Benarkah Kura-Kura Bisa Bernapas Melalui Pantat?

Benarkah Kura-Kura Bisa Bernapas Melalui Pantat?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 27 Sep 2022 15:00 WIB
Ilustrasi kura-kura atau reptil
Ilustrasi apakah kura-kura bisa bernapas dengan pantat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ainur Kuangaliyeva
Jakarta -

Apakah detikers pernah mendengar bahwa kura-kura bisa bernapas melalui pantat? Benarkah demikian?

Secara umum, sistem pernapasan hewan sesuai spesies dan jenisnya dibedakan menjadi beberapa, yaitu menggunakan paru-paru, insang, trakea, kulit, dan paru-paru buku. Demikian dikatakan dalam Buku Sekolah Elektronik yang diterbitkan tahun 2009.

Kura-kura yang termasuk ke dalam reptil, bernapas menggunakan paru-paru. Lantas, bagaimana dengan kura-kura yang disebut dapat bernapas dengan pantat?

Pernapasan "Pantat" Kura-Kura

Secara teknis, kura-kura tidak bernapas melalui pantat mereka karena tidak betul-betul memilikinya. Namun, kura-kura memiliki bagian tubuh serbaguna bernama kloaka.

Kloaka kura-kura bisa digunakan untuk reproduksi seksual, bertelur, dan mengeluarkan kotoran. Kendati begitu, memang terdapat respirasi kloaka, di mana secara abstrak bisa diinterpretasikan sebagai pernapasan pantat kura-kura.

Selama proses respirasi kloaka, kura-kura memompa air melalui lubang kloaka ke dalam dua organ mirip kantong yang dinamakan bursae. Ahli fisiologi satwa liar, Craig Franklin mengatakan kepada Live Science, bursae berfungsi seperti paru-paru akuatik.

Oksigen dalam air kemudian akan berdifusi melewati papila, struktur kecil yang melapisi dinding bursae, lalu masuk ke aliran darah penyu.

Hanya saja, respirasi kloaka amat tidak efisien ketimbang respirasi aerobik normal. Semua kura-kura pun punya kapasitas menghirup udara dengan paru-paru dengan lebih mudah.

Maka dari itu, respirasi kloaka hanya terlihat pada sejumlah spesies kecil makhluk hidup air tawar untuk mengatasi lingkungan yang unik, di mana sulit untuk menghirup udara, seperti lingkungan kolam beku atau sungai berarus deras.

Jenis kura-kura yang benar-benar menguasai respirasi kloaka adalah kura-kura sungai. Secara global, ada selusin kura-kura sungai yang bisa melakukannya dengan baik dan sekitar setengahnya hidup di sungai-sungai Australia. Mereka tak terkecuali kura-kura Mary River (Elusor macrurus) dan kura-kura tenggorokan putih (Elseya albagula).

Ada beberapa spesies kura-kura sungai yang jauh lebih baik melakukan pernapasan kloaka ketimbang lainnya. Kura-kura Sungai Fitzroy (Rheodytes leukops) dari Australia mendapatkan 100 persen energi dari cara bernapas ini.

"Ini memungkinkan mereka untuk berpotensi tetap berada di bawah air tanpa batas waktu," kata Franklin.

Sebaliknya, untuk spesies lain, respirasi kloaka hanya memperpanjang waktu kura-kura bisa bertahan di bawah air sampai mereka harus muncul lagi untuk mencari udara.

"Misalnya, alih-alih menyelam di bawah air selama 15 menit (sambil menahan napas), mereka bisa bertahan di bawah air selama beberapa jam," lanjutnya.

Kemampuan bertahan di bawah air untuk waktu lama sangatlah berguna bagi kura-kura sungai karena naik ke permukaan bisa cukup membutuhkan upaya keras.

"Untuk kura-kura yang hidup di air yang mengalir deras, pergi ke permukaan untuk bernapas merupakan hal yang agak sulit karena bisa hanyut," ujar Franklin.

Para kura-kura anakan biasanya juga melakukan respirasi kloaka lebih baik, sebab mereka lebih sering di dasar sungai sampai berusia cukup dewasa.

"Oleh sebab itu, ada kemungkinan bahwa spesies kura-kura lainnya juga dapat melakukan respirasi kloaka saat remaja, tapi kehilangan kemampuan ini saat dewasa," ungkap Franklin.



Simak Video "Janus Si Kura-kura Berkepala Dua yang Umurnya 25 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia