Mengapa Tak Boleh Mengakses Keran Air saat Ada Petir? Ini Alasannya

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 23 Sep 2022 15:00 WIB
Potret petir yang menyambar bumi juga menjadi salah satu fenomena yang menjadi buruan fotografet. Berikut kumpulan foto-fotonya yang bikin merinding.
Ilustrasi mengapa tidak boleh mengakses keran air saat terjadi petir. Foto: Getty Images
Jakarta -

Detikers pernah mendengar nasihat untuk tidak mengakses air mengalir saat petir sedang saling sambar? Apakah kalian tahu alasannya?

Saat kilat saling menyambar, seseorang bahkan disarankan untuk tidak mandi, cuci piring, atau sekadar mencuci tangan. Ketika terdengar suara guntur dari kejauhan, hal itu adalah isyarat bahwa ada potensi bahaya dalam perjalanan.

Menurut US National Weather Service, jarak bahaya ini kemungkinan berkisar 10 mil atau 16 KM dari kita.

Alasan Tidak Boleh Mandi dan Sebagainya saat Ada Petir

Dikatakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat seperti dikutip dari CNN Health, hal yang terbaik untuk dilakukan selama terjadi badai petir adalah untuk tidak mandi, mencuci piring, juga mencuci tangan. Pasalnya, petir bisa merambat melalui pipa ledeng.

Risiko sambaran petir melalui pipa plastik mungkin lebih sedikit daripada pipa logam, tetapi akan lebih bagus jika menghindari kontak dengan pipa ledeng dan air mengalir untuk menghindari risiko tersambar. Selain itu, dalam situasi seperti ini sebaiknya menjauhi beranda dan balkon, tidak mendekati jendela dan pintu, juga berbaring di lantai beton atau bersandar di dinding beton.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menambahkan, hal lain yang sebaiknya dihindari adalah untuk tidak menggunakan perangkat apa pun yang terhubung ke stopkontak, misalnya komputer atau yang lain. Telepon seluler atau telepon nirkabel akan aman jika tidak terhubung ke stopkontak melalui charger atau pengisi daya.

Udara di Sekitar Kilat Jadi Lebih Panas dari Matahari

Kilat akan terlihat ketika terjadi petir. Saat itu udara di sekitar kilat akan memanas hingga setinggi 50 ribu derajat Fahrenheit, lima kali lebih panas dari permukaan matahari. Demikian diterangkan oleh US National Weather Service.

Segera setelah terjadinya kilat, udara akan mendingin dan berkontraksi dengan cepat. Fenomena ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian kita dengar sebagai guntur.


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, kita juga bisa menghitung jarak antara diri sendiri dengan petir, tetapi tentunya lakukan hal ini di area yang aman. Caranya dengan menghitung jumlah detik antara kilatan petir dan suara guntur, lalu dibagi lima. Dalam penghitungan ini, lima detik setara dengan satu mil, lima belas detik setara tiga mil, sedangkan nol detik artinya sangat dekat.

Saat petir sedang saling menyambar, sebaiknya seseorang juga tidak berada di bawah pohon tinggi. Apabila memang betul-betul tidak ada tempat berlindung yang aman, maka dapat berjongkok dalam posisi seperti bola, yaitu merapatkan kaki, berjongkok rendah, menyelipkan kepala, dan tutup telinga.



Simak Video "Dua Bocah di Lampung Tersambar Petir, Kondisinya Selamat"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia