Ketum PBNU Jelaskan Alasan Undang Tokoh Agama Problematik ke Forum R20

Erwin Dariyanto - detikEdu
Senin, 03 Okt 2022 20:30 WIB
Ketum PBNU Gus Yahya
Ketum PBNU Jelaskan Alasan Undang Tokoh Agama Problematik ke Forum R20 (Foto: Dokumentasi PBNU)
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang banyak tokoh agama dunia, termasuk pemimpin agama yang dianggap problematik dalam Forum Agama G20 atau disebut Religion of Twenty (R20). Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengakui bahwa diundangnya para aktor yang dianggap problematis dalam forum R20 merupakan langkah yang berpotensi dinilai kontroversial.

Menurut Gus Yahya sampai saat ini ada begitu banyak persoalan agama di berbagai wilayah dunia mulai dari Afrika, Eropa, Amerika, hingga Asia Selatan dan Asia Tenggara sendiri.


"Nah, ini dari perspektif tertentu akan dianggap kontroversial, dan kemudian (perwakilan) dari India (dianggap) problematis, dalam kaitannya dengan masalah-masalah agama," kata Gus Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima Tim detikHikmah, Senin 3 Oktober 2022.

Namun dalam perspektif yang lain, Gus Yahya menganggap justru hal tersebut merupakan upaya paling konkret untuk menyelesaikan problem agama di wilayah masing-masing. Sebab, menurut dia, harus ada komunikasi dengan pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam masalah.

"Di sisi lain, dalam perspektif kami, hal ini justru semacam engagement. Melibatkan diri dengan aktor-aktor yang mungkin dianggap sebagai aktor yang problematis ini adalah satu cara yang paling konkret untuk melakukan upaya penyelesaian masalah," kata Gus Yahya yang juga penggagas sekaligus Ketua Bersama R20 itu.

Sehingga, dia melanjutkan, Forum R20 didesain sedemikian rupa agar pemimpin komunitas-komunitas agama berdiskusi secara terbuka, jujur, terus terang, dan langsung mengarah kepada masalah pokok tanpa adanya pengingkaran. Rencananya diskusi pertama akan membahas tentang hakikat masalah yang melibatkan agama-agama atau komunitas-komunitas agama yang berbeda di dunia saat ini. Ini penting lantaran kenyataannya memang ada dinamika yang sangat memprihatinkan terkait hubungan agama-agama di berbagai belahan dunia.

"Maka, kita nanti akan arahkan, mendorong di dalam forum itu agar para pemimpin agama berbicara akar masalah tersebut," kata Gus Yahya.

Nantinya para pemimpin komunitas agama ini juga akan mendiskusikan langkah yang perlu diambil secara bersama-sama maupun di komunitas agama masing-masing untuk menangani akar masalah itu. "Kalau ini sudah ada jalan dan ada titik terang, para pemimpin agama akan berada dalam posisi untuk menawarkan kontribusi agama bagi peradaban," ujarnya.

Gus Yahya melihat selama ini dialog antar tokoh agama terlalu formal dan kurang terbuka. Kurang ada keberanian secara jujur mengakui dan membicarakan masalah yang ada. Apalagi, masalah agama juga bersumber dari pengalaman sejarah.

Di dalam Forum R20 akan dibahas tentang ganjalan di antara kelompok-kelompok agama, trauma apa yang disimpan selama ini, hingga berbicara tentang kepentingan bersama untuk masa depan di dalam kerangka koeksistensi damai. Para pemimpin komunitas agama akan saling berbagi mengenai nilai-nilai luhur dalam agama masing-masing.

"Nah, nilai-nilai itu yang perlu kita bangun bersama supaya kita mampu membangun koeksistensi damai di antara kita. Kita membicarakan soal apa saja nilai yang bisa kita tawarkan untuk masalah-masalah dunia," kata Gus Yahya.

Kepada peserta R20 juga akan ditunjukkan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia. Gus Yahya menyebut ada presentasi dari Menteri Agama mengenai Pancasila dalam memelihara harmoni dan uraian dari Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) tentang ekonomi Indonesia yang diwarnai nilai-nilai agama sehingga tidak hanya berdasarkan perebutan sumber daya saja.

Gus Yahya mengatakan bahwa para pemimpin agama yang hadir dalam Forum R20 akan diajak ke Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk melihat secara langsung praktik dari masyarakat Indonesia mengenai cara hidup berdampingan secara damai. "Kami akan ajak para peserta ke Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk melengkapi diskusi dengan melihat secara langsung praktik pergaulan antarkomunitas beragama di Indonesia ini. Kita harapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas agama yang lain," pungkasnya.



Simak Video "Gus Yahya: Jangan Gunakan Politik Identitas, Termasuk NU"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia