Hakikat Ideologi: Definisi, Fungsi, beserta Macam-macamnya

Hakikat Ideologi: Definisi, Fungsi, beserta Macam-macamnya

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Jumat, 21 Okt 2022 18:30 WIB
kerajinan burung garuda pacitan
Ilustrasi. Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa Indonesia. (Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Jakarta -

Ideologi adalah konsep bersistem yang umumnya dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup, sebagaimana disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Para ahli juga mendefinisikan ideologi menurut sudut pandangnya masing-masing. Salah satunya, filsuf barat, Karl Max, mengartikan ideologi sebagai alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

Sementara itu, filsuf Thomas Hobbes menjelaskan ideologi sebagai seluruh cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya. Kedua pendapat ahli di atas dikutip dari buku Mengenal Ideologi Negara tulisan D.C. Tyas.

Ideologi menjadi landasan bagi individu atau masyarakat sehari-hari. Dengan demikian, ideologi merupakan rambu-rambu dalam menjalankan kehidupan.

Hakikat Ideologi

Melansir dari buku Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Warga Negara yang Demokratis yang disusun oleh Aim Abdulkarim, pada hakikatnya ideologi merupakan hasil pemikiran manusia dan kemampuannya mengadakan hubungan terhadap kehidupannya.

Antara ideologi dan kenyataan hidup masyarakat terjadi hubungan, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, juga membentuk masyarakat menuju cita-cita.

Secara sederhana, ideologi bukan sekadar pengetahuan teoretis, namun juga merupakan sesuatu yang dihayati menuju suatu keyakinan. Semakin mendalam kesadaran ideologi seseorang, semakin tinggi juga rasa keterikatan untuk melaksanakannya.

Fungsi-fungsi Ideologi

Masih melansir sumber yang sama, disebutkan beberapa fungsi ideologi, di antaranya adalah:

1. Struktur pengetahuan, yaitu keseluruhan pengetahuan yang dapat menjadi landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian di alam sekitar.

2. Orientasi dasar, yaitu dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.

3. Norma-norma, yaitu menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak.

4. Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.

5. Kekuatan yang mampu dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.

6. Pendidikan bagi masyarakat untuk memahami dan menghayati tingkah lakunya sesuai dengan norma-norma yang terkandung di dalamnya.

Macam-macam Ideologi

Mengutip dari buku Pendidikan Kewarganegaraan karya Minto Rahayu, terdapat berbagai macam ideologi yang tersebar di dunia. Berikut beberapa di antaranya.

  • Liberalisme, yakni ideologi yang mendasarkan diri pada kebebasan individu.
  • Kapitalisme, dari sebuah paham yang menganggap penggunaan kapital sebagai elemen utama dalam sistem sosial dan ekonomi.
  • Kolonialisme merupakan paham mengenai penguasaan oleh suatu negara atau bangsa lain dengan maksud memperluas wilayah negaranya.
  • Sosialisme atau komunisme, ideologi yang satu ini menjadi gerakan mengubah struktur milik sosial dan politik masyarakat serta membangun masyarakat baru dengan pola yang berbeda menurut aliran sosialisme.
  • Marxisme adalah turunan dari ideologi sosialisme. Paham ini timbul akibat kekecewaan terhadap kapitalisme yang menimbulkan perbedaan kelas. Marxisme tidak mengenal perbedaan kelas, perekonomian negara dan hak milik bersama.
  • Fasisme juga merupakan turunan ideologi sosialisme. Ideologi dirintis oleh B. Mussolini ini menyusun negara yang otoriter serta totaliter. Ekonomi, kultur, dan pendidikan generasi muda tunduk dan ditentukan oleh partai fasisme.
  • Nazisme, sesuai dengan namanya, nazisme diusung oleh Adolf Hitler. Ideologi Nazisme ini mengajarkan bahwa bangsa Jerman merupakan bangsa yang paling unggul dan agung.

Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Pancasila merupakan ideologi negara Republik Indonesia. Rumusannya memiliki fungsi dalam menggambarkan tujuan negara dan proses pencapaian tujuannya.

Ideologi Pancasila bermakna sebagai keseluruhan pandangan hidup, cita-cita, keyakinan, dan nilai bangsa Indonesia yang membentuk masyarakat Indonesia menuju cita-citanya.

Kesadaran masyarakat terhadap Pancasila dalam penyelenggaraan kehidupan kenegaraan mulai berlaku secara resmi sejak 18 Agustus 1945.



Simak Video "Riuh Klakson Saat Penutupan Jalan di Depan Monumen Pancasila Sakti"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia