Kenapa Kata 'Halo' Dipakai saat Menerima Telepon? Begini Sejarahnya

Kenapa Kata 'Halo' Dipakai saat Menerima Telepon? Begini Sejarahnya

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 01 Des 2022 17:00 WIB
Telepon umum terakhir di Kota New York diangkut pada Senin (23/5). Telepon umum yang tak lagi beroperasi itu akan disimpan di Museum Kota New York.
Foto: REUTERS/BRENDAN MCDERMID/ Ilustrasi Kenapa Kata 'Halo' Dipakai saat Menerima Telepon? Begini Sejarahnya
Jakarta -

Saat mengangkat telepon, pada umumnya orang akan mengatakan "halo". Berdasarkan Oxford English Dictionary, penggunaan kata "halo" pertama kali diperkenalkan pada tahun 1827.

Namun, konteks penggunaannya saat itu bukan saat menerima telepon. Kata "halo" pada waktu itu pun sebetulnya bukanlah sapaan.

Penulis The First Telephone Book, Ammon Shea mengatakan, "halo" atau hello dalam bahasa Inggris, merupakan sebuah kata yang baru.

Ammon menyebutkan, orang-orang pada tahun 1830-an memakai kata halo untuk menarik perhatian atau mengekspresikan rasa terkejut. Kata halo tidak menjadi sebuah sapaan sampai kemudian telepon ditemukan.

Sejarah Penggunaan "Halo" saat Menerima Telepon

Sebetulnya, tokoh yang disebut menciptakan telepon, Alexander Graham Bell, berpendapat bahwa kata yang lebih cocok untuk mengangkat telepon adalah "ahoy". Demikian dijelaskan dalam NPR.

Kata ahoy rupanya berusia jauh lebih tua dari hello. Umurnya kira-kira 100 tahun lebih senior.

Kata ahoy juga merupakan sebuah sapaan, meskipun lebih digunakan di pesisir. Asalnya dari bahasa belanda "hoi" yang berarti halo.

Namun, era Edisonian membuat kata halo mengalahkan pesaingnya. Saat Thomas Alfa Edison menciptakan fonograf, perekam suara, dia berteriak keras "haloo" ke arah corong.

Pada 15 Agustus 1877, Edison mengirim surat kepada Presiden Central District and Printing Telegraph Company, Pittsburgh, Mr David. Pada suratnya, dia menjelaskan keistimewaan menggunakan halo saat berbicara di telepon.

Pada saat itu, David kebetulan akan memperkenalkan telepon ke khalayak. Momen antara percobaan fonograf dan surat menyurat antara Edison dan David ini menjadi penanda digunakannya hello sebagai pengganti halloo.

Maka dapat dikatakan, sosok yang justru mempopulerkan penggunaan kata halo atau hello adalah Thomas Edison. Disebutkan bahwa dia mendorong orang-orang untuk mengucapkan halo pada saat menerima telepon.

Selain itu, pada buku yang ditulis Ammon diterangkan, dahulu buku-buku telepon memuat bab "How To" dan sapaan halo sering kali disepakati sebagai sapaan.

Pada faktanya, buku telepon pertama di dunia yang diterbitkan oleh District Telephone Company of New Haven pada 1878 mengarahkan penggunanya untuk memulai percakapan di telepon dengan kata "hulloa".

Bagaimanapun pada akhirnya, kata halo menyingkirkan ahoy pada permulaan percakapan telepon.

Popularitas Kata "Halo"

Kata "halo" mendulang popularitas dalam dunia percakapan setelah tahun 1878. Demikian diterangkan dalam ScienceABC.

Namun, komik strip Mark Twain pada 1880 yang berjudul A Telephonic Conversation adalah literatur pertama yang menyebutkan kata "halo" untuk konteks menyaut via telepon. Selain itu, sebuah pertemuan antara para perusahaan telepon pada 1880 di New York juga memperlihatkan kesan positif atas pidato ketuanya yang memuat pesan tunggal berupa "Hello".

Berikutnya, kata hello (halo) direkam sebagai penanda bahwa komunikasi via telepon telah tersambung.

Dahulu, ada pula operator telepon perempuan disebut sebagai "hello girls". Sebuah komik strip dari Mark Twain pada 1889 yang bertajuk A Connecticut Yankee in King Arthur's Court pernah menampilkan para operator ini.

Para operator "hello girls" bilingual (berbahasa Prancis dan Inggris) bekerja sebagai operator switchboard pada Perang Dunia 1 untuk meningkatkan kualitas komunikasi.



Simak Video "Sisa-sisa Reruntuhan Sejarah Gemilang Kesultanan Banten"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia