Mengenal Microburst, Fenomena Hujan Deras bak Air Terjun

Mengenal Microburst, Fenomena Hujan Deras bak Air Terjun

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 14 Nov 2022 07:00 WIB
Fenomena alam berupa hujan badai hingga topan atau siklon membuat awan-awan terlihat mengamuk dengan bentuk yang sanggup membuat Anda merinding.
Foto: Getty Images/ilustrasi badai hujan
Jakarta -

Baru-baru ini beredar di media sosial video yang memperlihatkan hujan deras lokal bak air terjun dari langit atau dikenal dengan istilah microburst. Video tersebut terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Meski setelah ditelusuri kejadian itu bukan fenomena alam, melainkan karena talang air di Stadion Wibawa Mukti, namun istilah microburst menjadi dikenal.

Lantas apa sebenarnya fenomena microburst? berikut ini penjelasannya dikutip dari laman Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS).


Apa itu Microburst?

Microburst adalah kolom lokal dari udara yang tenggelam atau jatuh (downdraft) dalam badai petir. Biasanya kolom ini memiliki diameter kurang dari atau sama dengan 2,5 mil atau sekitar 4 ribu meter.

Fenomena ini umumnya terjadi karena perkembangan badai petir dan tetesan air/batu es yang tertahan di dalam aliran udara ke atas atau updraft. Terkadang updraft begitu kuat sehingga menahan sejumlah besar tetesan dan hujan es ini di bagian atas badai petir.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan pendinginan evaporasi (tenggelamnya udara) dan salah satunya karena melemahnya updraft.

Jika hal itu terjadi, maka updraft tidak lagi mampu menahan inti besar hujan/hujan es dalam badai petir. Maka, inti akan jatuh ke tanah. Saat menyentuh tanah, ia menyebar ke segala arah. Lokasi itulah yang akan mengalami microburst dan mengalami angin kencang serta kerusakan.

Jenis Microburst

Ada dua jenis utama semburan microburst, yakni:

1) semburan mikro basah

2) semburan mikro kering

Microburst basah disertai dengan curah hujan yang signifikan sangat umum terjadi di wilayah Amerika bagian Tenggara selama bulan-bulan musim panas.

Dampak Fenomena Microburst

Dalam beberapa kasus, microburst dapat menyebabkan kerusakan yang luas di lokasi permukaan tanah. Bahkan bisa mengancam jiwa.

Hal ini dikarenakan kecepatan angin dalam microburst dapat mencapai hingga 100 mph atau 160 km/jam. Kecepatan ini setara dengan tornado EF-1.

Angin setinggi itu juga dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah dan bangunan lain serta membuat ratusan pohon rata.

Adapun untuk mencegah kerusakan atau korban yang timbul, biasanya sebelum microburst berkembang dalam 6-12 jam, sudah dilakukan peramalan.

Ada beberapa parameter atmosfer yang digunakan pengamat cuaca untuk membantu menentukan potensi ledakan microburst pada hari tertentu, terutama selama bulan-bulan musim panas.

Misalnya ketidakstabilan cuaca, air yang dapat diendapkan (PW) tinggi, udara kering di tingkat menengah, dan angin kencang di lapisan kering.

Setelah data ramalan ditafsirkan, akan ada peringatan berdasarkan durasi terjadinya fenomena atau risiko yang mungkin ditimbulkan.



Simak Video "Fenomena Penampakan Ikan Melompat ke Darat di Pulau Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia