Leher Singa Betina Ini Ditumbuhi Surai, Kenapa Bisa?

Leher Singa Betina Ini Ditumbuhi Surai, Kenapa Bisa?

Anisa Rizki - detikEdu
Senin, 07 Nov 2022 08:30 WIB
Singa Betina dengan Surai (Mandi Sorenson, animal caretaker via Facebook/Oklahoma City Zoo and Botanical Garden)
Foto: Mandi Sorenson, animal caretaker via Facebook/Oklahoma City Zoo and Botanical Garden
Jakarta -

Kejadian aneh dan unik terjadi di Kebun Binatang Topeka Kansas, Amerika Serikat. Seekor singa betina yang bernama Zuri menumbuhkan surai di lehernya.

Munculnya surai di leher singa betina umur 18 tahun itu kerap dikaitkan dengan kematian singa jantan pada 2020 silam. Namun para ilmuwan membantah dan mengatakan peristiwa tersebut tidak ada hubungannya dengan surai yang tumbuh di leher Zuri.

"Saya rasa tidak ada jenis evolusi yang menjelaskan peristiwa ini, baik karena kurangnya jantan atau terlalu banyak persaingan dengan betina lain dan semacamnya," jelas Kris Everatt, seorang ilmuwan konservasi untuk organisasi konservasi kucing liar di Global Panthera, seperti dikutip dari Live Science pada Jumat (4/11/2022).

Singa Betina Lainnya yang Menumbuhkan Surai

Dari situ, Kris menyimpulkan bahwa kejadian pada Zuri hanyalah sebuah kebetulan meski tak biasa. Fenomena aneh ini juga sempat terjadi di Afrika Selatan pada 2011 lalu dan di Oklahoma City Zoo tahun 2018.

Di alam liar, beberapa singa betina juga disebut memiliki surai. Setidaknya ada lima kasus yang dilaporkan terjadi di Botswana, Afrika. Hasil pengamatan itu dipublikasikan di Journal of African Ecology tahun 2016.

Tumbuhnya Surai Akibat Produksi Hormon Berlebih

Pertumbuhan surai pada singa betina liar tidak bisa dijelaskan melalui data hormonal atau DNA. Namun, ahli biologi dan pendiri Lion Center di University of Minnesota, Craig Packer mengatakan hewan di kebun binatang yang menumbuhkan surai menunjukkan kelebihan produksi androstenedion.

Androstenedion adalah hormon yang digunakan tubuh untuk memproduksi hormon testosteron atau maskulin. Namun, Zuri sendiri belum melakukan tes hormon khusus. Penjelasan Craig didasarkan pada kejadian serupa di Oklahoma City Zoo.

Zuri menumbuhkan bulu seperti potongan rambut model mohawk tak lama setelah jantan di kebun binatang itu mati. Meski memiliki surai, penampakkan Zuri tidak terlihat seperti singa jantan dewasa, melainkan lebih kepada seekor singa remaja.

Perbedaan Perilaku Zuri Setelah Tumbuhnya Surai

Perubahan perilaku juga terlihat pada Zuri. Singa tersebut tampak lebih bersemangat setelah menumbuhkan surai di lehernya. Bahkan, ia juga lebih sering mengaum dan menggeram.

Menginjak usia 18 tahun, Zuri disebut melampaui umur singa di alam liar. Para ilmuwan berspekulasi mungkin saja ia mengalami perubahan hormonal hingga menumbuhkan surai karena usianya yang tergolong tua.

Di kebun binatang sendiri, usia rata-rata singa hanya berkisar 14,5 tahun. Umur Zuri termasuk di atas rata-rata. Bahkan, kucing besar ini memiliki penyakit ginjal tahap awal dan radang sendi. Zuri rutin mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri dan menjalankan diet akibat penyakitnya itu.



Simak Video "Singa Mataram, Kelompok Barongsai Asli Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia