Contoh Teks Cerita Sejarah beserta Struktur

Contoh Teks Cerita Sejarah beserta Struktur

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 21 Sep 2022 11:30 WIB
Patung Suro dan Boyo di area BMX & Skate Park
Patung Suro dan Boyo di taman skateboard kota. Foto: Deny Prastyo Utomo
Jakarta -

Teks cerita sejarah adalah teks yang berisi penjelasan mengenai asal-usul sesuatu yang memiliki nilai sejarah hingga kejadian di masa lalu. Teks cerita sejarah disampaikan berdasarkan kronologi waktu yang menggambarkan deretan peristiwa nyata di kehidupan.

Struktur teks cerita sejarah terdiri dari pendahuluan atau orientasi, peristiwa atau isi, dan penutup atau reorientasi, seperti dikutip dari Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman.

Sementara itu, kaidah kebahasaan teks cerita sejarah antara lain menggunakan keterangan waktu lampau yang mengindikasikan bahwa peristiwa telah terjadi. Teks cerita sejarah juga menggunakan konjungsi untuk mengurutkan peristiwa, seperti 'dan', 'tetapi', 'kemudian', dan lain-lain.

Contoh Teks Cerita Sejarah dan Strukturnya

Asal-usul Nama Kota Surabaya

  • Orientasi

Setiap daerah pasti mempunyai cerita tersendiri dalam pemilihan nama, seperti Kota Surabaya ini. Setidaknya, ada tiga keterangan tentang asal-usul nama Surabaya.

  • Isi asal-usul

Keterangan pertama menyebutkan, nama Surabaya awalnya adalah Churabaya, desa tempat menyeberang di tepian Sungai Brantas. Keterangan pertama tercantum dalam prasasti Trowulan I tahun 1358 M.

Nama Surabaya juga tercantum dalam Pujasastra Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca. Dalam tulisan itu, Surabaya (Surabhaya) tercantum dalam pujasastra tentang perjalanan pesiar pada tahun 1365 M yang dilakukan Hayam Wuruk, Raja Majapahit.

Namun, Surabaya sendiri diyakini oleh para ahli telah ada pada tahun-tahun sebelum prasasti-prasasti tersebut dibuat. Seorang peneliti Belanda, G.H. Von Faber dalam karyanya, En Werd Een Stad Geboren (Telah Lahir Sebuah Kota) membuat hipotesis, Surabaya didirikan Raja Kertanegara tahun 1275, sebagai pemukiman baru bagi para prajuritnya yang telah berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.

Versi berikutnya, nama Surabaya berkaitan erat dengan cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan tentara Tartar (Mongol), Raden Wijaya yang merupakan raja pertama Majapahit, mendirikan kraton di Ujung Galuh, sekarang kawasan pelabuhan Tanjung Perak, dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu.

Lama-lama, Jayengrono makin kuat dan mandiri karena menguasai ilmu buaya sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura.

Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Paneleh. Perkelahian tersebut berlangsung tujuh hari tujuh malam dan berakhir tragis. Sebab, keduanya meninggal kehabisan tenaga.

Dalam versi lainnya lagi, kata Surabaya muncul dari mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), perlambang perjuangan antara darat dan laut. Penggambaran pertarungan itu terdapat dalam Monumen Suro dan Boyo.

Pada tahun 1975, Wali Kota Surabaya R. Soeparno menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai hari jadi Kota Surabaya. Nama Surabaya pun diartikan berasal dari kata-kata sura ing bhaya yang berarti keberanian menghadapi bahaya.

  • Reorientasi

Keterangan mengenai asal-usul nama kota tersebut di antaranya telah dibuktikan lewat berbagai peninggalan. Namun, masih ada kemungkinan bahwa asal-usul penamaan Kota Surabaya hanyalah sebuah cerita yang berkembang turun-temurun di masyarakat.

Bagaimana detikers, coba buat contoh teks cerita sejarah beserta strukturnya, yuk!



Simak Video "Naskah Asli Teks Proklamasi Dikembalikan Setpres ke Arsip Nasional RI"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia