Sukitman, Pemberi Petunjuk Penemuan Korban G30S PKI di Lubang Buaya

Sukitman, Pemberi Petunjuk Penemuan Korban G30S PKI di Lubang Buaya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 28 Sep 2022 18:00 WIB
Ukuran Lubang Buaya Jakarta dan Sejarah Saksi Bisu Tragedi G30S/PKI
Sukitman, pemberi petunjuk lokasi korban G30S PKI di Lubang Buaya. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Penemuan lokasi jenazah korban G30S PKI tidak luput dari peran Sukitman. Dia adalah Agen Polisi tingkat II yang disebut berjasa memberi petunjuk dalam pencarian korban di Lubang Buaya.

Dalam Pierre Tendean: Jejak Sang Ajudan, Sebuah Biografi tulisan Ahmad Nowmenta Putra dan Agus Lisna, turut diurai kesaksian Sukitman tentang malam petaka tersebut. Dia yang waktu itu masih berusia 22 tahun, ikut diangkut ke dalam bus dan dibawa ke Lubang Buaya.

Kesaksian Sukitman

Dini hari 1 Oktober 1965 sekitar pukul 03.00 WIB, Sukitman dan rekannya, Sutarso, tengah berjaga dan melakukan patroli. Dia dan Sutarso waktu itu tengah bertugas di Seksi Vm Kebayoran Baru yang berlokasi di Wisma AURI, Jl. Iskandarsyah, Jakarta.

Pada perjalanannya dia dikejutkan dengan suara tembakan di kediaman D.I. Panjaitan, di Jl. Sultan Hasanudin. Naluri mendorongnya menuju sumber gaduh menggunakan sepeda kumbang sambil menenteng senjata.

Tak sempat mengetahui musababnya, teriakan datang dari tentara berseragam loreng dengan baret merah, "Turun! Lempar senjata dan angkat tangan!"

Sukitman turun dari sepeda dan melempar senjatanya. Tangannya diikat dan matanya kemudian ditutup kain merah.

"Saya didorong, dilemparkan ke dalam mobil di mana saya diletakkan di kabin, di samping sopir di bawah," ungkapnya.

Sukitman pun turut dibawa ke Lubang Buaya.

Penemuan Lokasi Lubang Buaya

Singkat cerita, Sukitman berhasil melarikan diri. Dijelaskan melalui Sejarah SMA Kelas XII Program IPS karya Prof. Dr. M. Habib Mustopo dkk., polisi muda itu melaporkan kepada pasukan keamanan bahwa dia menyaksikan pembunuhan para korban.

Berdasarkan petunjuk Sukitman, tanggal 3 Oktober 1965 ditemukanlah timbunan tanah dan sampah yang diduga menjadi tempat mengubur para jenazah. Letaknya di lingkungan kebun karet, di daerah Lubang Buaya.

Setelah dilakukan penggalian, rupanya adalah sumur tua. Kolonel Sarwo Edhie Wibowo sempat memerintahkan penghentian penggalian karena kesulitan teknis.

Esok hari setelah memperoleh informasi soal kemungkinan besar lokasi penguburan jenazah G30S PKI, Soeharto berangkat ke tempat sumur tua di Lubang Buaya itu. Dia dan anggota Kesatuan Intai Para Amphibi dari KKO-AL dan RPKAD selanjutnya menemukan para korban.



Simak Video "Pacu Adrenalin, Serunya Bermain Loncat-loncatan ke Dalam Laut, Maluku"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia