Pakar UI Urai Urgensi Manajemen Keselamatan Kerumunan di Ajang Publik

Pakar UI Urai Urgensi Manajemen Keselamatan Kerumunan di Ajang Publik

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 05 Okt 2022 15:00 WIB
Patung Singa Stadion Kanjuruhan
Patung Singa Stadion Kanjuruhan dikunjungi orang yang berbela sungkawa atas tragedi Kanjuruhan. Foto: Muhammad Aminudin
Jakarta -

Kerusuhan pascapertandingan Persebaya vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur menimbulkan setidaknya 125 korban jiwa dan dan 323 korban luka. Tragedi ini menjadi tiga besar dunia dalam daftar kerusuhan di stadion sepak bola setelah Peru dengan 320 kematian.

Sejumlah ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Departemen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) turut menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Selain menjadi tragedi kemanusiaan, menurutnya, kejadian ini menyorot lemahnya budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau budaya K3 di Indonesia.

Dr. Zulkifli Djunaedi, ahli keselamatan kerja Departemen K3 FKM UI menuturkan, tanpa adanya induksi keselamatan, sistem, prosedur, sarana dan prasarana K3, ajang rakyat, termasuk pertandingan sepak bola, berpotensi merenggut nyawa manusia.

Ia menerangkan, pertandingan sepak bola pada dasarnya adalah pertandingan rakyat dan pesta rakyat. Dengan demikian, ajang ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan seringkali dihadiri oleh massa mencapai ribuan orang.

Sementara itu, K3 merupakan serangkaian upaya yang dilakukan guna memastikan kelancaran kegiatan tersebut berlangsung dalam kondisi yang aman, sehat, dan selamat.

"Tidak memadainya fasilitas dan sarana emergency menjadi faktor kritis pada kejadian multiple fatalities tersebut. Apakah prosedur emergency response disiapkan oleh panitia?" kata Zulkifli.

"Kenapa gas air mata digunakan dalam meredam amukan massa, padahal sudah jelas dalam regulasi FIFA no. 19 bahwa gas air mata dan senjata tajam tidak boleh digunakan dalam pengamanan massa di stadion," imbuhnya.

Bahaya di Perhelatan Besar dan Crowd Safety Management

Mila Tejamaya, S.Si, MOHS, Ph.D, Ketua Departemen K3 FKM UI, menegaskan, crowd safety management atau manajemen keselamatan kerumunan penting agar tragedi di perhelatan besar tidak terjadi lagi.

Ia menambahkan, crowd safety management adalah bagian dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dalam manajemen ini, berbagai potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kerugian harus diidentifikasi, dikendalikan, dan dikomunikasikan. Sebab, tidak sedikit bahaya K3 mengintai dalam setiap perhelatan besar.

Mila mencontohkan, bahaya K3 di ajang besar termasuk risiko kekurangan oksigen dan sesak nafas, keracunan dari jajanan yang tidak hygiene, terjatuh karena permukaan yang tinggi, struktur bangunan yang kurang kokoh dan runtuh, kekacauan dan anarkis karena kekecewaan atas kondisi pertunjukan atau perlombaan, termasuk potensi kebakaran, gempa bumi, dan banjir.

Ia menegaskan, di samping risiko bahaya di atas, masih banyak lagi risiko bahaya yang harus dikendalikan oleh event organizer.

"Crowd safety adalah bagian dari K3, harus menjadi perhatian pemerintah setempat dalam memberikan perizinan untuk suatu event," kata Mila.

"Sebagai pembelajaran, Crowd Management Plan harus ditunjukkan kepada pemerintah setempat guna mendapatkan izin penyelenggaraan suatu event. Tanpa Crowd Management Plan, besar kemungkinan tragedi-tragedi perhelatan besar menjadi tidak terelakkan dan tentunya hal ini tidak kita inginkan," imbuhnya.

Sistem dan Prosedur Keselamatan Sangat Diperlukan

Para akademisi K3 UI menekankan, penting untuk menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam penyelenggaraan suatu ajang (event), termasuk di pertandingan sepak bola.

Kepala Disaster Risk Reduction Center (DRRC) UI Prof. Fatma Lestari menuturkan, sebuah sistem dan prosedur keselamatan sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan masyarakat.

"Hal tersebut dapat dimulai dari kajian risiko keselamatan, manajemen risiko, hingga prosedur keadaan darurat. Perlu diidentifikasi juga berbagai risiko yang mungkin dihadapi ketika dalam pertandingan sepak bola," kata ahli keselamatan kerja Departemen K3 FKM UI ini.

"Langkah selanjutnya adalah melakukan penyusunan manajemen risiko agar kecelakaan terhindari, terminimalisir hingga tidak terjadi. Termasuk di dalamnya ada tindakan seperti apa saja yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat seperti di Stadion Kanjuruhan beberapa hari lalu," sambung Fatma.

Ia menegaskan, tragedi Kanjuruhan harus diinvestigasi mendalam secara independen dengan melibatkan semua unsur, termasuk para ahli K3, ahli kedaruratan, perancang stadion, dan pihak lainnya.

Lebih lanjut, hasil investigasi dan pembelajaran terpetik dari tragedi tersebut harus disosialisasikan agar kecelakaan serupa dapat dicegah dan menjadi pembelajaran bersama.

Rangkul Pecinta Sepak Bola

Fatma menekankan, sistem dan kepedulian dari seluruh stake holder penting untuk menjaga keselamatan bersama dalam sebuah ajang. Di samping itu, ia pun merangkul para pecinta sepak bola untuk turut memahami pentingnya langkah keselamatan ini.

"Untuk para pecinta pertandingan dan permainan sepak bola, ayo senantiasa mematuhi aturan dan prosedur keselamatan di stadion. Jangan lupa untuk menghindari berbagai tindakan berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain, ketahui prosedur keadaan darurat dan rute evakuasi stadion di mana Anda menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung," kata Fatma.



Simak Video "Muncul Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata Usai Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia