HUT TNI ke-77, Saat Sudirman Vs Oerip dalam Voting Panglima Pertama RI

HUT TNI ke-77, Saat Sudirman Vs Oerip dalam Voting Panglima Pertama RI

Tim detikcom - detikEdu
Selasa, 04 Okt 2022 18:30 WIB
Panglima Besar Sudirman dan Kepala Staf TKR Oerip Soemohardjo (memegang tongkat)
Panglima Besar Sudirman dan Kepala Staf TKR Oerip Soemohardjo (memegang tongkat) Foto: Dok. ANRI
Jakarta -

Setiap tanggal 5 Oktober diperingati sebagai HUT TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang tahun ini berusia 77 tahun. Sejarah mencatat organisasi militer ini pertama kali dipimpin oleh Sudirman. Sudirman naik menjadi panglima tentara setelah terpilih melalui voting melawan kandidat lain Oerip Soemohardjo.

Sudirman lahir dari keluarga petani di Purbalingga, Jawa Tengah pada 24 Januari 1916. Saat remaja dia bergabung dalam gerakan kepanduan Hizbul Wathan, Muhammadiyah. Dalam organisasi ini Sudirman digembleng jadi pemuda yang disiplin dan tangguh.

Kala Jepang masuk pada 1942, mantan guru sekolah dasar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Muhammadiyah Cilacap ini masuk pendidikan perwira PETA di Bogor lalu kemudian jadi komandan PETA di Kroya. Saat dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada akhir Agustus 1945, Sudirman jadi Kepala BKR di Banyumas.

Adapun Oerip adalah seorang eks perwira Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Putra dari mantri guru dari Sindurejan, Purworejo ini punya pengalaman panjang memimpin pasukan KNIL di berbagai daerah seperti di Kalimantan dan Sumatra.

Oerip sempat menjadi komandan di kota kelahirannya. Pada 31 Agustus 1938 saat upacara hari lahir Ratu Wilhelmina, Bupati Purworejo yang datang terlambat ditolak ketika akan masuk untuk mengikuti acara tersebut. Bupati yang tersinggung melaporkan kejadian ke Departemen Perang di Bandung.

Alhasil, Mayor Oerip dipindahkan ke Gombong. Pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Kolonel. Hanya saja, Oerip menolak dimutasi. Ia memilih meninggalkan dinas militer. Berbekal uang pensiunnya, Oerip membeli tanah di Gentan, Yogyakarta dan memilih jadi petani anggrek.

Namanya kembali muncul ketika di Jakarta usaha pembentukan tentara tengah dirancang. Saat Menteri Penerangan Amir Syarifuddin bertemu eks perwira KNIL, Didi Kartasasmita, Oerip digadang-gadang akan diberi tugas mengatur organisasi tentara. Didi pun diutus bertemu dengan para eks KNIL termasuk Oerip untuk menanyakan kesanggupan membantu pemerintah RI.

Supriyadi Ditunjuk Jadi Panglima Besar, Tapi Tak Muncul >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia