Dosen UB Sebut Kunci Bangunan Tahan Gempa, Rusaknya dengan Cara yang Diinginkan

Dosen UB Sebut Kunci Bangunan Tahan Gempa, Rusaknya dengan Cara yang Diinginkan

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 04 Des 2022 07:00 WIB
Pembangunan sekolah di Lombok Barat, NTB, ini memanfaatkan bata plastik daur ulang. Selain ramah lingkungan, bangunan sekolah itu juga tahan gempa.
Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI/ Ilustrasi Dosen UB Sebut Kunci Bangunan Tahan Gempa, Rusaknya dengan Cara yang Diinginkan
Jakarta -

Lokasi Indonesia yang berada di wilayah lingkar gunung api dan patahan, menimbulkan risiko rentan terkena bencana alam, contohnya gempa bumi.

Oleh sebab itu, mitigasi bencana khususnya gempa bumi perlu dilakukan sedini mungkin. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah mempersiapkan bangunan tahan gempa.

Menurut Sekretaris Departemen Profesi Keinsinyuran Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Ir Ari Wibowo, bangunan tahan gempa bukanlah bangunan yang tidak rusak saat terkena gempa.

Dia menegaskan, bangunan tahan gempa adalah bangunan yang bisa rusak, tetapi tidak sampai roboh. Ari mengatakan konsep bangunan tahan gempa adalah yang rusak dengan cara yang diinginkan sehingga bisa tetap berdiri meski terkena gempa.

Ari menyampaikan, konsep bangunan tahan gempa sesuai dengan panduan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) memiliki tiga level.

Level yang pertama, saat terkena gempa kecil, bangunan tidak rusak. Pada level kedua, saat bangunan terkena gempa sedang, bangunan bisa rusak di struktur sekundernya seperti dinding dan pelat. Namun, struktur utamanya tidak boleh rusak.

Terakhir, pada saat terkena gempa besar, struktur utama seperti balok dan kolom boleh rusak, tetapi tidak boleh runtuh.

Kunci Bangunan Tahan Gempa

Ari menuturkan, bangunan tahan gempa untuk masyarakat umum pada prinsipnya adalah sederhana dan ringan.

Bangunan yang sederhana adalah yang beraturan, misalnya memiliki denah yang berbentuk simetris seperti kotak dan ada kolom di setiap pertemuan dinding yang menerus sampai bawah.

Kolom itu pun harus lebih kuat dari baloknya. Sehingga, kerusakan yang terjadi ada di balok, bukan di kolom. Itulah yang dimaksud dengan rusak dengan cara yang diinginkan.

Kemudian, bangunan harus ringan. Sebab, efek gempa pada struktur sebanding dengan berat bangunan.

"Berat bangunan menjadi ringan dapat dilakukan salah satunya dengan penggunaan bata ringan untuk dinding, penggunaan rangka baja ringan seperti galvalum untuk bangunan," jelas Ari, dikutip dari situs resmi Universitas Brawijaya.

Selain itu, isi rumah juga wajib dipertimbangkan. Semakin ringan isi rumah, menurut Ari efek gempa bisa diminimalisir karena bangunannya ringan.

Selanjutnya, dosen Teknik Sipil S2 UB itu menyebut kondisi tanah juga berpengaruh terhadap kekuatan gempa. Semakin lunak tipe tanah, semakin besar juga efek gempa terhadap bangunan.

"Kunci utama untuk pondasi bangunan adalah harus mencapai tanah keras atau tanah cadas," kata dia.

Soal material bangunan, bahan organik seperti kayu atau bambu yang lebih bersifat elastis bisa bertahan dalam situasi deformasi yang besar.

"Sehingga bangunan dengan material kedua bahan ini bisa lebih bertahan walaupun bangunan sudah doyong besar, dan tidak gampang runtuh," terang Ari.

Kendati begitu, kayu atau bambu lebih rentan rayap, jamur, maupun kelembapan semacamnya. Oleh sebab itulah menurutnya, rumah berbahan beton cenderung dipilih karena sisi keawetannya.

Ari mengingatkan untuk membuat bangunan yang sederhana, kuat, dan ringan dalam mempersiapkan bangunan tahan gempa.

Kuat maksudnya terkait dengan kualitas material bangunan, metode konstruksi, dan lainnya. Sebagai contoh, pembuatan betonnya benar-benar kuat dan sesuai aturan, mulai dari ukuran, jumlah besi, komposisi material, dan ukuran.

Ari menyampaikan, konsultasi kepada jasa konstruksi akan sangat membantu karena ada istilah teknis yang sulit dipahami awam.

"Panduan mengenai bangunan sederhana juga sudah disediakan oleh Kementerian PUPR, dan bisa di akses oleh masyarakat," ujarnya.



Simak Video "Gempa M 6,8 Guncang Enggano Bengkulu!"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia