7 Fakta Unik Ayam Kalkun, Ikon Hari Thanksgiving yang Bisa Tersipu

7 Fakta Unik Ayam Kalkun, Ikon Hari Thanksgiving yang Bisa Tersipu

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 28 Nov 2022 08:30 WIB
Wild Turkey, (Meleagris gallopavo), Germany, captive
7 Fakta Unik Ayam Kalkun. (Foto: GettyImages/ModernFarmer)
Jakarta -

Hari Thanksgiving dirayakan sebagai hari panen dan ungkapan rasa syukur selama setahun. Santapan yang menjadi ikon Hari Thanksgiving adalah ayam bernama ayam kalkun.

Warga Amerika percaya Hari Thanksgiving bersumber dari makan besar di musim panen pada masa Kolonialis Inggris dan warga Wampanoag, seperti dijelaskan dalam Ensiklopedia Britannica. Pusat perhatian dari Hari Thanksgiving yakni pada santapan ayam kalkun.

Tak banyak yang tahu, ayam kalkun adalah saudara jauh dari dinosaurus T-rex. Benarkah demikian? Ini fakta-fakta unik ayam kalkun

7 Fakta Unik Ayam Kalkun

1. Saudara T.Rex

Tulang wishbone (tulang garpu) kalkun dibentuk oleh perpaduan dua tulang selangka burung. Disebut furcular, tulang ini berfungsi sebagai titik penghubung otot dan penyangga sayap.

Selama kalkun mengepak, tulang fucrular bertindak sebagai pegas untuk menyimpan dan melepaskan energi. Ternyata, tulang garpu ini juga berfungsi sebagai pengingat bahwa burung berevolusi dari sekelompok dinosaurus.

Para peneliti telah menemukan bahwa tulang garpu berusia lebih dari 150 juta tahun juga berada di theropoda, sekelompok dinosaurus pemakan daging yang mencakup T. rex dan Velociraptor.

2. Kalkun Tidur di Pohon

Karena kalkun sangat besar dan berat, kalkun liar terberat seberat 39 kilogram, kalkun sering diasumsikan sering menempel di tanah. Faktanya, kalkun lebih suka tidur bertengger di atas dahan pohon, tempat mereka aman dari predator.

Dijelaskan dalam Live Science, kalkun sering tidur dalam kawanan, dan setelah bangun bersuara pelan sebelum turun untuk memastikan bahwa kalkun lainnya baik-baik saja setelah semalaman tidak bertemu atau mendengar satu sama lain.

3. Daging Kalkun Bikin Ngantuk

Daging kalkun mengandung triptofan, asam amino yang digunakan tubuh untuk membuat serotonin, sebuah neurotransmitter di otak yang membantu mengatur tidur.

Namun, semua daging mengandung triptofan pada tingkat yang sebanding. Makanan kaya triptofan lainnya termasuk keju, kacang-kacangan, dan kerang.

Yang membuat jamuan Thanksgiving ini begitu melelahkan adalah campuran daging dengan karbohidrat. Karbohidrat dari isian, ubi jalar, roti, pai, dan permen manis merangsang pelepasan insulin, yang kemudian memicu penyerapan sebagian besar asam amino dari darah ke otot. Dengan asam amino lain yang tersapu keluar dari aliran darah, triptofan tidak harus bersaing dengannya dan lebih mampu mencapai otak untuk membantu memproduksi serotonin, yang kemudian membuat manusia tertidur.

4. Ayam Kalkun Liar Bisa Terbang

Kalkun liar dapat terbang dalam waktu yang singkat dengan kecepatan hingga 89 km per jam. Namun, seperti burung-buruan lainnya, mereka adalah penerbang yang buruk karena sayapnya terlalu kecil dan otot terbangnya terlalu besar dan berat. Sehingga sulit bagi mereka untuk terbang ke udara.

Kalkun lebih suka makan di tanah, tempat mereka mematuk rumput, biji-bijian, biji pohon ek, kacang-kacangan, beri, dan serangga kecil seperti belalang.

5. Penglihatan Kalkun Tajam

Seekor kalkun memiliki penglihatan yang sangat baik. Karena matanya berada di sisi kepala, kalkun memiliki penglihatan periskopik, yang memungkinkannya melihat benda-benda yang tidak berada dalam garis pandang langsungnya. Dengan memutar kepalanya, kalkun memiliki bidang pandang 360 derajat.

6. Kalkun Bisa Tersipu

Saat kalkun menjadi ketakutan, gelisah, bersemangat, atau sakit, kulit yang terbuka di kepala dan lehernya dapat berubah dari warna merah muda pucat atau abu-abu kebiruan menjadi merah, putih, atau biru.

Lapisan kulit berdaging yang menggantung di atas paruh kalkun disebut snood dan juga berubah menjadi merah cerah saat burung sedang bersemangat sebagai tanda tersipu.

7. Kalkun Memiliki Batu di Perutnya

Bagian perut kalkun, yang disebut ampela, berisi batu-batu kecil yang sebelumnya ditelan burung itu. Juga dikenal sebagai gastrolit, batu yang dipoles ini membantu pemecahan makanan untuk pencernaan, karena kalkun tidak memiliki gigi.

Namun, mereka memiliki dua perut. Perut pertama disebut perut kelenjar, tempat makanan dilunakkan dan dipecah oleh cairan lambung. Makanan kemudian masuk ke ampela kalkun dan selanjutnya melarutkan makanan dengan menggilingnya ke gastrolit sebelum masuk ke usus atau kembali ke perut.



Simak Video "Steven Spielberg Ungkap Sisi Menyentuh Pembuatan Film 'The Fabelmans'"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia