Fakta Unik Gerhana Bulan Total, Sebagian Spesies Hewan Tingkahnya Beda

Fakta Unik Gerhana Bulan Total, Sebagian Spesies Hewan Tingkahnya Beda

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 04 Nov 2022 13:29 WIB
Apa itu gerhana bulan total? Fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada tanggal 8 November mendatang. Momentum langka ini dapat disaksikan di Indonesia.
Foto: USA TODAY NETWORK via Reuters Co/Adam Cairns/Columbus Dispatch/Fakta Unik Gerhana Bulan Total, Sebagian Spesies Hewan Tingkahnya Beda
Jakarta -

Gerhana Bulan total, akan kembali kita saksikan di Indonesia pada 8 November 2022 mendatang. Pada tahun-tahun sebelumnya, fenomena ini terlihat pada 2019 dan 2021. Namun, absen di sepanjang 2020.

Pada saat gerhana Bulan total terjadi, sebagian hewan akan terlihat bertingkah tidak biasa. Setidaknya hal ini ditunjukkan oleh burung walet hitam di Amerika Serikat. Penemuan ini juga menambah bukti bahwa bentuk sinar Bulan mempengaruhi kebiasaan sejumlah spesies hewan.

Pada sebuah studi berjudul "Moonlight Drives Nocturnal Vertical Flight Dynamics in Black Swifts", peneliti mengamati sesuatu yang aneh pada burung tersebut ketika gerhana Bulan terjadi pada Januari 2019.

Cahaya Bulan Mempengaruhi Sikap Burung

Menurut pengamatan para ahli, saat langit menggelap, burung-burung walet itu akan turun dari ketinggian dan tetap di tingkat yang sama selama terjadinya gerhana. Setelah berakhir, semuanya akan kembali melesat ke ketinggian sebelumnya seakan-akan mereka telah diberi isyarat.

"Gerhana bulan memicu penurunan terbang, menunjukkan efek langsung cahaya Bulan pada ketinggian terbang," kata Rob Sparks, salah satu penulis penelitian, dikutip dari Inverse.

Di luar pengamatan pada gerhana Bulan total, para tim peneliti juga mengamati para burung-burung itu terbang di ketinggian lebih tinggi saat terjadinya Bulan purnama. Mereka menyimpulkan, cahaya Bulan dan berkurangnya cahaya Bulan mempengaruhi sikap para burung tersebut.

Alasan Burung Bertingkah Tidak Biasa Saat Gerhana Bulan

Sparks menjelaskan kenapa burung-burung yang diamatinya bereaksi terhadap sinar Bulan.

"(Ini) bisa jadi respons terhadap penghindaran predator atau sinar Bulan itu memberi kesempatan untuk mencari makan," ujarnya.

Burung-burung walet hitam tersebut mungkin terbang lebih tinggi pada malam hari supaya bisa memanfaatkan terang Bulan dalam mencari mangsa. Namun, saat malam lebih gelap, mereka tidak punya cukup cahaya untuk berburu serangga.

Kendati begitu, alasan tersebut perlu dieksplorasi lebih lanjut. "Kami tidak bisa memastikan bahwa walet hitam mencari makan selama malam terang, tetapi berhipotesis bahwa aktivitas terbang mereka meningkat selama malam cukup terang karena cahaya Bulan," lanjutnya.

Selain itu, burung nightjar Eropa juga mencari makan pada malam yang lebih cerah. Mereka pun memanfaatkan cahaya Bulan untuk menentukan waktu bermigrasi. Meski begitu, kedua contoh burung ini mungkin hanya segelintir dari banyak burung yang kebiasaannya dipengaruhi sinar Bulan.

Sebagai tambahan informasi, gerhana Bulan total yang akan terjadi pada 8 November mendatang memiliki waktu yang berbeda-beda di setiap daerah. Sebagai contoh, di wilayah Pulau Jawa, fenomena ini bisa dilihat pada pukul 17.59 WIB.

Apakah detikers tertarik mengamati tingkah burung saat fenomena ini terjadi nanti?



Simak Video "Daftar Wilayah yang Bisa Lihat Gerhana Bulan Total Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia