Animisme: Pengertian, Teori dan Contohnya di Indonesia

Animisme: Pengertian, Teori dan Contohnya di Indonesia

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Jumat, 02 Des 2022 16:20 WIB
SURAT THANI, THAILAND - 2022/05/16: A spirit house, aimed to protect local spirits, is erected in a palm oil plantation. Thailand is the third largest producer of palm oil in the world. With a production of 2.80 million tons (2019) the country comes largely behind Indonesia (42.50 million tons) and Malaysia (19 million tons). In Thailand the industry is driven by smallholders who manage over 75% of the countrys palm plantations, located mostly in the south. Palm oil is essentially used domestically in edible oil, biodiesel and safety stock. (Photo by Thierry Falise/LightRocket via Getty Images)
Rumah spirit di perkebunan kelapa sawit di Thailand, dipercaya melindungi jiwa-jiwa warga lokal. Foto: LightRocket via Getty Images/Thierry Falise
Jakarta -

Animisme adalah kepercayaan manusia tentang adanya roh-roh gaib yang mengatur, menaungi, mengayomi serta mengendalikan kehidupan manusia yang meliputi roh-roh baik dan roh-roh jahat yang harus dihormati.

Animisme adalah kepercayaan primitif masyarakat prasejarah yang mempercayai setiap kawasan tertentu seperti, gua, pohon, laut, dsb memiliki jiwa yang harus dihormati agar ruh tersebut tidak mengganggu manusia, seperti dikutip dari buku Sosiologi Pedesaan oleh Sriyana. Kemudian mengutip di buku Atlantis Indonesia oleh Santo Saba Piliang, kepercayaan animisme meyakini roh-roh orang yang telah mati juga bisa memasuki tubuh hewan.

Selain itu, masyarakat prasejarah percaya pada roh-roh nenek moyang, kelompok atau kepala suku yang telah meninggal apabila terus dipelihara dengan baik roh mereka akan tetap hidup. Agar roh nenek moyang dapat mendatangkan kebaikan, seperti ketika masih hidup, maka diperlukan upacara-upacara atau pemujaan. Makamnya pun juga harus dijaga. Penjelasan terakhir itu dikutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) oleh Nana Supriatna.

Teori Animisme

Mengutip dari buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer oleh Adi Sudirman, teori animisme pertama kali dikemukakan oleh Edward B Taylor. Istilah animisme berasal dari kata bahasa latin "anima", yang berarti jiwa.

Menurut Taylor tentang animisme, setelah manusia meninggal dunia, jiwa atau roh akan meninggalkan jasmaninya. Jiwa atau roh itu kemudian bisa berpindah dan menempati makhluk-makhluk hidup maupun benda-benda material. Oleh sebab itu, agar roh tidak mengganggu, maka perlu dilakukan pemujaan pada arwah leluhur atau benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan magis.

Hal inilah, yang membuat masyarakat prasejarah mempercayai terjadinya suatu fenomena alam, seperti bencana dan keajaiban disebabkan oleh roh nenek moyang mereka karena beranggapan bahwa roh nenek moyang mendiami semua benda seperti pohon, batu, sungai, gunung dan lainnya. Demikian penjelasan yang dikutip di buku Sejarah Indonesia SMA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi oleh Restu Gunawan.

Kemudian dikutip dari buku Agama Suku Dalam Sejarah Dan Fakta oleh Pdt Dr Kresbinol Labobar, teori animisme Taylor menjelaskan bahwa hakikatnya kepercayaan animisme merupakan tahapan pertama terbentuknya agama. Peradaban dimulai dengan adanya pemikiran animisme kemudian berkembang menjadi agama.

Contoh Animisme di Indonesia

Di Indonesia kepercayaan animisme terus mengalami perkembangan. Sampai saat ini di beberapa suku bangsa masih ada yang menjalankan kepercayaan animisme meski dalam bentuk yang berbeda.

Sebagai contohnya pada masyarakat suku Jawa, pantai selatan Laut Jawa dipercayai sebagai wilayah kerajaan Nyi Roro Kidul. Mitos tersebut masih berakar kuat bahwa pada sebagian masyarakat Indonesia dipercayai memiliki hubungan dengan Mataram, seperti dikutip di buku Horizon IPS: Ilmu Pengetahuan Sosial oleh Drs Sudjatmoko Adisukarjo.

Kepercayaan animisme orang Dayak, yang mempercayai adanya roh-roh baik dan roh-roh jahat, seperti Tempu Tulon, roh baik untuk memandu roh-roh orang yang sudah mati agar tidak tersesat ketika menuju alam roh. Sedangkan roh jahat, seperti Keriau (Krian) adalah roh yang suka menyesatkan dan menyembunyikan orang dalam hutan, demikian dikutip di buku Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya oleh Tedi Sutardi.

Nah semoga semakin paham dengan animisme ya detikers...



Simak Video "Polri Disorot Gegara Banyak Kasus, Ini Saran Pakar untuk Kapolri"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia