Peneliti Temukan Spesies Baru Beruang Air, Bisa Hidup di dalam Usus Siput!

Peneliti Temukan Spesies Baru Beruang Air, Bisa Hidup di dalam Usus Siput!

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Sabtu, 03 Des 2022 16:00 WIB
Beruang air
Foto: Zoological Studies
Jakarta -

Detikers pernah dengar tentang beruang air? Hewan ini juga biasa disebut tardigrade atau tardigrada. Meski ukurannya sangat kecil bahkan mikro, beruang air dapat menerjang berbagai marabahaya.

Bahkan, ia dinobatkan sebagai salah satu hewan yang paling sulit mati. Spesies ini mudah beradaptasi dengan seluruh habitat di muka Bumi, mulai dari pegunungan, lautan, hingga lapisan es sekalipun.

Spesies Terbarunya Ditemukan di Finlandia

Spesies tardigrada terbaru kembali ditemukan oleh peneliti di Taman Nasional Rokua, tepatnya wilayah Ostrobothnia Utara Finlandia. Spesies baru beruang air itu hidup di lumut.

Tim peneliti mengunjungi Rokua untuk mengumpulkan lumut, seresah daun, dan akar rumput dari pasir. Spesies tersebut dinamai Macrobiotus naginae yang terinspirasi dari karakter ular di film Harry Potter yakni Nagini.

"Karakter fiksi ini memberikan nama yang cocok untuk spesies baru yang ditandai dengan kaki dan cakar yang berkurang," kata salah satu peneliti, demikian dikutip dari Science Alert pada Jumat (2/12/2022).

Untuk diketahui, spesies baru beruang air ini masuk ke dalam kelompok Macrobiotus pseudohufelandi, sekelompok kecil tardigrada yang beradaptasi dengan kaki dan cakarnya yang lebih sedikit untuk bertahan hidup di bawah tanah.

Kakinya Berevolusi Lebih Kecil dan Ramping

Kaki beruang airKaki beruang air Foto: Zoological Studies

Peneliti mencatat, tardigrada mungkin berevolusi dengan kaki yang lebih kecil untuk bentuk yang lebih ramping. Ini dimaksudkan membantu mereka merangkak melalui tanah atau pasir.

Sebagai informasi, makhluk ini memiliki kemampuan unik untuk bertahan hidup di musim kering yang berkepanjangan. Mereka dapat menghentikan metabolismenya untuk jangka waktu yang lama, bahkan puluhan tahun.

Bisa Hidup di Dalam Usus Siput

Namun, ketika terkena air ia akan kembali hidup seperti sedia kala. Dalam studi yang dipublikasikan di Zoological Studies and Ecology, peneliti menduga bahwa beruang air dapat bepergian melalui usus siput.

Seperti nematoda dan tungau oribatid, tardigrada juga dapat bertahan di dalam usus siput. Penemuan itu membuktikan 10 tardigrada di kotoran siput liar di sebuah taman Finlandia, lima di antaranya masih hidup.

Kemudian, peneliti bereksperimen dengan cara memberi makan 694 tardigrada ke siput di laboratorium, lalu mengambil 218 tardigrada hidup dari kotoran siput. Sementara itu, sisanya telah dicerna dan dihancurkan oleh sistem pencernaan siput.

Melalui usus siput, tardigrada terbantu melakukan perjalanan hingga 10 meter, jarak yang cukup jauh untuk hewan yang hanya berukuran 1 milimeter.

Walau begitu, beruang air tentu tidak bisa memilih kemana siput akan membawanya. Namun, sebagai catatan siput menyukai habitat yang lembab dan berlumut, sama seperti beruang air.



Simak Video "Ratusan Hewan Liar di Kenya Terancam Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia