Rekor! Lubang Hitam Terdekat dari Bumi Ditemukan

Rekor! Lubang Hitam Terdekat dari Bumi Ditemukan

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikEdu
Senin, 07 Nov 2022 18:00 WIB
Ilustrasi lubang hitam Gaia BH1
Foto: International Gemini Observatory/NOIR(Lab/NSF/AURA/J. da Silva/Spaceengine/M. Zamani)
Jakarta -

Para astronom menemukan black hole atau lubang hitam yang terdekat dari Bumi! Berjarak 'hanya' 1.560 tahun cahaya dari Bumi.

Lubang hitam ini diberi nama Gaia BH1 oleh para astronom. Ukurannya, 10 kali lipat lebih masif daripada Matahari, demikian dilansir dari space.com, 4 November 2022 lalu, ditulis detikEdu, Senin (7/11/2022).

Lubang hitam itu berada dalam sistem biner yang anggota lainnya ada bintang mirip Matahari. Bintang ke lubang hitam Gaia BH1 ini berjarak mirip Bumi-Matahari. Hal ini membuat Gaia BH1 ini sangat istimewa.

"Meskipun ada banyak klaim deteksi sistem seperti ini, hampir semua penemuan ini kemudian dibantah," kata pemimpin penulis studi Kareem El-Badry, dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Massachusetts dan Max Planck Institute for Astronomy di Jerman.

"Ini adalah deteksi pertama yang jelas dari bintang mirip Matahari dalam orbit lebar di sekitar lubang hitam bermassa bintang di galaksi kita," imbuh El-Badry.

Para astronom memperkirakan bahwa galaksi Bima Sakti ini memiliki sekitar 100 juta lubang hitam bermassa bintang, obyek yang menelan cahaya yang lima hingga 100 kali lebih besar dari Matahari.

Ukurannya yang kecil membuat benda-benda ini relatif sulit dideteksi, terutama oleh teleskop. Detektor gelombang gravitasi lebih berhasil mendeteksi baru-baru ini, menemukan bukti penggabungan yang melibatkan objek-objek ini.

Dan yang dilihat para ilmuwan cenderung menjadi 'biner sinar-X', lubang hitam yang menarik material dari bintang pendamping ke dalam piringan akresi. Akresi adalah pertumbuhan objek masif melalui penarikan atau pengumpulan materi melalui gravitasi, terutama materi bergas.

Nah debu dan gas yang mengorbit cepat ini memancarkan sinar-X, cahaya berenergi tinggi yang dapat diamati oleh beberapa teleskop kuat.

"Pengamatan tindak lanjut Gemini (teleskop Gemini North and Keck 1 di Hawaii,red) kami mengkonfirmasi tanpa keraguan bahwa biner mengandung bintang normal dan setidaknya satu lubang hitam yang tidak aktif," kata El-Badry.

"Kami tidak dapat menemukan skenario astrofisika yang masuk akal yang dapat menjelaskan orbit yang diamati dari sistem yang tidak melibatkan setidaknya satu lubang hitam," paparnya.

Jika objek yang tidak terlihat di Gaia BH1 adalah bintang, misalnya, itu akan jauh lebih terang daripada pendampingnya, dan karena itu lebih mudah untuk dilihat. Tetapi tidak ada pengamatan tim yang mengungkapkan petunjuk tentang bintang kedua dalam sistem.

Sistem Gaia BH1 menarik, lanjutnya dan bukan hanya karena relatif dekat dengan Bumi. (Dekat dalam skema kosmik, piringan spiral Bima Sakti yang terkenal lebarnya sekitar 100.000 tahun cahaya). Tim peneliti tidak yakin bagaimana bintang dan lubang hitam bisa berada di posisi mereka saat ini.

Massa Gaia BH1 menunjukkan bahwa bintang yang mati dan memunculkannya pasti sangat besar - setidaknya 20 massa matahari atau lebih. Raksasa seperti itu hidup hanya beberapa juta tahun, dan sangat mengembang sebelum akhirnya hancur dan menjadi lubang hitam.

Studi ini soal penemuan lubang hitam terdekat dari Bumi ini sudah diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society pada 4 November 2022 lalu.

Tag:
lubang hitam
bumi
matahari
bintang
galaksi
galaksi bima sakti
astronom
astronomi



Simak Video "Ilmuwan Dapatkan Visual Lubang Hitam di Pusat Galaksi Bima Sakti"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia