Tentang Bamboo Dome, Tempat Perhelatan G20 yang Tahan Badai

Tentang Bamboo Dome, Tempat Perhelatan G20 yang Tahan Badai

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 17 Nov 2022 14:30 WIB
Bamboo Dome
Galeri detikEdu: Mengenal Bamboo Dome di KTT G20 Bali. (Foto: dok. Kominfo)
Jakarta -

Bamboo Dome menjadi lanskap yang menarik perhatian pada KTT G20. Bangunan indah di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali ini menjadi lokasi makan siang para petinggi dunia.

Bamboo Dome ini merupakan mahakarya kolaborasi Elwin Mok, visual creative consultant KTT G20, Rubi Roesli, desainer Bamboo Dome, dan Ashar Saputra, pakar bambu dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bamboo Dome adalah bangunan yang dibuat menggunakan bambu apus. Sementara sebagai penyangga memakai bambu petung dari Tabanan yang dibawa ke Gianyar untuk digarap oleh perajin.

Perajin hanya memiliki waktu yang relatif singkat untuk menyiapkan lokasi yang estetik dan aman.

"Para penggiat, perajin bambu disediakan tiga minggu untuk menyelesaikan Bamboo Dome. Ini menuntut kerja sama yang intens antara arsitek, perajin bambu, dan saya untuk memastikan keamanannya sehingga harus dikawal dengan cukup ketat karena pekerjaannya cukup banyak dan harus zero tolerance terkait keamanan struktur bangunan," papar Ashar dalam laman resmi UGM, Kamis (17/11/2022).

Ingin Buat Sesuatu yang Original

Ide Bamboo Dome dimulai dari ingin membuat sesuatu yang unik. Bambu dipilih karena memiliki keunikan sebagai bahan yang mudah dibentuk melengkung. Di samping itu, bangunan bambu juga dikenal tahan terhadap guncangan gempa.

"Idenya dari para desainer itu adalah di mana di saat dunia itu senang memilih yang artifisial, justru Bali masih memiliki yang original. Bambu jadi pilihan karena sudah menjadi keseharian masyarakat Bali," terangnya.

Ashar menjelaskan tantangan pembuatan Bamboo Dome ada pada struktur lengkungnya. Berbeda dengan bangunan yang dibuat dari beton atau baja, membangun bambu memiliki ketidaktentuannya yang cukup tinggi, baik dari dimensi, kematangan, maupun kinerja sambungannya.

Sempat Kena Hujan Badai

Ashar mengungkapkan ada satu momen yang ia sebut sebagai Moment of Truth dalam proses pengerjaan Bamboo Dome. Satu hari sebelum Jokowi melakukan cek lokasi, Nusa Dua dilanda hujan yang sangat lebat dengan angin kencang selama 2 jam.

Waktu itu, Jokowi berada persis di bawah bangunan yang sedang dikerjakan sembari memperhatikan seluruh bangunan. Untungnya, kondisi seluruh struktur bangunan masih stabil dan tetap kokoh walau diterpa hujan dan angin kencang.

"Di titik ini saya menjadi yakin dengan keamanan struktur bangunan Bamboo Dome yang hampir 100% pengerjaannya, ketika saya tidak dapat menguji secara langsung tetapi bangunan langsung diuji oleh alam," kenang Dosen Departemen Teknik Sipil FT UGM itu.

Melalui momen ini, Ashar berharap bambu dapat dimanfaatkan dan diperkenalkan lebih baik kepada masyarakat. Ia juga berharap di masa depan UGM bisa membuat bangunan yang bagus, lekat dengan Indonesia, dan dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat.



Simak Video "Jokowi Pastikan KTT G20 Hasilkan Deklarasi Pimpinan"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia