4 Presiden-PM Ini Jago Matematika, Ada yang Buktikan Teori Phytagoras

4 Presiden-PM Ini Jago Matematika, Ada yang Buktikan Teori Phytagoras

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Sabtu, 03 Des 2022 19:00 WIB
mantan presiden peru Alberto Fujimori
Foto: REUTERS/Janine Costa
Jakarta -

Presiden tak harus punya latar belakang pendidikan politik atau ilmu pemerintahan. Joko Widodo, presiden ke-7 Indonesia merupakan lulusan jurusan kehutanan yang kemudian menjadi pengusaha.

Indonesia juga pernah punya pemimpin dengan latar belakang ilmuwan dalam diri BJ Habibie. Habibie dikenal sebagai ahli konstruksi pesawat terbang.

Nah, di belahan Bumi yang lain, beberapa kali muncul pemimpin negara memiliki latar belakang pendidikan matematika, bahkan ada yang bisa disebut matematikawan.

Siapa saja mereka?

1. Presiden Amerika Serikat ke-20, James A Garfield

Presiden ke-20 Amerika Serikat, James A Garfield. Garfield yang dilantik pada 4 Maret 1881 pernah mengajar matematika dan filsafat di Western Reserve Eclectic Institute (sekarang bernama Hiram College) Ohio.

Dikutip dari The Mathematical Association of America, sebelum menjadi presiden, pada 1876, ia membuktikan Dalil Pythagoras dengan cara berbeda dari cara yang ada. Bukti ini dipublikasikan di New-England Journal of Education pada 1 April 1876.

Sayangnya usia pemerintahan ahli matematika ini tak berusia lama. Ia ditembak pada 2 Juli 1881. Garfield kemudian wafat sekitar 2 bulan kemudian.

2. Perdana Menteri Prancis, Paul Painleve (1917)

Paul Painleve pernah dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri Prancis yakni pada 1917 dan 1925. Dikutip dari Britannica, Painleve membuat tesis tentang teori complex function di University of Gottingen, Jerman.

Tesis tersebut dipresentasikan di Paris pada 1887 dan pada tahun yang sama mendapatkan gelar profesor di Lille. Tak lama, ia pindah ke Paris untuk mengajar di École Polytechnique dan Collège de France.

Painleve adalah matematikawan yang cemerlang. Sejumlah penghargaan yang didapatkannya yaitu Grand Prix des Sciences Mathématiques (1890) dan Prix Bordin (1894). Ia kemudian masuk dunia politik pada 1906 dan sempat menjadi perdana menteri beberapa tahun kemudian.

3. Presiden Peru, Alberto Fujimori (1990-2000)

Alberto Fujimori memperoleh gelar di bidang teknik agronomi di universitas bergengsi Agrarian National University dan lulus dengan nilai terbaik di kelasnya. Namun kemudian mengajar matematika di universitas tersebut.

Berbekal beasiswa Ford, ia kemudian melanjutkan studinya di di University of Wisconsin-Milwaukee., Amerika Serikat tapi bukan mengambil jurusan agronomi. Gelar master dalam bidang matematika diraihnya pada 1969.

Fujimori kemudian menjadi Presiden Peru pada 1990-2000.

4. Presiden Afrika Tengah, Faustin Touadera (2016)

Touadera terpilih menjadi Presiden Afrika Tengah pada 2016. Sebelumnya, ia menjabat sebagai perdana menteri.

Touadera merupakan doktor matematika lulusan Lille University of Science and Technology, Prancis pada 1986.



Simak Video "Respons Kaesang Dicecar Wartawan soal Terjun ke Politik"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia