Mengenal Olahraga Bulu Tangkis: Sejarah, Perlengkapan, dan Teknik Dasar

Mengenal Olahraga Bulu Tangkis: Sejarah, Perlengkapan, dan Teknik Dasar

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Jumat, 09 Des 2022 07:00 WIB
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti (kanan) dan Apriyani Rahayu (kiri) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis ganda putri Thailand pada final bulu tangkis beregu putri SEA Games 2021 Vietnam di Bac Giang Gymnasium, Vietnam, Rabu (18/5/2022). Tim bulu tangkis beregu putri Indonesia meraih medali perak setelah kalah dari Thailand dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww.
Foto: ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU
Jakarta -

Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok permainan. Permainan bulu tangkis bisa dimainkan di dalam maupun di luar lapangan, di atas permukaan lapangan dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu.

Lapangan bulu tangkis dibagi menjadi dua bagian sama besar dan dipisahkan oleh net yang tergantung di tiang net yang ditancapkan di pinggir lapangan. Alat yang digunakan adalah sebuah raket sebagai alat pemukul dan kok (shuttlecock) sebagai bola yang dipukul, demikian dikutip dari buku Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan oleh Drs Muhajir, MEd.

Permainan ini dimulai dengan cara menyajikan bola atau servis dari petak servis kanan ke petak servis kanan lawan, sehingga lintasan bola menyilang. Permainan bulu tangkis umumnya dimainkan oleh minimal dua orang yang saling berhadapan atau orang empat orang pemain, yang artinya dua orang melawan dua orang.

Sejarah Bulu Tangkis

Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani oleh Tri Hananto Budi Santoso, SPd dan Tim Penjas, olahraga bulu tangkis adalah permainan yang berasal dari India dan dinamai dengan Poona. Permainan ini dikembangkan oleh tentara Inggris, selepas mereka kembali dari India.

Pada tahun 1837, permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke of Beaufort di Badminton Gloucestershire. Oleh karena itu, permainan ini kemudian dinamakan badminton atau dalam bahasa Indonesia disebut bulu tangkis.

Permainan bulu tangkis berkembang ke seluruh dunia sejak abad ke-17, terutama Eropa, India, Dan Tiongkok. Namun, perkembangan yang paling menonjol di Eropa adalah Inggris, sehingga orang-orang Inggris-lah yang menciptakan peraturan-peraturan permainan dan membentuk persatuan bulu tangkis tingkat nasional.

Sejalan dengan meluasnya perkembangan bulu tangkis, tercetuskanlah sebuah ide untuk membentuk organisasi bulu tangkis internasional yang menjadi wadah kegiatan-kegiatan permainan bulu tangkis dunia. Perkumpulan olahraga bulu tangkis sedunia dibentuk dengan nama International Badminton Federation (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934.

Badan bulu tangkis internasional tersebut menyelenggarakan kejuaraan beregu putra antar negara pertama pada tahun 1948-1949 yang disebut dengan Thomas Cup, sedangkan untuk kejuaran beregu putri disebut Uber Cup yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1956-1957.

Selain itu, pada tahun 1989 diselenggarakan kejuaran bulu tangkis beregu campuran antar negara yang dinamakan Sudirman Cup.

Di Indonesia sendiri, olahraga bulu tangkis baru berkembang pada tanggal 5 Mei 1951, dengan dibentuknya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Para pemain bulu tangkis Indonesia bermunculan dan menjuarai berbagai kejuaraan. Misalnya, Tan Joe Hok, pemain bulu tangkis Indonesia yang memperkuat regu bulu tangkis Indonesia yang berhasil menjuarai Thomas Cup pada tahun 1958.

Perlengkapan Bulu Tangkis

Perlengkapan yang dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis, seperti dikutip dari buku Mahir Bulu Tangkis oleh Hermawan Aksan dan buku Badminton for All oleh Dr.Angga Indra Kusuma, SPd antara lain sebagai berikut.

1. Lapangan

Sejumlah pebulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung (kanan), Stephanie Widjaja (kedua kanan) dan Putri Kusuma Wardani (kiri) berlatih dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (19/4/2022). PBSI menargetkan tim bulu tangkis Indonesia meraih tiga medali emas dalam SEA Games Vietnam pada Mei mendatang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.Sejumlah pebulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung (kanan), Stephanie Widjaja (kedua kanan) dan Putri Kusuma Wardani (kiri) berlatih dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (19/4/2022). PBSI menargetkan tim bulu tangkis Indonesia meraih tiga medali emas dalam SEA Games Vietnam pada Mei mendatang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Panjang lapangan adalah 13,4 meter dan lebar 6,1 meter untuk ganda dan 5,18 meter untuk tunggal. Wilayah servis ditandai dengan garis membagi dua lapangan dan garis yang melintas sejauh 1,98 meter dari net.

Untuk ganda, bidang servis dibatasi juga oleh garis di bagian belakang, berjarak 0,76 meter dari garis belakang. Garis-garis lapangan mempunyai ketebalan 40 mm dan warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning.

2. Net (Jaring)

Net dibuat dari bahan katun berwarna gelap dengan lebar 0,76 meter dan panjang 6,10 meter. Pita putih selebar 3,8 cm pada sisi atas membatasi atas net. Bagian atas net sampai 15 cm dari pita harus cukup kuat agar tidak tembus shuttlecock yang dipukul keras.

Tinggi net di tempat tiang net 1,55 meter dan di tengah-tengah minimal 1,524 meter.

3. Raket dan Senar

Raket dibuat dari kayu, aluminium, logam ringan, atau serat karbon (plastic bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap bentukan, ringan, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Panjang keseluruhan raket tidak lebih dari 68 cm dan lebarnya tidak lebih dari 23 cm, serta berat raket kurang dari 150 gram.

Di samping itu, salah satu bagian raket yang perlu diperhatikan adalah senar raket. Senar untuk raket biasanya terbuat dari bahan nilon, usus, dan bahan sintetis. Diameter senar bervariasi mulai dari ukuran 0,59 mm sampai 0,7 mm.

Bahan dasar senar merupakan hal dasar untuk menentukan kualitas senar, sedangkan untuk ukuran senar semakin tipis ukuran senar maka cenderung lebih mudah putus namun akan memberikan pengalaman bermain yang lebih baik daripada senar yang tebal.

Sebagai tambahan, para atlet profesional dapat membawa 10 raket yang sama pada saat pertandingan untuk mengantisipasi senar putus saat dalam permainan. Sebagian besar pemain menggunakan string 0,60 - 0,68 mm dengan tarikan 30-35 lbs. Hal ini bertujuan, menghasilkan kombinasi raket yang pas untuk menghasilkan kekuatan dan control yang baik.

4. Kok (Shuttlecock)

Badminton shuttlecockBadminton shuttlecock Foto: Getty Images/iStockphoto/JanPietruszka

Bola bulu tangkis terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus dan dilapisi kulit tipis dan kuat.

Pada bagian gabus ditancapkan 14 hingga 16 helai bulu unggas yang berdiri melingkar sepanjang pinggir gabus adalah 25-28 mm. Diameter ujung atas dari bulu adalah 54-56 mm dan harus diikat dengan benang atau bahan lain yang kuat.

Tinggi bulu dari permukaan gabus rata hingga ujung atas bulu 64-74 mm dan berat keseluruhan dari kok adalah 4,73-5,50 gram.

5. Sepatu dan Kostum

Sepatu atlet bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkeraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik menarik, dan teknologi penyebaran guncangan untuk melompat. Hal ini dikarenakan, olahraga bulu tangkis mengakibatkan ketegangan pada lutut dan pergelangan kaki.

Kostum untuk atlet yang dikenakan berupa celana dan kaos yang sebaiknya cukup longgar sehingga memudahkan gerakan.

Teknik Dasar Bermain Bulu Tangkis

Untuk bisa bermain bulu tangkis dengan baik, terlebih dahulu mempelajari berbagai teknik dasar, seperti dikutip Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas SMA/MA Kelas 10 oleh Damar Pamungkas, SPd Or,MPd dan buku Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan oleh Drs Muhajir, M Ed.

Teknik-teknik dasar bermain bulu tangkis adalah sebagai berikut:

1. Teknik Memegang Raket (grips)

Teknik memegang raket dalam bulu tangkis dibedakan menjadi empat macam:

a. American Grip (pegangan geblok kasur)

Cara pegangan ini mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian, ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.

b. Backhand Grip (pegangan backhand)

Cara pegangan ini adalah mula-mula raket dipegang dalam posisi miring. Pada saat memegang raket ibu jari berada di bagian belakang tangkai raket, sedangkan jari-jari tangan diletakkan di bagian belakang.

c. Forehand Grip (pegangan Inggris)

Cara pengangan ini adalah raket dipegang dalam posisi miring. Kemudian, bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan pegangan raket yang kecil dan sempit.

d. Combination Grip

Cara pegangan ini lazim dinamakan shakehand grip atau pegangan berjabatan tangan. Caranya hampir sama dengan pegangan Inggris. Bedanya, setelah raket dimiringkan, tangkai raket dipegang dengan cara ibu jari melekat pada bagian yang dalam sedangkan jari-jari lain melekat pada bagian dalam yang lebar.

2. Teknik Pukulan

Berbagai jenis pukulan dalam permainan bulutangkis, antara lain sebagai berikut:

a. Servis

Pukulan servis, yaitu pukulan sajian bola pertama yang dilakukan pada awal permainan, dengan tujuan untuk memperoleh nilai. Sebelum melakukan servis, pemain akan terlebih dahulu melihat tipe permainan lawan. Kalau lawan mempunyai tipe permainan keras, sebaiknya tidak melakukan servis tinggi. Seorang pemain bulu tangkis harus menguasai berbagai jenis pukulan servis. Adapun jenis-jenis pukulan servis itu adalah sebagai berikut.

  • Servis Pendek (short service)

Servis pendek dapat dilakukan secara forehand atau backhand. Pukulan diusahakan bola serendah mungkin dengan ketinggian net sehingga lawan akan mengalami kesulitan dalam

  • Servis Tinggi (lob service)

Servis ini dilakukan dengan pukulan yang keras dan bola diusahakan berjalan melambung tinggi kemudian bola sampai di garis belakang. Servis tinggi bisa dilakukan secara forehand dan backhand.

b. Pukulan Lob (clear)

Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulu tangkis yang dilakukan dengan tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin dan mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua acara, yaitu sebagai berikut:

  • Overhead lob, yakni pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
  • Underhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah badan dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan dilambungkan tinggi ke belakang.
  • Pukulan Mendatar (drive)

Pukulan mendatar adalah pukulan raket yang jalannya shuttlecock mendatar cepat sehingga lawan akan kesulitan mengembalikan bola. Pukulan mendatar diarahkan ke arah samping kanan dan samping kiri lawan dan pukulan ini lebih banyak digunakan pada permainan ganda.

Menurut kegunaan dan arahnya, pukulan mendatar (drive) terdiri dari tiga macam, yaitu sebagai berikut.

a. Pukulan drive panjang, yaitu pukulan drive yang dihasilkan dengan cara mengarahkan shuttlecock ke daerah belakang lapangan lawan. Kegunaannya adalah untuk mendesak lawan agar tertekan ke belakang.

b. Pukulan drive setengah lapangan, yaitu pukulan yang dihasilkan dengan tujuan menjatuhkan shuttlecock ke arah tengah bagian samping lawan. Kegunaannya adalah agar lawan terpikat ke samping tengah, sehingga posisinya tergoyahkan dan dapat dengan mudah mengadakan tekanan lebih kuat lagi.

c. Pukulan drive pendek, yaitu pukulan yang dilakukan dengan mengarahkan shuttlecock agar jatuh sedekat mungkin dengan net di daerah lawan.

Nah, itu dia detikers penjelasan seputar bulu tangkis. Selamat belajar ya detikers..



Simak Video "Pandangan Taufik Hidayat Terkait Fenomena Selebriti Bulu Tangkis "
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia