Pemudi Minahasa Ini Bacakan Teks Sumpah Pemuda di Kongres 1928, Siapa Dia?

Pemudi Minahasa Ini Bacakan Teks Sumpah Pemuda di Kongres 1928, Siapa Dia?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 04 Okt 2022 10:30 WIB
Museum Sumpah Pemuda jadi saksi pergerakan bangsa Indonesia. Lewat pertemuan para pemuda tahun 1928 itu lahirlah Sumpah Pemuda yang diperingati tiap 28 Oktober.
Ilustrasi tokoh yang membacakan Sumpah Pemuda. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Tanggal 28 Oktober 1928 adalah momen bersejarah ketika Sumpah Pemuda diikrarkan. Moh. Yamin merupakan tokoh yang merumuskannya, dengan tiga poin di dalamnya yaitu berbangsa satu, berbahasa satu, dan bertanah air satu.

Sementara, dikutip dari Milenial Memaknai Sumpah Pemuda karya Samuel S. Lusi dkk., pembaca teks Sumpah Pemuda adalah seorang perempuan pejuang. Siapakah dia?

Tokoh yang Membacakan Sumpah Pemuda

Sosok pejuang yang membacakan Sumpah Pemuda adalah Johana Tumbuan. Dia adalah pemudi Jong Minahasa yang kerap disapa sebagai Bing Jo.

Johana tercatat sebagai aktivis pergerakan kebangsaan yang turut hadir dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Melalui gerakan aktivisme dan perjuangan juga, Johana Tumbuan bertemu dengan seseorang yang kemudian menjadi suaminya, bernama Masdani.

Dikutip dari Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia Volume 3 karya Rosihan Anwar, pada 28 Oktober 1928, Johana masih berusia 18 tahun. Ia lahir di Amurang, pada 29 November 1910. Setelah menikah, Johana lebih dikenal dengan nama Jos Masdani.

Kelak, Jos Masdani adalah ahli psikiatri yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Johana Masdani juga berperan dalam membangun Tugu Proklamasi di halaman depan gedung Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Menurut Rosihan, Johana adalah pemimpin "proyek" tugu yang kemudian diresmikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

Khususnya dalam Kongres Sumpah Pemuda 1928, berdasarkan Memoar Wage Rudolf Supratman setidaknya ada 10 orang perempuan yang terlibat. Beberapa di antara mereka adalah Nona Tumbel, Siti Soendari, Suwarni Pringgodigdo, dan Nona Purnomowulan.

Selain itu, dikatakan pula ada tokoh pejuang perempuan lain bernama Dien Pantauw dan Orpa Pallo.

Peran aktif perempuan menguak pertama kali di forum Kongres Pemuda II. Hal ini didasarkan pada kejelian pencatatan W.R. Supratman.

Sumpah Pemuda sendiri bermula dari Kongres Pemuda Kedua yang asalnya dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Berdasarkan inisiatif mereka, kongres terselenggara di tiga gedung berbeda dan dibagi ke dalam tiga kali rapat.

Disebutkan dalam situs Museum Sumpah Pemuda Kemdikbud, rapat pertama dilaksanakan 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng, Jakarta.

Kemudian, rapat kedua diselenggarakan di Gedung Oost-Java Bioscoop, Jakarta pada 28 Oktober 1928. Barulah selanjutnya rapat ketiga dilaksanakan pada sesi berikutnya di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, Jakarta, tanggal 28 Oktober 1928.

Itulah tokoh yang membacakan Sumpah Pemuda dan informasi lain terkait momen bersejarah ini. Selamat belajar!



Simak Video "Kala Pelanggar Lalin di Bogor 'Dihukum' Baca Sumpah Pemuda"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia