Kisah Marahnya Malaikat Penjaga Gunung Melihat Kesedihan Rasulullah

Kristina - detikEdu
Minggu, 25 Sep 2022 05:00 WIB
An Arab standing at the sand dunes of Dubai and aiming towards the horizon.
Ilustrasi Rasulullah SAW saat berdakwah dan mendapat perlakuan tidak enak yang membuat malaikat penjaga gunung sampai marah. Foto: Getty Images/GCShutter
Jakarta -

Rasulullah SAW mendapatkan berbagai perlakuan tidak menyenangkan dari kaum kafir Quraisy semasa berdakwah. Sampai-sampai malaikat penjaga gunung marah melihat perbuatan mereka.

Kisah tersebut diceritakan Fuad Abdurahman dalam buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW. Fuad menceritakan, perlakuan tidak menyenangkan tersebut semakin menjadi-jadi setelah paman Rasulullah, Abu Thalib, dan istrinya, Khadijah, meninggal dunia. Ditambah berakhirnya boikot kaum Quraisy terhadap Bani Hasyim selama tiga tahun.

Setelah kematian dua sosok pelindungnya itu, kaum kafir Quraisy semakin leluasa berbuat jahat dan menyakiti Nabi Muhammad SAW. Mereka melakukan berbagai hal untuk mengusik dan menyakiti Rasulullah SAW.

Tak jarang Rasulullah SAW harus mendapat lemparan kotoran yang mengenai kepalanya saat ia salat di dekat Kakbah. Setiap kali beliau mendapatkan perlakuan buruk seperti itu, Fatimah putri Rasulullah SAW datang membersihkan kotoran tersebut sambil menangis.

Perlakuan buruk kaum kafir Quraisy tersebut semakin menjadi-jadi. Tak hanya kepada Rasulullah SAW, bahkan para sahabat juga mendapat perlakuan serupa.

Rasulullah SAW akhirnya memutuskan untuk pergi ke Thaif dan berharap para pemuka Bani Tsaqif mau menolongnya dan memberinya perlindungan. Namun, setibanya di sana, mereka justru memperlakukan Rasulullah SAW dengan begitu buruk.

Mereka mengolok-olok, mengejar, bahkan melempari beliau dengan batu hingga membuat kaki beliau terluka dan berdarah. Kemudian, Rasulullah SAW berlindung di kebun milik Utbah ibn Rabiah, salah seorang tokoh Quraisy.

Dalam tradisi Arab, orang yang masuk ke pekarangan orang lain dianggap telah mendapat perlindungan dari si pemilik rumah.

Sambil mengusap keringat dan menyeka darahnya, Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT. "Ya Allah, hanya kepada-Mu kuadukan lemahnya kekuatanku, sedikitnya upayaku, dan hinanya pandangan orang kepadaku. Wahai Yang Maha Penyantun, Engkaulah Tuhanku dan Tuhan orang-orang yang tertindas. Kepada siapa Engkau akan serahkan aku? Kepada orang asing yang memperlakukanku dengan jahat, ataukah kepada saudara jauh yang mengusirku?"

Tak berselang lama, Malaikat Jibril turun dan berkata, "Hai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu. Dan malaikat yang mengurus gunung-gunung telah diperintahkan oleh Allah untuk mematuhi semua perintahmu. Ia tidak akan melakukan apa pun, kecuali atas perintahmu."

Malaikat penjaga gunung berkata, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk berkhidmat kepadamu. Jika kau mau, biar kujatuhkan gunung itu kepada mereka. Jika engkau mau, akan kulempari mereka dengan bebatuan. Dan jika engkau mau, akan kuguncangkan bumi di bawah kaki mereka."

Rasulullah SAW pun menjawab, "Hari Malaikat Gunung, aku datang kepada mereka karena berharap mudah-mudahan akan keluar dari keturunan mereka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah (tiada Tuhan selain Allah)."

Kemudian, malaikat penjaga gunung berkata, "Engkau seperti disebutkan oleh Tuhanmu: sangat penyantun dan penyayang."



Simak Video "Merugi Jadi Alasan Museum Rasulullah di Probolinggo Gulung Tikar"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia