Mengenal Kalimat Pasif, Apa Bedanya dengan Kalimat Aktif?

Mengenal Kalimat Pasif, Apa Bedanya dengan Kalimat Aktif?

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Selasa, 29 Nov 2022 12:30 WIB
Ilustrasi contoh gaya gesek menulis atau anak belajar
Foto: Getty Images/iStockphoto/Hakase_
Jakarta -

Kalimat pasif merupakan jenis kalimat yang digolongkan berdasarkan hubungan antara subjek, predikat, dan nilai arti. Selain itu, ada juga yang namanya kalimat aktif.

Kalimat memiliki peran penting dalam tatanan bahasa Indonesia. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan. Biasanya, jenis-jenis kalimat diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Apa Itu Kalimat Pasif?

Disebutkan dalam buku Get Success UASBN Bahasa Indonesia karya Ernawati Waridah dan Siti Maryatin, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai perbuatan atau tindakan.

Artinya, fokus dari kalimat pasif ada pada orang atau benda yang terdampak. Untuk lebih jelasnya, selanjutnya akan dibahas mengenai ciri-ciri kalimat pasif.

Ciri dan Contoh Kalimat Pasif

Terdapat tiga ciri utama kalimat pasif, mengutip buku Master Bahasa Indonesia tulisan Ainia Prihantini, berikut pemaparannya.

1. Mengandung Kata Kerja Pasif Berimbuhan

Kalimat pasif mengandung kata kerja berimbuhan di-, diper-, di-i, di-kan, diper-i, dan diper-kan. Fungsinya sebagai oposisi imbuhan kata kerja aktif yang berarti pertentangan dengan memperlihatkan perbedaan arti.

Contoh:

- Upacara dihadiri oleh seluruh warga desa Gondolayu. (kata kerja pasif berimbuhan di-i)

- Rinto diundang oleh Pak Cecep. (kata kerja pasif berimbuhan di-)

2. Unsur Subjek Dapat Berubah Menjadi Objek

Unsur subjek (S) dalam kalimat pasif bisa berubah menjadi objek (O) dalam kalimat aktif.

Contoh:

- Kalimat pasif: Petani padi di diuntungkan oleh burung hantu

- Kalimat aktif: Burung hantu menguntungkan petani padi

Petani padi merupakan subjek dalam kalimat pasif, sementara pada kalimat aktif subjek tersebut berubah menjadi objek.

3. Tidak Semua Kalimat Pasif Memiliki Oposisi Kalimat Aktif

Sebagian tipe kalimat pasif tidak memiliki oposisi dalam bentuk kalimat aktif.

Contoh:

- Mataku kemasukan debu

- Pernikahanku terdokumentasikan dengan baik

Perbedaan Kalimat Pasif dan Kalimat Aktif

Setelah mengetahui definisi dan contoh dari kalimat pasif, tentu dapat terlihat perbedaannya jika dibandingkan dengan kalimat aktif.

Berbeda dengan kalimat pasif, kalimat aktif justru memperlihatkan adanya tindakan dan perbuatan dari subjek. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, tindakan dan perbuatan ini disebut sebagai predikat.

Selain itu, kalimat aktif bertujuan menggambarkan tindakan dan perbuatan dari subjek kepada objek, sedangkan kalimat pasif mendapatkan tindakan dan perbuatan tertentu dalam kegiatan. Artinya, subjek menjadi tujuan dari tindakan dan perbuatan yang tengah berlangsung.



Simak Video "Momen Jackson Wang Minta Belajar Bahasa Indonesia di Panggung HITC 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia