Tumbuhan Rafflesia hasseltii sempat menjadi perbincangan karena klaim sepihak dari Universitas Oxford atas penemuannya. Kini, Oxford telah menyebut ilmuwan dari Indonesia yang juga terlibat.
Di samping viralnya penemuan flora satu ini, ternyata ada banyak keunikan dan misteri yang belum terungkap soal Rafflesia hasseltii. Hal ini disampaikan oleh pakar botani dari Universitas Airlangga (Unair) Prof Hery Purnobasuki Msi PhD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehidupan Rafflesia hasselti Bergantung pada Inang
Menurut Hery, penemuan tersebut membuka rasa penasaran para ilmuwan terhadap habitat tanaman langka endemik itu. Pasalnya, Rafflesia hasseltii merupakan tanaman yang hidup bergantung pada inangnya.
"Bunga atau tanaman Rafflesia ini merupakan tanaman parasit yang menumpang pada tanaman lain. Dan Indonesia memiliki iklim yang sangat cocok bagi pertumbuhannya," kata Hery dikutip dari laman Unair, Minggu (30/11/2025).
Hery menjelaskan, jenis tanaman ini menjadi parasit pada tanaman yang merambat. Rafflesia hasseltii tidak menampakkan kemampuan fotosintesis dan struktur organ daunnya.
Tumbuh di Habitat yang Spesifik
Mereka mendapatkan nutrisi dari jaringan tumbuhan inang. Ditambah dengan habitatnya yang sangat spesifik, membuat Rafflesia hasseltii semakin sulit ditemui.
Hanya ada 13-14 spesies Rafflesia di Indonesia saat ini. Adapun jenis Rafflesia hasseltii ini berjumlah sedikit dibandingkan Rafflesia arnoldii yang sudah banyak diketahui masyarakat.
"Ia hanya dapat bertahan pada kawasan yang minim polusi dan tidak banyak tersentuh aktivitas manusia. Karena itu, bunga ini sangat jarang terlihat oleh masyarakat umum," jelasnya.
Reproduksi Rafflesia hasseltii Masih Menjadi Misteri
Hery meluruskan, Rafflesia hasseltii bukanlah penemuan baru. Jenis Rafflesia ini telah ditemukan tetapi jarang karena langka.
"Secara morfologi, pengamat dapat mengenali kuncup Rafflesia sejak awal. Warga memberi informasi, kemudian praktisi memantau hingga bunganya mekar. Jadi bukan ditemukan tiba-tiba," tegas Hery.
Sementara itu, para pakar masih belum sepenuhnya mengetahui proses reproduksi dan penyebaran embrio Rafflesia. Karenanya,sumber penyebaran tumbuhan ini masih menyisakan pertanyaan.
"Bunga jantan dan betina Rafflesia terpisah. Untuk terjadi pembuahan, pasti ada perantara. Namun, bagaimana embrio masuk ke jaringan inangnya masih menjadi misteri besar," ungkapnya.
Alih Fungsi Habitat Jadi Ancaman
Indonesia dikenal sebagai salah satu dari negara megabiodiversitas di dunia, yakni dengan keanekaragaman hayati sangat kaya. Namun, ancaman alih fungsi lahan menjadi momok bagi kelangsungan tanaman langka seperti Rafflesia hasseltii.
Di samping perlindungan habitat, Hery juga menyarankan teknik kultur Rafflesia. Teknik tersebut menurutnya bisa dicoba untuk mengembangbiakkan tumbuhan ini.
"Kalau ini dianggap kekayaan, maka harus dipertahankan, bukan sekadar diumumkan. Perlu keterlibatan banyak pihak untuk melindungi habitatnya," tegas Hery.
(cyu/twu)











































