Apa Peristiwa di Balik Tugu Muda Semarang? Ini Sejarahnya

Apa Peristiwa di Balik Tugu Muda Semarang? Ini Sejarahnya

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 27 Sep 2022 08:30 WIB
Hari tanpa bayangan di Tugu Muda Semarang, Senin (11/10/2021).
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta -

Tugu Muda adalah cagar budaya berbentuk lilin dengan kepala menyerupai api menyala. Peristiwa yang melatarbelakangi dibangunnya Tugu Muda Semarang adalah Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Pertempuran Lima Hari di Semarang berlangsung selama 15-19 Oktober 1945. Pertempuran melawan tentara Jepang ini menelan banyak korban, terutama di wilayah Simpang Lima.

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran di Semarang dipicu oleh peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 Oktober 1945. Saat itu, sekitar 400 orang veteran Angkatan Laut Jepang memberontak dan melarikan diri saat dipindahkan ke Semarang. Para veteran tentara Jepang semula akan dipekerjakan untuk mengubah pabrik gula Cepiring menjadi pabrik senjata.

Para veteran tentara Jepang tersebut menyerang polisi Indonesia yang mengawal mereka. Menurut buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SMP/MTs Kelas IX oleh Ratna Sukmayani dkk, mereka akan bergabung dengan Kidobutai di Jatingaleh.

Kidobutai adalah sebutan batalyon Jepang di bawah pimpinan Mayor Kido. Mereka bergerak melakukan perlawanan dengan alasan mencari dan menyelamatkan orang-orang Jepang yang tertawan.

Situasi memanas dengan adanya desas-desus jika cadangan air minum di daerah Candi, desa Wungkal telah diracuni. Pihak Jepang memperparah keadaan dengan melucuti delapan orang polisi yang menjaga cadangan air minum tersebut. Alasannya yaitu untuk menghindarkan peracunan cadangan air minum tersebut.

Dr. Kariadi, yang memeriksa cadangan air di Candi, ditembak tentara Jepang hingga wafat. Peristiwa beruntun ini memicu kemarahan rakyat Semarang dan meletuskan pertempuran.

Pertempuran Lima Hari di Semarang pecah pada dini hari tanggal 15 Oktober 1945. Pemuda dan pejuang Indonesia bertempur melawan pasukan Kidobutai dan batalyon Jepang lain.

Pertempuran Lima Hari di Semarang berhenti setelah Gubernur Wongsonegoro dan pemimpin TKR berunding dengan komandan tentara Jepang. Proses gencatan senjata dipercepat setelah Brigadir Jenderal Bethel dari pasukan Sekutu ikut terlibat dalam perundingan pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan Sekutu lalu melucuti senjata Jepang dan menawan pasukan Jepang.

Pendirian Tugu Muda Semarang

Untuk mengenang Pertempuran Lima Hari di Semarang, maka didirikan Monumen Perjuangan Tugu Muda atau Monumen Dokter Kariadi di tengah alun-alun Semarang pada Oktober 1945.

Namun Tugu Muda tersebut tidak lama berdiri dan dibongkar oleh Belanda NICA (Nederlandsch Indiƫ Civil Administratie) dan RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees).

Rencana pembangunan ulang Tugu Muda muncul pada tahun 1950. Tugu Muda baru mulai dibangun pada Mei 1952.

Tugu Muda yang baru dibangun di Simpang Lima yang berada di depan kantor Divisi Diponegoro, di dekat Bangunan Cagar Budaya Lawang Sewu dan Museum Mandala Bhakti. Tugu ini terletak di tengah pertemuan antara Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, dan Jalan Mgr. Sugiyopranoto.

Tugu Muda akhirnya diresmikan pada 20 Mei 1953, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Tugu Muda yang baru diresmikan oleh Presiden Soekarno pukul 09.25. Menurut situs Cagar Budaya Kemendikbud, Tugu Muda Semarang kini ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.



Simak Video "7 Mobil Hanyut Akibat Terseret Banjir Bandang Semarang!"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia