Proses ini terjadi tepat sebelum tutup peti ditutup dan peti yang tertanam di tanah selamanya dikubur.

Gips yang mengeras membentuk rongga negatif di sekitar tubuh yang membusuk, mempertahankan kontur jenazah serta jejak kain pembungkusnya hingga kini.

Adapun sidik jari yang ditemukan cukup tersembunyi di tepi peti mati, sehingga peneliti menduga adanya pelaksanaan upacara pemakaman Romawi serta kontak yang sangat pribadi antara orang Romawi dengan jenazah.

Misalnya, apakah dengan pengurus jenazah atau anggota keluarga yang terakhir kali menyentuh jenazah tersebut. Untuk melanjutkan hipotesis ini, peneliti bakal mengekstrak sisa-sisa DNA potensial dari sidik jari.

Mereka berharap bisa menemukan bukti lain meski itu sangat kecil kemungkinannya.

"Kami berharap dapat mengekstrak sisa-sisa DNA potensial dari sidik jari untuk diperiksa di Institut Francis Crick di London," kata Carroll.

"Kemungkinannya kecil, tetapi "skenario terbaiknya adalah kita mungkin dapat menyimpulkan jenis kelamin genetik, yang akan menjadi hasil yang luar biasa!" imbuhnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads