Sejarah Kemdikbud dari Masa ke Masa, Era Ki Hajar hingga Nadiem Makarim

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 03 Okt 2022 13:00 WIB
Pranata (1959) Ki Hadjar Dewantara : Perintis perdjuangan kemerdekaan Indonesia, Balai Pustaka. (Wikimedia Commons)
Foto: Pranata (1959) Ki Hadjar Dewantara : Perintis perdjuangan kemerdekaan Indonesia, Balai Pustaka. (Wikimedia Commons)
Jakarta -

Kementerian pendidikan Indonesia telah ada sejak awal kemerdekaan yakni pada tahun 1945. Nama kementerian pendidikan pun berubah-ubah nama, pernah juga memakai nama Departemen Pendidikan Nasional dan Kemdikbud.

Seperti yang diketahui, saat ini kementerian yang membidangi pendidikan dan kebudayaan juga menaungi bidang riset dan Teknologi (Kemenristek).
Peleburan dua kementerian yang dipimpin oleh Nadiem Makarim ini diresmikan lewat Rapat Paripurna DPR RI pada April 2021.

Berbeda dengan era Ki Hajar Dewantara pada kisaran tahun 1945-1950 di mana kementerian yang menaungi pendidikan masih bernama kementerian pengajaran.

Lantas seperti apa sejarah lengkap Kemdikbud sejak era Ki Hajar hingga Nadiem Makarim? Berikut ini ulasannya dikutip dari laman resmi Kemdikbud RI.

Sejarah Kemdikbud RI Sejak Era Ki Hajar hingga Nadiem Makarim:


1. Kemdikbud di Awal Kemerdekaan (1945-1950)

Organisasi kementerian pada awal kemerdekaan yang bernama kementerian pengajaran masih sangat sederhana. Namun kesadaran untuk menyiapkan kurikulum sudah dilakukan.

Menteri Pengajaran yang pertama dalam sejarah Republik Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara. Kemudian pada masa Kabinet Syahrir I, Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Mulia.

Pada era Mr. Mulia, berbagai langkah dilakukan seperti meneruskan kebijakan menteri sebelumnya di bidang kurikulum berwawasan kebangsaan, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta menambah jumlah pengajar.

Kemudian memasuki Kabinet Syahrir II, Menteri Pengajaran dijabat Muhammad Sjafei sampai tanggal 2 Oktober 1946. Selanjutnya Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Soewandi hingga 27 Juni 1947.

Pada era kepemimpinan Mr. Soewandi ini terbentuk Panitia Penyelidik Pengajaran Republik Indonesia yang diketuai Ki Hajar Dewantara. Panitia ini bertujuan meletakkan dasar-dasar dan susunan pengajaran baru.

2. Kemdikbud Era Demokrasi Liberal (1951-1959)

Pada masa Kabinet Natsir yang terbentuk tanggal 6 September 1950, kementerian berganti nama menjadi Kementerian Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan (PP dan K) dan menunjuk Dr. Bahder Johan sebagai menteri.

Pada bulan April 1951, Kabinet Natsir digantikan Kabinet Sukiman dan menunjuk Mr. Wongsonegoro sebagai Menteri PP dan K.

Lalu Dr. Bahder Johan menjabat Menteri PP dan K sekali lagi, hingga kemudian digantikan Mr. Mohammad Yamin, RM. Soewandi, Ki Sarino Mangunpranoto, dan Prof. Dr. Prijono.

Pada periode ini, kebijakan pendidikan adalah kelanjutan kebijakan menteri periode sebelumnya. Hal yang menonjol pada era ini adalah lahirnya payung hukum legal formal di bidang pendidikan yaitu UU Pokok Pendidikan Nomor 4 Tahun 1950.

3. Kemdikbud Era Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Dalam Kabinet Kerja I, 10 Juli 1959-18 Februari 1960, status kementerian diubah menjadi menteri muda. Kementerian yang mengurusi pendidikan dibagi menjadi tiga menteri muda.

Menteri Muda Bidang Sosial Kulturil dipegang Dr. Prijono, Menteri Muda PP dan K dipegang Sudibjo, dan Menteri Muda Urusan Pengerahan Tenaga Rakyat dipegang Sujono.

4. Kemdikbud Era Orde Baru (1966-1998)

Kebijakan di bidang pendidikan di era Orde Baru cukup banyak dan beragam mengingat orde ini memegang kekuasaan cukup lama yaitu 32 tahun.

Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain kewajiban penataran P4 bagi peserta didik, normalisasi kehidupan kampus, bina siswa melalui OSIS, ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan atau EYD, kuliah kerja nyata (KKN) bagi mahasiswa, merintis sekolah pembangunan, dan lain-lain.

Pada era ini tepatnya tahun 1978 tahun ajaran baru digeser ke bulan Juni. Pembangunan infrastruktur pendidikan juga berkembang pesat pada era Orde Baru tersebut.

Menteri pendidikan dan kebudayaan di era Orde Baru antara lain Dr. Daud Joesoef, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, Prof. Dr. Faud Hassan, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, dan Prof. Dr. Wiranto Aris Munandar

5. Kemdikbud Era Reformasi (1998-2011)

Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan diubah menjadi Departemen Pendidikan Nasional dengan menunjuk Dr. Yahya Muhaimin sebagai Menteri Pendidikan Nasional.

Pada tahun 2001, saat era pemerintahan Presiden Megawati dimulai, Mendiknas dijabat oleh Prof. Drs. A. Malik Fadjar, M.Sc.

Lalu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mendiknas dijabat Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Dan Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh.

Pada tahun 2011 istilah departemen diganti menjadi kementerian dan pada tahun 2012 bidang pendidikan dan kebudayaan disatukan kembali menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kebijakan pendidikan di era reformasi antara lain perubahan IKIP menjadi universitas, reformasi undang-undang pendidikan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Ujian Nasional (UN), sertifikasi guru dan dosen, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pendidikan karakter, dan lain-lain.

6. Kemdikbud Setelah Era 2011 hingga Sekarang

Setelah Menteri Mohammad Nuh, posisi Mendikbud dijabat oleh Anies Rasyid Baswedan (27 Oktober 2014-27 Juli 2016).

Kemudian pada era Kabinet Gotong Royong Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Anies Rasyid Baswedan digantikan Muhadjir Effendy sejak tanggal 27 Juli 2016.

Pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo melantik Nadiem Anwar Makarim sebagai Mendikbud di era Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Pada era Nadiem yakni mulai tahun 2021, Kementerian Riset dan Teknologi digabungkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Nah, itulah sejarah Kemdikbud dari era Ki Hajar Dewantara di awal kemerdekaan hingga era Nadiem Makarim saat ini.



Simak Video "Klarifikasi Nadiem Makarim soal 'Shadow Organization' di Kemendikbud"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia