Kritik: Pengertian, Ciri, Kaidah, Tujuan, dan Contohnya

Kritik: Pengertian, Ciri, Kaidah, Tujuan, dan Contohnya

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 26 Okt 2022 13:00 WIB
Ilustrasi Menulis
Foto: annazuc/Pixabay/Ilustrasi tulisan kritik
Jakarta -

Kritik adalah respon berupa penilaian objektif dan seimbang mengenai suatu hal. Kritik kerap disampaikan dalam menanggapi suatu pernyataan, opini, kebijakan, dan sebagainya.

Kata kritik berasal dari bahasa Yunani yakni "Clitikos" yang memiliki arti ciri pembeda. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kritik memiliki definisi kecaman atau tanggapan yang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.

Dalam arti lain, kritik adalah ciri pembeda dari suatu pendapat terhadap pendapat lain yang berdasarkan dengan pengamatan dan penganalisisan terlebih dahulu, kemudian menginterpretasikannya terhadap suatu posisi pendukung atau tidak mendukung, bertentangan atau tidak bertentangan dengan objek yang dikritik tersebut.


Ciri, Kaidah, Tujuan, dan Contoh Kritik:


Ciri-Ciri Kritik

Mengutip buku Cendekia Berbahasa oleh Erwan Juhara dkk, disebutkan bahwa ciri-ciri sebuah kritik antara lain:

- Kritik berupa tanggapan terhadap sebuah karya sastra yang ditandai adanya kejelasan penalaran serta alasan yang masuk akal

- Kritik bersifat objektif karena dan merupakan pendapat pribadi

- Kritik mengandung unsur penalaran yakni analisis, interpretasi, dan evaluasi

- Selain berisikan kritikan, sebuah kritik juga bisa mengandung pujian/apresiasi

Kaidah Kritik

Kritik juga memiliki kaidah yang bisa dilihat dari penggunaan kata hingga kalimatnya. Berikut kaidah-kaidah yang terdapat dalam sebuah kritik:

- Menggunakan kalimat kompleks atau kalimatnya terdiri dari dua struktur atau dua verba

- Kalimat dalam teks kritik mengandung konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan setiap kata dan struktur

- Mengandung kata rujukan yang berfungsi untuk memperkuat pernyataan pengkritik

- Penggunaan diksi atau pemilihan kata dalam kritik harus diperhatikan karena kritik berisikan tanggapan kritis

Tujuan Kritik

Secara umum, kritik memiliki tujuan untuk menyampaikan tanggapan dan saran terhadap sesuatu atau sebuah karya.

Namun, berdasarkan buku Mengenal Karya Sastra Dalam Bentuk Kritik dan Esai oleh Suci Wulandari dkk, ternyata terdapat beberapa tujuan kritik lain yakni:

- Memperbaiki sebuah karya atau melakukan koreksi terhadap kesalahan yang terdapat di dalamnya

- Memberikan penilaian yang bersifat objektif, terstruktur serta ilmiah

- Kritik juga bisa digunakan untuk memperoleh gelar akademik bagi para mahasiswa (tujuan akademis)

- Tujuan komersil atau memotivasi kritikus untuk mendapatkan bayaran atas kegiatan kritik sastra misalnya dengan menuliskan kritik-kritik tersebut di kolom surat kabar

Contoh Kritik

Disebutkan dalam buku Pengkajian Kritik Sastra Indonesia oleh Yudiono K.S. (2009), salah satu contoh dari kritik misalnya adalah kritik sastra judisial terhadap kasus cerita pendek "Langit Makin Mendung" karya Kipandjikusmin yang diterbitkan dalam majalah Sastra tahun 1968.

Kritik tersebut dibuat karena cerpen "Langit Mulai Mendung" terkesan menghina Islam hingga menuai protes keras terhadap majalah Sastra hingga menimbulkan sidang pengadilan terhadap keberadaan cerpen tersebut.

Contoh kritik lainnya adalah kritik sastra kelompok Lekra dengan realisme sosialisnya pada tahun 1960-an yang menyebutkan bahwa beberapa karya sastra di Indonesia sebagai kontra revolusioner hingga membuat para pengarangnya terpinggirkan secara politik.

Jadi, sekarang detikers sudah semakin memahami kritik kan? Selain berisikan tanggapan yang objektif, ternyata kritik memiliki kekuatan untuk memberikan usaha membangun dan memperbaiki sesuatu atau sebuah karya yang salah/menyimpang.



Simak Video "Anies Bicara Pemerintah 'Matikan' Kritik: Itu Public Education"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia