Kucurkan Dana Terbesar dalam Sejarah, Ini Alasan Qatar Jadi Host Piala Dunia

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 09:30 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup Qatar 2022 - Group C - Mexico v Poland - Stadium 974, Doha, Qatar - November 22, 2022  Mexicos Guillermo Ochoa and teammates celebrate after the match REUTERS/Carl Recine
Kenapa Qatar mau menjadi host Piala Dunia 2022 hingga mengucurkan dana kuadriliunan rupiah? Foto: Reuters
Jakarta -

Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Sebagai host Word Cup 2022, Qatar menjadi negara yang menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp 3,13 kuadriliun.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Yunan Syaifullah, SE, MSc menuturkan, tanpa Piala Dunia 2022, produsen minyak dunia ini sudah menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Diketahui, Piala Dunia membuka peluang negara untuk memajukan perekonomian dari segi pariwisata hingga perdagangan.

Yunan menggarisbawahi, pertumbuhan ekonomi Qatar mencapai 6,3 persen dan Gross Domestic Product (GDP) mencapai 176 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 2,7 kuadriliun.

Lantas, kenapa negara kaya seperti Qatar mau mengucurkan dana besar untuk menjadi host Piala Dunia?

Qatar dan Piala Dunia 2022

Menurut Yunan, gelontoran dana fantastis oleh Qatar untuk menggelar Piala Dunia 2022 merupakan perwujudan harga diri Qatar.

Ia menjelaskan, aksi Qatar juga melawan teori pembangunan dan menekankan bahwa negara-negara yang dianggap kecil juga bisa ikut andil dalam ekonomi dunia.

Yunan menjabarkan, berdasarkan teori pembangunan, keputusan Qatar menjadi host Piala Dunia menggunakan teori terbalik. Qatar membuktikan, jika dahulu negara besar dan dominan di perekonomian dunia seperti Amerika Serikat dan negara Eropa yang jadi tuan rumah, kini ada kecenderungan bahwa negara-negara yang tidak diperhitungkan bisa jadi pemain.

"Pada dasarnya, setiap negara yang menjadi tuan rumah dalam Piala dunia, akan mengalami pola yang sama dari sektor ekonomi. Di antaranya seperti peningkatan pendapatan di industri travelling baik dari transportasi maupun perhotelan. Pun dengan potensi terbukanya pasar baru di bidang merch atau brand global seperti Adidas, Nike, Puma, dan lainnya," jelas Yunan.

"Jika dilihat dari teori rasionalitas ekonomi, banyaknya dana yang dikeluarkan Qatar di Piala Dunia itu berdasarkan pada ego dan kepentingan. Dalam hal ini, Qatar sebagai pelaku ekonomi tidak hanya memiliki tujuan di aspek ekonomi saja, tapi juga beriringan dengan kepentingan-kepentingan lain seperti politik," imbuhnya.

Karena itu, menurutnya, menjadi tuan rumah Piala Dunia juga jadi cara bagi berbagai negara untuk membuktikan kekuatan, termasuk negara-negara yang sebelumnya tidak diperhitungkan.

Terlebih, ada berbagai negara besar yang gagal melaju ke putaran final Piala Dunia imbas kejutan dari negara yang tidak dikenal dengan tradisi sepak bolanya.

"Ini bisa menjadi peluang bagi mereka untuk menunjukkan bahwa setiap negara memiliki potensi dan aktor," pungkas Yunan.



Simak Video "Jelang Piala Dunia, Qatar Pasang 15 Ribu Kamera di 8 Stadion"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia