Mengapa Umat Islam Diwajibkan untuk Berdakwah?

Mengapa Umat Islam Diwajibkan untuk Berdakwah?

Rahma Harbani - detikEdu
Kamis, 29 Sep 2022 08:00 WIB
KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan khotbah wukuf di padang Arafah/Fajar Pratama detikcom
Ilustrasi. Mengapa umat muslim diwajibkan berdakwah? (Fajar Pratama/detikcom)
Jakarta -

Sebagian ulama berpendapat, hukum menyampaikan dakwah adalah wajib bagi setiap muslim. Mengapa umat Islam diwajibkan untuk berdakwah?

Kelompok ulama yang mewajibkannya di antaranya adalah Muhammad Abduh, Al Razi, Sayyid Qutb, dan Abu A'la Al Maududi dalam kitab Mafahim Islamiyah Hawl al Din wa al Dawlah. Mereka berpendapat hukum dakwah adalah fardu'ain atau wajib.

"Dakwah adalah fardu'ain bagi tiap orang mukmin yang telah mengaku beriman. Karena itu, kesiapan berdakwah ini salah satu parameter keimanan seorang muslim kepada Allah SWT," demikian keterangan yang diterjemahkan PTIQ Jakarta dalam artikel Kewajiban Dakwah dalam Al-Qur'an antara Fardu Ain dan Fardu Kifayah (Studi Komparatif atas Tafsîr Ibn Katsîr dan Tafsîr Al-Mishbâh).

Imam Nawawi dan Ibn Hazm juga berpendapat serupa bahwa hukum dakwah adalah wajib atau fardu secara ijma' atau kesepakatan ulama. Disebutkan, semua ulama sepakat bahwa dakwah adalah sebuah kewajiban yang disyariatkan.

"Yang menjadi titik perbedaan adalah soal apakah kewajiban sifatnya individual atau fardu'ain ataukah kewajiban kolektif atau yang dikenal fardu kifayah dan ulama masing-masing mengambil tempat soal ini menurut pandangannya," bunyi keterangan Imam Nawawi dan Ibn Hazm.

Bahkan, menurut Ahli Tafsir Bassam dalam buku Ilmu Dakwah karangan Prof Moh Ali Aziz, setiap muslim juga harus menyampaikan dakwah meski memiliki pengetahuan agama yang terbatas. Untuk itu dikenal tiga golongan pendakwah dalam Islam.

1. Pendakwah Mujtahid adalah golongan yang diisi oleh para ulama. Mereka mampu membuat penafsiran ayat dan hadits dengan benar dan menyampaikannya pada masyarakat. Golongan ini pula yang disebut dibebani kewajiban fardu'ain.

2. Pendakwah Muttabi' adalah golongan orang yang mengajak orang lain dengan menampilkan dalil yang diketahuinya atau membaca karya ulama dan menyampaikan pada khalayak. Umumnya, kelompok ini relatif paling banyak dan sebagian besar pendakwah di Indonesia masuk dalam kelompok ini.

3. Pendakwah Muqalid adalah kelompok pendakwah yang terkena kewajiban fardu kifayah. Sebab kelompok yang terakhir ini merujuk pada mereka yang memiliki pengetahuan yang sangat terbatas.

Dengan demikian, sudah jelas bahwa dakwah merupakan kewajiban bagi tiap muslim. Lantas, mengapa dakwah tersebut diwajibkan?

Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Al-Qur'an surah An Nahl ayat 125,

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."

Dalil di atas juga dikuatkan oleh sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya. Dari Abu Sa'id al Khudri RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah ia dengan tangannya, jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itulah selemah-lemahnya iman," (HR Muslim).

Secara bahasa, dakwah berasal dari kata da'a-yad'u-da'watan yang bermakna mengajak, menyeru, dan memanggil. Sebab itu, dakwah dapat dimaknai sebagai seruan atau ajakan kepada manusia untuk melakukan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh kepada hal-hal yang baik dan melarang perbuatan munkar yang dilarang Allah SWT dan rasulNya.

Rasulullah SAW juga bahkan pernah mengatakan, ada ancaman bagi seseorang yang meninggalkan aktivitas dalam menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ancaman yang dimaksud adalah tidak terkabulkannya doa.

Rasulullah SAW bersabda,

وَالَّذِي نَفسِي بِيَدِه، لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعرُوف، وَلَتَنهَوُنَّ عَنِ المُنْكَر؛ أَو لَيُوشِكَنَّ الله أَن يَبْعَثَ عَلَيكُم عِقَاباً مِنْه، ثُمَّ تَدعُونَه فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُم

Artinya: "Demi Dzat yang jiwaku dalam kekuasaanNya, kalian harus menyerukan kepada kemakrufan dan mencegah dari kemungkaran, atau Allah SWT akan menurunkan siksa dari sisiNya kepada kalian, sehingga ketika kalian berdoa, Dia tidak akan mengabulkan doa kalian," (HR Tirmidzi).

Merujuk pada sumber-sumber di atas, berdakwah adalah kewajiban bersama. Meski demikian, perlu adanya pemahaman terhadap apa yang akan disampaikan. Dalam hal ini, pendakwah perlu menjadikan Al-Qur'an sebagai rujukan pertama.



Simak Video "Penegasan Kemenhan Korsel soal Wajib Militer Khusus untuk BTS"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia