Ahli Revisi Sebagian Kronologi dalam Sejarah Mesir Kuno

ADVERTISEMENT

Ahli Revisi Sebagian Kronologi dalam Sejarah Mesir Kuno

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Kamis, 25 Des 2025 20:00 WIB
Ahli Revisi Sebagian Kronologi dalam Sejarah Mesir Kuno
Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Jakarta -

Para arkeolog menyusun ulang sebagian kronologi dalam sejarah Mesir kuno. Bagaimana para ahli akhirnya mulai menyusun ulang timeline sejarah tersebut, penjelasannya berikut ini.

Salah satu peristiwa vulkanik paling dahsyat dalam 10.000 tahun terakhir terjadi di pulau Thera (Santorini) di Laut Aegea, Yunani. Namun, para peneliti telah lama memperdebatkan apakah peristiwa itu terjadi pada akhir abad ke-17 atau ke-16 SM.

Abu dari letusan menyebar ke sebagian besar wilayah Mediterania timur, mendorong para arkeolog untuk mempertanyakan bagaimana peristiwa dramatis ini selaras dengan kronologi Mesir kuno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah tim peneliti dari Universitas Ben-Gurion di Negev dan Universitas Groningen kini telah memberikan data penanggalan radiokarbon pertama yang berkaitan dengan Raja Ahmose, penguasa yang dikenal karena menyatukan kembali Mesir Hulu dan Hilir serta mendirikan Kerajaan Baru.

Hasil penelitian mereka menunjukkan letusan Santorini terjadi sebelum Kerajaan Baru, sehingga ditempatkan pada Periode Menengah Kedua. Penghitungan waktu yang baru ini sangat mendukung garis waktu Mesir Hilir untuk awal Dinasti ke-18. Pergeseran waktu tersebut kemudian membentuk kembali pemahaman tentang interaksi Mesir dengan budaya-budaya di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Bagaimana Para Ahli Menemukannya?

Dikutip ScienceDaily, dua peneliti dalam studi ini, Prof Hendrik J Bruins dari Jacob Blaustein Institutes for Desert Research di Kampus Sylan Adams Sde Boker BGU dan Prof. Johannes van der Plicht dari Universitas Groningen memperoleh akses khusus untuk mengamati kumpulan artefak terpilih yang meliputi bata lumpur dari kuil Ahmose, kain kafan pemakaman, serata 'shabti' kayu dari makam-makam di Thebes. Mereka menemukan benda-benda berharga tersebut di British Museum dan Petrie Museum, London.

Kemudian peneliti melakukan penanggalan radiokarbon pada artefak tersebut, hasilnya menunjukkan kumpulan artefak tersebut berasal dari masa setelah terjadinya letusan Thera. Artinya, letusan vulkanik dahsyat itu tidak berasal, atau bahkan terjadi jauh sebelum masa pemerintahan Ahmose I, seorang pemimpin Mesir kuno yang terkenal karena jasanya menyatukan antara Mesir Hulu danHilir pada dinasti ke-18.

Analisis sampel menunjukkan letusan besar tersebut tidak terjadi selama Kerajaan Baru Mesir, seperti yang dikatakan oleh beberapa interpretasi sebelumnya. Sebaliknya, letusan tersebut terjadi lebih awal pada Periode Menengah Kedua. Penanggalan radiokarbon untuk peristiwa Santorini jauh lebih tua daripada penanggalan radiokarbon pertama yang diperoleh dalam artefak yang terkait dengan Firaun Ahmose dan artefak dari Dinasti ke-17 hingga awal Dinasti ke-18.

"Temuan kami menunjukkan bahwa Periode Menengah Kedua berlangsung jauh lebih lama daripada perkiraan tradisional, dan Kerajaan Baru dimulai lebih lambat," kata Prof. Hendrik J Bruins.

Penulis merupakan peserta program Magang Hub Kemnaker di detikcom.




(nah/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads